The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
BONUS! CHAPTER 7 bagian 9



Di Ruangan medis....


"Bagaimana!?" tanya Amanda.


"Dia mendapatkan pertolongan pertama, syukurlah beliau dapat di selamatkan... jika saja lewat 1 menit tadi, mungkin hal-hal yang tak kita inginkan mungkin terjadi" kata Vanora.


"Terimakasih kak!" gumam Amanda dengan menangis, dia takkan dapat membayangkan jika Randi tak dapat di selamatkan... maka Andra mungkin akan sangat kehilangan sahabatnya.


"Sama-sama, syukurlah kau mengobatinya dengan mengisi sedikit energi jiwa astral ke tubuh nya. Btw.. gimana sama si sewot itu?" bisik Vanora.


"Eh? siapa? oh, kapten Edward?" tanya Amanda.


"Iya, gimana? kesal tidak sama dia? kudengar saat kau masuk ke sini, kau sempat hampir bertarung dengannya ya?" bisik Vanora lagi.


"Iya sih kak, kenapa?" tanya Amanda.


"Dia itu benar-benar ngeselin sebenarnya, tapi dia juga adalah petarung terbaik setelah Andra dan Pak Andi" kata Vanora.


"Be.. Benar juga sih, meski ngeselin, tapi aku tetap berhutang budi padanya karena kapten sudah menyelamatkan ku 2 kali" kata Amanda.


"A.. apa!? amazing! sikap dinginnya rupanya tsundere!?" tanya Vanora.


"A.. aku gak tahu sih kak" kata Amanda.


"Tapi, kenapa kau mengantar Randi sendiri? saat itu dia dimana?" tanya Vanora.


"E.. Entahlah, kapten bilang ada urusan jadi langsung pergi ke arah utara sambil melompat dari satu pohon ke pohon lainnya" kata Amanda.


"Begitu ya"


Di Ruangan Andra...


"Apa? kau serius Edward!?" tanya Andra.


"Ya, saat aku menyelamatkan Dr. Randi tadi.. aku menyuruh Yumna agar segera membawa Dokter ke markas dengan segera, karena aku merasakan aura.. " kata Edward.


"Aura Ray" kata Edward dengan dingin.


"Ceritakan kejadiannya Edward, kita harus menumpas Organisasi Rebellion agar tidak berbahaya, karena mereka ahli dalam menggunakan senjata api"


"Ya" kata Edward dengan raut wajah menyeramkan.


Flashback....


"Ng?" tanya Edward saat melihat ke arah utara.


"Ada apa Kapten? kita harus cepat" kata Amanda.


"Kau bawa Dokter Randi dengan selamat ke markas, aku harus memeriksa sesuatu.. kau dan dokter harus segera ke markas, jangan teralihkan dalam hal apapun!" kata Edward.


"Y.. ya"


Edward langsung pergi melompat dari satu pohon ke pohon lainnya ke arah utara.


"Kenapa dengan kapten? ah sudahlah!" Amanda melakukan segel tangan.


"Makko Ryudan!"


Di Tempat Edward...


DOR! DOR! DOR! Edward langsung berhasil menghindarinya.


CRING!! Mata Edward langsung bersinar memerah mendengar suara itu.


"RAY!!!" Edward langsung mengeluarkan pedangnya dan akan menebas si reinkarnasi Jack the Ripper itu.


"Waw,.. meski kau babyface... rupanya kau sudah 23 tahun ya?" tanya Ray dengan topinya tersenyum menyeringai.


"Ck!!"


TRANG!! DOR! DOR! Bunyi tembakan dan pedang saling bergemuruh.


BRUK! Edward bersembunyi di batang pohon yang besar.


"Ayolah, jangan lari lagi... kau akan menemui malaikat maut sebentar lagi" kata Ray.


Edward langsung memasang cermin di pohon di depannya dan melihat bayangan Ray dari situ.


DOR! DOR! DOR!!! Edward menembakkan dari belakang ke arah Ray.


"Kau tahu? saking hebatnya aku, bahkan pistol bernama Ruger Super RedHawk. 454 Casull ini bisa berada di tanganku" kata Edward dan langsung memasukkannya di sakunya dan pergi.


"Ck... memang dasar bocah, dari dulu selalu menyusahkan" kata Ray.


Flashback Off....


"Begitu? jadi? alasan lari dari sana kenapa?" tanya Andra.


"Itu-... " belum selesai Edward bicara.


Tok! Tok! Tok!


"Masuk" kata Andra.


"Em.. permisi, saya di suruh untuk mengambil berkas di ruangan anda" kata Amanda.


"Oh ya, disitu... ada di kursi" kata Andra.


"Baik" kata Amanda.


Amanda akan mengambil berkas dan sedang menyusunnya.


"Alasan aku pergi karena setelah ku prediksi auranya sekali lagi, rupanya... aku mengetahui nama marganya yaitu Fujiwara" kata Edward.


DEG! Amanda sedikit berbalik dan langsung membawa berkas.


"Ng? kenapa?" tanya Pak Andi, Edward juga melihat Amanda.


"Ti.. tidak ada apa-apa, maaf.. Saya permisi" kata Amanda.


BLAM!


"Kenapa dia?" tanya Andra.


"Kenapa kau perlu bertanya? tentu saja dia kaget, karena dia adalah keturunan Fujiwara, sama seperti dirimu Andra... Andra, kau sedarah dengannya bukan? Fujiwara Hikaru? kau sedarah dengannya karena keluarga? keluarga jauh? atau yang lain?" tanya Edward dengan dingin dan bermuka kesal.


"Yah, saya sudah berpikir kau akan tahu cepat maupun lambat... tapi saya terkesan, meski ayahmu adalah berdarah klan Taira, kau memiliki DNA Silent, kenapa bisa tahu kalau... saya dan Yumna sedarah?" tanya Andra.


"Itu.. karena... "