The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
Season 3 Chapter 19 : Kaget



"Eh? Ra... Raja?" tanya Andra agak bingung.


"Saya hanya ingin bicara berdua dengan anda jangan sampai ada yang dengar" kata Amanda reaksi formal.


"O... Oh, ba... baiklah" kata Andra.


Akhirnya mereka pergi ke bunker, salah satu ruangan ada ruangan yang kedap suara, bahkan Radith pun dilarang menjaga.


"Jadi? mau bicarakan apa?" tanya Andra.


"Aku ingin bilang... apakah Kak Andra tahu Organisasi yang bernama Night Darkness?" tanya Amanda.


DEG!


"Eh? anu... ada apa sebenarnya? Organisasi apa? dan juga kenapa tiba-tiba membicarakan tentang..." Kata-kata Andra di potong.


"Aku memang tidak tahu.... tapi saat peresmian gedung pencakar langit saat tahun baru 2 bulan yang lalu... kenapa ada insiden? dan kenapa semua anggota Apartemen mengenal mereka? artinya itu berhubungan dengan kak Andra juga bukan?" tanya Amanda menyelidiki.


"Anu... jangan salah paham dulu, jangan sampai kan... " Andra memberhentikan kata-katanya sendiri.


****


"Ana... jangan tertipu, aku bisa tahu dia sedang mencoba mengalihkan perhatian" kata Aika dari dalam segel penjara.


"Aku mengerti" kata Amanda dengan batin.


****


"Aku sekarang sedang berbicara dengan Aika... aku harap kak Andra bisa memberikan jawaban.. " batin Amanda.


"Kak Andra tidak apa-apa jika tidak bisa menjawab, itu artinya kak Andra berarti sekarang berada di dua pilihan... pertama, kak Andra tidak tahu sama sekali. Yang kedua, Kak Andra tahu tapi tidak ingin memberitahu aku, dan berusaha mengalihkan perhatian" kata Amanda.


Andra terdiam tapi kaget melihat Amanda duduk di lantai, tepat di depan Andra.


"Kak Andra, aku tahu kalau Kak Andra adalah seorang Raja... punya banyak rahasia, maaf kalau aku hanya seperti ini.. padahal kita baru bertemu, aku sama sekali ngga memaksa kok, kakak tahu ataupun ngga tidak mengapa, karena aku sama sekali tidak punya wewenang akan hal ini... Rahasia tetaplah rahasia, tidak bisa di beritahu orang lain kecuali izin si penyimpan Rahasia, aku tidak memaksa, tapi aku percaya pada Kak Andra, kalau apa yang kakak lakukan Insya Allah pasti benar, berhasil, dan yang terbaik untuk semuanya" Jelas Amanda sambil tersenyum.


Andra menatap adiknya dengan agak terbelalak dan menyadari di wajah adiknya terlihat sedikit bayangan.


"Eh!? Ma... Mama!?" batin Andra.


Andra mengedipkan matanya beberapa kali untuk memastikan


"Kak Andra? ada apa?" tanya Amanda.


"Ah... ngga, maaf ya... kak Andra bukannya ngga bisa jawab, tapi hanya entah tidak bisa memilih dan menjawab begitu" kata Andra.


"Tidak apa... aku hanya bertanya, bertanya saja kok" kata Amanda sambil tersenyum.


"Begitu? kalau gitu.. mau nonton film ngga?" tanya Andra.


"Boleh!"


"Tapi.. kakak akan keluar dulu, ke dapur untuk menemui seseorang, jika mau ke kamarmu, naik saja lift kapsul, nanti akan langsung ke ruang kumpul anggota, Lift itu rahasia kok" kata Andra sambil menunjuk lemari.


"Eh!? I... ini kan lemari kak?" tanya Amanda.


"Ya, buka saja... soalnya nanti kamu akan terhubung dengan dinding yang menutupi Lift itu" kata Andra.


"Gitu ya? ok kak, makasih" kata Amanda.


"Ya" Andra langsung keluar untuk menemui seseorang di dapur Rosement.


Di dapur Rosement...


Radith dan Vandro tengah menunggu Andra tanpa saling menatap satu sama lain.


"Hei gondrong! mana Andra!? kalau tahu lama ngga usah bilang cepetan!" kata Vandro dengan sinis.


"Dengar ya, apakah kita bisa lebih sopan sedikit? aku sama sekali tidak mengejek atau membuat masalah denganmu sekalipun saat ini" kata Radith.


"Ukh!"


"Halo! udah pada ngumpul? lama ya nunggu?" tanya Andra.


"Gimana Vandro? ku dengar kau tidak makan masakan Rahmat tadi pagi? juga agak ada keributan dengan seorang karyawan ya?" tanya Andra.


"Aku... ngga tahu kenapa aku kelepasan gitu" kata Vandro.


"Jangan gitu Ndro, kau masih ada aku untuk menghibur kan? atau kau butuh libur? aku bisa memberimu cuti beberapa saat sampai kau lega mungkin? atau apa?" tanya Andra.


"Ngga Ndra... ku ngga butuh apapun dari mu... ini soal harga diri, bukan soal yang bisa di utarakan hanya dengan perundingan" ujar Vandro.


"W... wah, anak didik ku ini sudah terlalu formal dan rasional.. " batin Andra.


"Kalau emang gitu mau mu baiklah, kau harus lebih kuat dan percaya diri, ada aku disini bukan?" tanya Andra.


"Iya sih" kata Vandro.


"Baiklah, mungkin kau butuh pelukan? aku juga sedang butuh kalau sedang gusar, tapi hanya bisa meluk boneka atau bantal guling" kata Andra sambil memeluk Vandro.


"E... Eh!? Anu! ini memalukan tahu!" kata Vandro.


"Kau bisa bilang tidak jika kau merasa ngga nyaman" kata Andra.


"Ah... itu, gitu ya"


"Lalu? apakah kau sudah meluk adikmu sendiri?" tanya Vandro.


"Be... Belum" kata Andra.


"Kalau gitu peluk dia juga! biar adil dan makmur" kata Vandro.


"Gitu ya?"


Sementara itu di tempat Amanda...


"Tidak ada yang mengawasi... game ini juga kurang seru" batin Amanda.


"Ng? telepon? nomor tidak di kenal?" gumam Amanda.


"Assalamu'alaikum? ini dengan siapa?" tanya Amanda.


📞"Wa'alaikummussalam, saya Nobita temannya Doraemon yang punya kantong ajaib, semua bisa di kabulkan dengan kantong ajaib dari abad 22"


"Duh, ngaku aja kalau ini kau Erlan!" kata Amanda.


📞"Ya elah, aku tahu kok... oh ya, gimana kabarmu?" tanya Erlan.


"Hihi... baik kok Alhamdulillah" kata Amanda.


📞"Oh... gitu? lalu gimana dengan luka-lukamu yang kau dapatkan di insiden geng cakar naga?" kata Vian yang memakai Handphone suara Erlan dengan kesal.


"Oh... Eh!!? Kau tahu darimana!?" tanya Amanda.


📞"Ah.. A,, anu... dari Vian kok!" kata Erlan.


"Dasar Vian... mulut ember!!!" batin Amanda kesal.


📞"Yang intinya kenapa kau menyembunyikan itu dari ku? bahkan saat kau terkena tembakan?" tanya Erlan.


"Ah... aku lupa" kata Amanda.


"Kelewatan si Vian, ngasih tahu sih iya! tapi jangan tentang kena tembakan juga napa!!" batin Amanda.


📞"Lupa atau pura-pura?" tanya Erlan.


"Anu! udah deh! oh ya, aku ingin tanya.. kapan kau pulang?" tanya Amanda.


📞"Dalam kurung waktu yang tidak dapat di tentukan kapan, Shizuka" kata Erlan.


"Ale? ngatain aku Shizuka pula" kata Amanda.


📞"Shizuka kan istrinya Nobita di masa depan" kata Erlan.


"Lah iya! terus... Eh!?" Amanda sadar apa yang di katakan dan di maksud Erlan.


📞"Ng? kenapa?" tanya Erlan.


BLUSH


"Ng... ngga apa-apa" kata Amanda.


📞"Kalau aku pulang, mau nitip apa? emas? Berlian? permata? batu bulan?" tanya Erlan lagi.


"Jangan ngawur! ng... aku pengen minta bawain beberapa tangkai bunga Zinnia kuning ya" kata Amanda.


📞"Zinnia kuning? Oh,... Eh!?" tanya Erlan kaget.


BLUSH


"Ada apa?" tanya Amanda.


📞"Ng... Ngga kok" kata Erlan.


"Ya udah, ku titip bunga Zinnia nya ya, jangan lupa, sudah ya... Assalamu'alaikum" kata Amanda sambil mematikan telepon.


Sementara itu di kamar No. 8...


"Eh! tunggu Nda!" kata Vian yang telepon di matikan.


TUT!


"Aku tahu... tapi bunga Zinnia, duh!!" kata Vian yang Blushing.


"Ng? Pesan?" gumam Vian.


**Amanda.


Tapi Erlan, nama Nobita buat mu itu norak**


****


"Su... Sudah kuduga"