The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
Season 3 Chapter 3 : Rahasia yang perlu di ketahui



Sebelum kejadian....


"Kak Andra, mata Silent itu apa?" tanya Amanda.


"Mana mungkin aku harus bilang, kalau mata itu di dapat karena kami memegang segel yang ibu dan Ayah segel dulu... aku sudah mendengar semua yang terjadi kenapa ibu dan Ayah bisa tiada dari Pak Andi... " batin Andra.


"Ah... hanya mata biasa, nanti kamu juga tahu" kata Andra.


"Begitu ya, kalau begitu, ada ngga? lemari buku? aku mau baca buku'? " kata Amanda.


"Wah... suka baca buku ya? kalau begitu, pergi saja ke ruangan itu, disitu ada banyak buku" kata Andra.


"Oh.. makasih kak" kata Amanda.


Akhirnya Amanda memasuki ruang baca.


"Banyak sekali buku" gumam Amanda.


"Ng? buku apa ini? di tempatkan disini...." gumam Amanda sambil melihat buku itu.


"Lumayan, ku baca deh"


"Eh? ini tentang masa lalu Kerajaan Carna?"


Suatu hari... seorang Raja generasi ke 2 keluarga Ameera menikah dengan seorang wanita yang bukan dari keturunan bangsawan, dia memiliki anak laki-laki, suatu hari istrinya kelahiran anak kedua perempuan, selama ini.. di keluarga Ameera belum pernah punya keturunan perempuan. Akhirnya mereka berbahagia mengetahui hal itu... tapi sebenarnya, Ratu adalah seorang Shinobi dari Klan Fujiwara... Raja juga adalah seorang Shinobi karena menekuni pendidikan akademi Shinobi di dimensi lain.


"Maksudnya apa ini!? cerita Ayah dan ibu kah... " batin Amanda.


Ratu adalah seorang Terano Ryu, Terano sendiri adalah orang yang memegang arwah seorang Shinobi hebat yang memisahkan antara Raga dan Jiwanya untuk tetap hidup di dalam sebuah wadah.


Akhirnya pada suatu hari... Raja dan Ratu pergi menghadapi sebuah musuh hebat, akhirnya mereka hampir sanggup mengalahkannya, tapi sialnya sang musuh malah mengaktifkan dan mengeluarkan arwah terkuat yang sedang bersemayam di tubuh Ratu, arwah itu keluar dan mengamuk di dimensi Shinobi, para arwah yang menggunakan mode Terano sendiri di sebut Kara.


Kara yang satu ini sangat kuat, dia di sebut Ryu, atau nama aslinya adalah....


"Fu.... Fujiwara Aika!!?" batin Amanda.


Satu-satunya yang paling kuat diantara yang lain, memiliki sebuah tongkat yang digunakan untuk melawan dan mempertahankan diri, dia adalah Ratu Shinobi, tidak di jelaskan kenapa dia memiliki gelar itu.


Akhirnya dia mengamuk, Raja dan Ratu berusaha menghentikannya, Ratu hampir kehabisan tenaga karena tengah mengendalikan Ryu dengan Mana yang dia punya, sedangkan Raja yang sudah memasang Perisai agar Ryu tidak membuat keributan tengah mengamankan Putra Putrinya.


Raja yang memutuskan ingin menyegel Ryu kedalam tubuh Putrinya dan memberikan kendali Formula segel ke Putranya yang sedang di hipnotis akhirnya rencananya itu di tentang oleh Ratu, akhirnya mau bagaimana lagi... Raja dan Ratu sepakat untuk menyegelnya di dalam Putra Putrinya.


Ryu sangat marah mendengar hal itu... langsung dengan cara terakhir ingin menusuk sang Pangeran dan Putri dengan tongkat miliknya, tapi sayangnya Raja dan Ratu memasang badan untuk melindungi Putra Putrinya tercinta, akhirnya tertusuk tepat di bagian jantung, dan mengucapkan beberapa kata terakhir untuk Putra Putrinya dan langsung menyegel Ryu di dalam Liontin Sang Putri dengan sisa tenaga mereka lalu menyerahkan kendali Formula segel kepada Pangeran lalu meninggalkan dunia ini untuk selamanya.


Amanda bergetar mendengar hal itu.


"A... apa, maksudnya!?" gumam Amanda.


SING! Tiba-tiba buku itu bersinar.



SING!


****


"Eh!? Aku dimana!?" gumam Amanda melihat di suatu tempat.


"Eh!? Ini di istana kerajaan Carna, kenapa bisa disini!? a... ada Prajurit!" Kata Amanda.


Tapi sungguh mengejutkan dia tembus pandang.


"Jadi... ini mungkin hanya memori dan cerita dari buku itu! aku mungkin hanya perlu mengikuti alur cerita dan apa yang terjadi... di masa lalu" gumam Amanda.


Sementara itu Andra...


"Ana kenapa lama ya? apakah aku perlu cek?" gumam Andra.


"Ng!? Aura ini... " batin Andra langsung ke ruang buku.


"Hah!!? Ana!!" Seru Andra yang langsung menghampiri Amanda yang kaku tidak bergerak dengan mata terbuka, tapi di tangannya ada buku yang dia baca.


"Ana!! Sadarlah!!! Ana!!"


"Ng!? Eh! Buku ini!!! Jangan bilang..." gumam Andra.


"Tuan! ada apa!?" tanya Radith.


"Gawat!" kata Andra.


"Eh!? Nona!" ucap Radith.


"Aku harus fokus untuk melihat apa yang ada di pikiran Ana... aku harus perlahan agar bisa mengontrol.. " batin Andra yang langsung berkonsentrasi dengan menutup matanya, lalu meletakkan tangannya di atas dahi Amanda untuk melihat.


****


"Ana" panggil Andra.


"Eh!? Kak Andra sedang apa disini!?" tanya Amanda.


"Aku yang harusnya bertanya seperti itu, kakak tidak bisa membawamu keluar, jadi harus mengikuti sebagian alur cerita, kakak harus mengumpulkan Mana agar bisa kembali ke dunia nyata, ini hanya dimensi memori" kata Andra.


"Begitu"


"Ayo, lalu kita keluar dari sini"