
SEMBYUUR!!!! Randi tak sengaja menyemburkan minumannya dari mulutnya karena kaget melihat wajah nyeremin Sembilan.
"Pak... Randi ngga apa-apa kan? mau sapu tangan?" tanya Amanda mengulurkan sapu tangannya.
"Tidak... perlu" kata Randi yang malu karena pertama kali seumur hidupnya wajah cool miliknya rusak di depan perempuan.
"Ya Ampun Randi.... " kata Rahmat.
"Kak Sembilan! selamat kembali Kak" kata Amanda tiba-tiba ceria.
"Wah, Manda ada apa? kok ceria gini?" tanya Sembilan.
"Haha, ngga apa-apa Kak, hanya sedang senang aja kok" kata Amanda.
"Hoo, saya dengar semalam kalau Manda sedang mimpi aneh, mau cerita ngga?" tanya Sembilan.
"Cerita aja Nda, aku ke dapur dulu, mau nyiapin makan siang" kata Rahmat.
Tinggallah Randi, Amanda, dan Sembilan di saung... Eits! tapi Pak Andi tadi ikutan ke saung, jadi Pak Andi juga.
Setelah menceritakan semuanya ke Sembilan....
"Oh, jadi gitu" kata Sembilan.
"Tapi aku tenang karena itu hanya mimpi" kata Amanda tersenyum.
"Tapi Manda tadi bilangnya, sudah sering terjadi kan? apakah tidak aneh? jika mimpi itu biasa saja... apakah tidak aneh mimpi itu berulang kali?" tanya Sembilan.
"Bagaimana jika wanita yang Manda mimpi kan itu nyata? Manda mungkin saja pernah bertemu wanita yang di mimpi kan Manda itu, hanya saja mungkin Manda lupa" kata Sembilan lagi.
DEG! Amanda jadi kaget mendengar perkataan Sembilan.
"Apakah Mendiang Ibu angkat Manda tidak menyembunyikan rahasia yang lebih besar dari itu? mungkin Ibu Manda tahu rahasia tapi menyembunyikannya dari Manda" Ujar Sembilan menambahkan.
"Sst! jangan bicara dulu, apakah ini bukan hal yang terasa lebih dari kata 'Aneh'?" tanya Sembilan.
"Se... Sembilan" kata Randi karena Sembilan sudah blak-blakkan.
"Bagaimana jika dia nyata? ya, sosok perempuan yang menyeramkan itu adalah orang yang nyata?" tanya Sembilan lagi.
"Kau mungkin punya Keluarga angkat, apakah ia tak mengatakan apapun padamu?" tanya Sembilan.
"Kak Arka.... aku sudah tidak bertemu dengannya lagi, ia sedang di Malaysia bersama Istrinya.... saat Ibu tiada pun Kak Arka seperti terlihat gerutu dan kecewa pada Ibu, dan hanya mengatakan permintaan maaf kepadaku lalu warisan Ibu semua jatuh kepadaku, padahal aku bukan anak kandung nya.... " batin Amanda.
"Pernahkah itu terlintas di kepalamu?" tanya Sembilan.
"Jika Wanita seram itu nyata, akan lebih masuk akal bukan? makanya kau takut sekali pada sosok itu, Ibumu bilang hanya mimpi buruk? kenapa disimpulkan seperti itu? Dan lagi, apa yang Ibumu takutkan Manda? Serta satu lagi, kamu kesini buat apa Manda?" tanya Sembilan.
"Aku..... Itu... " Belum sempat lagi Amanda bicara.
"Pikirkan Baik-baik ya Manda, Dan ingat!, jangan beritahukan hal yang tidak perlu pada orang yang tak ada hubungannya, Rahasiamu adalah hartamu"
"Kalau kamu pikir saya bisa di percaya, datanglah ke saya kapan pun untuk berdiskusi" kata Sembilan sambil melangkah pergi.
"Lain kali ada yang ingin saya ceritakan sebuah cerita yang sangat menarik, mungkin kamu mau dengar, lain kali bersiap yah Manda" kata Sembilan dan pergi.
Pak Andi hanya melirik Sembilan dengan agak curiga, sedangkan Amanda hanya bingung setelah apa yang dikatakan Sembilan.
Di Kamar No 10....
"Kalau memang benar apa yang di katakan Kak Sembilan... bagaimana? tapi aku masih bingung, apa sebenarnya hubungan Raja dengan Kakakku" kata Amanda berpikir.
"Apa... maksud dari Kak Sembilan, mungkin aku harus... Eh!? Pesan dari Zaki!? apa!? wah... makasih Zaki" batin Amanda sambil tersenyum.