
Akhirnya Amanda dan Vanora kembali ke kamar Toni.
"Yo! kita dah balik!" kata Vanora.
"Grrr" Toni menatap Amanda dan Vanora seakan-akan ingin menerkam.
"Ng.. Ka-.. Kak Vanora, itu kak Toni kenapa dah?" tanya Amanda.
"Mene ke tehe! kita kan sama-sama dari luar, Ra! kenapa ini?" tanya Vanora sambil menatap Nera.
"Haha! cuman ngomong aje kok" kata Nera.
"Ng.. Kak Toni, kita pulang dulu ya" kata Amanda.
Toni tidak menatap mereka ataupun membalas perkataan Amanda sama sekali.
Kak Toni masih saja begitu.. kenapa ya? Kak Nera emangnya ngomong apa ke kak Toni?
Di dalam mobil...
"Wah! jangan pulang ke Rosement dulu deh! ke mall dulu gimana? mau ya?" tanya Nera.
"Wah boleh tuh" kata Vanora.
"Aku kayaknya setuju deh kak, soalnya kata Pak Randi... Gegar otakku sekarang udah nggak parah, tapi masih perlu di perban di sekeliling kepala, tanganku juga hanya perban elastis saja sekarang, ngga perlu perban segitiga, jadi... aku bisa ke mall tanpa repot" kata Amanda.
"Wah! bagus dong! sekalian rayain sembuhnya Amanda!" kata Vanora.
"Ahaha... aku belum sepenuhnya sembuh kok, buktinya perban kepala masih ada di kepalaku meski tertutup jilbab" kata Amanda.
"Iya sih, Ya udah kita ke mall aja, tapi tetap bawa kursi roda, takutnya ntar Amanda kenapa-napa gimana coba?" tanya Vanora.
"Ya... "
"Oh ya Amanda, kamu belum masuk kantor? setidaknya kamu akan izin atau kenapa bukan?" tanya Nera yang duduk di sebelah Amanda.
"Eh... aku belum di panggil sama atasanku kak" kata Amanda.
"Oh.. kalau mau izin, sama Andra aja, dia kan Presdir langsung" kata Nera.
"Ah.. ha.. ha.. ha, i... iya juga sih" kata Amanda.
"Aku ngga tahu... apa yang akan terjadi jika Kak Nera tahu aku seorang Ameera? bagian dari keluarga bangsawan? adik kandung orang yang pernah dia lukai, apakah Kak Nera tidak akan berbicara padaku karena berpikir aku sudah mempunyai kekuasaan dan bisa menghukumnya?" batin Amanda.
Sementara itu di Kantor....
"Wah, anda sudah lama tidak masuk ya Pak GM... kami terkejut mengetahui kalau anda jadi korban insiden geng cakar naga! kami sempat kaget melihat ada insiden dan langsung menutup semua pintu kantor" kata karyawan-karyawan yang menyambut Vandro.
"Ya, begitulah... tapi saya sekarang sudah merasa sehat kok" kata Vandro sambil memegang sebuket bunga yang dia terima dari para karyawan yang menyambutnya.
Dari jauh....
"Yo!" ada seseorang yang menyapanya dari jauh.
"Ali... " batin Vandro.
Flashback On...
Beberapa hari yang lalu setelah pulang dari rumah sakit, aku menceritakan tentang Ali pada Andra di ruang tamunya.
"Tentang Ali? kau jangan sampai terikat dengannya, dia hanya ada kontrak denganku... jangan jadikan Ali sebagai musuh buatmu, tapi jangan juga kau nyaman hingga tidak waspada dan terlena dengannya" kata Andra.
Di Ruangan Vandro..
"Mas Adi... ini ada kue-kue di bingkisan, silahkan" kata Vandro sambil membawa bungkusan makanan dari Vanora
"Eh? bungkusan makanan kue-kue ini kan sudah lama sekali tidak di jual lagi" kata Aditya.
"Eh? masa? benarkah?" tanya Vandro, dia yakin kalau Vanora tidak berbohong.
"Ya, apa ini penipuan? karena ini sudah lama sekali tidak ada" kata Aditya.
"Ng... katanya dia dapat dari toko khusus" kata Vandro.
"Kalau gitu, saya telepon dulu saudara pemilik owner nya ya" kata Aditya.
"Ya, mungkin ini di buat oleh owner baru" kata Vandro.
"Ya.. ini lagi di telepon"
📞"Halo? Aditya? kenapa telepon"
"Oh... Mas owner, saya ingin tanya... untuk produk kue yang ada ini emang sudah lama ngga ada, ini penipuan atau ngga ya? soalnya teman saya bawa produk merek sama" kata Aditya.
📞"Oh gitu, ngga sih... sudah lama memang kami berhenti, tapi ada wanita usia yang terbilang cukup muda ingin jadi owner barunya, tapi tanpa di jual.. katanya buat anaknya, jadi dia minta resep agar bisa ngirimin itu buat anaknya, karena anaknya suka kue itu"
"Tanyakan siapa Owner barunya" bisik Vandro ke Aditya.
"Jika memang sudah lama, aku akan minta Vanora untuk membeli yang Original saja, jangan yang recehan" batin Vandro.
"Si... siapa nama Owner barunya?" tanya Aditya.
📞"Ng... nama Owner barunya, Bella... Ya! Bella"
"BELLA!!?" batin Vandro sangar syok mendengar nama itu.
Sementara itu....
"Wah! akhirnya, setelah makan kita langsung pulang ya... capek banget" kata Nera.
"Ok!"
"Ng? Vandro ngirim pesan? tumben... " batin Vanora sambil mengecek Ponsel nya.
Vandro
Malam nanti, temui aku di tangga besar Apartemen
"kenapa ya? ini kan hanya bertemu... tapi kenapa ku deg-degan seperti ini ya... " batin Vanora.
Malam Harinya...
Vanora sedang menunggu Vandro di bawah tangga besar Apartemen.
Vandro akhirnya datang dan berdiri di tangga atas.
"Lho? Dro? ada apa? kok tiba-tiba mau ketemuan?" tanya Vanora.
"Vanora... ini sebenarnya kau dapat darimana? jangan pura-pura bohong kau!" kata Vandro sambil menunjukkan tas bingkisan isi kue-kue.