The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
Season 2 Chapter 84 : Pertikaian Cakar naga (2)



"Vian!!!" Kata Amanda yang kaget.


"Hngk! le... lepas!" kata Vian yang tercekik.


"Kenapa rekanku terluka? apakah karena kau gondrong?" tanya seseorang, Rey!.


"Rey... aku" ucap Z.


Rey mengambil botol dari tas pinggang belakangnya.


"Nih! ambil, kalau kau terlalu lengah kau ngga perlu jadi anggota, karena aku ngga butuh anggota yang lemah" kata Rey.


"Huh!"


DUAK! BRUK! Rey langsung tumbang karena tendangan Amanda, dan Vian terlepas dari cekikan Rey.


"Sepertinya kau yang lemah ya?" tanya Amanda.


"Berani-beraninya kau... " kata Rey yang terluka.


"Vian! kau ngga apa-apa kan!?" tanya Amanda.


"Ya, begitulah" kata Vian.


"Ayo! terus kita harus... Waaa!!!" Rupanya Rey memiringkan kakinya menjadi tendangan samping dan menjatuhkan Amanda.


"A... aduh!"


"Amanda!"


"Kau akan dapat balasannya!" Rey langsung ingin menginjak Amanda dengan kaki kanannya, tapi Amanda dengan cepat langsung menendang kaki kiri Rey hingga Rey kehilangan keseimbangan.


"Dasar!" mau bagaimana lagi? Rey tentu langsung menyerang Amanda dengan meninju wajah Amanda tapi Amanda berhasil menahannya dengan mata senyap.


"Tu... tubuhku... " gumam Rey.


"Ma... mataku tidak bisa bertahan lebih lama lagi!!! bagaimana sekarang? jika aku terlalu kuat memberikan reaksi mata senyapku aku akan juga ikut tidak bisa bergerak, bahkan tenagaku hampir.... habis" batin Amanda yang hampir jatuh karena tenaganya terkuras.


Karena terlalu sibuk, Vian sedang beradu dengan Z, tapi Vian terlalu lengah, jadi Vian berhasil di rubuhkan, sekarang Amanda akan di serang dari 2 kubu dengan kondisi tubuh tak bisa terlalu banyak gerak.


"Amanda! bagaimana sekarang!? " batin Vian.


Sementara itu Vandro...


Ricuh, banyak sekali warga yang terkena serang oleh para anggota geng cakar naga gadungan.


"Bagaimana!!? bisa hubungi mereka ngga!?" tanya Vandro yang tengah berlari bersama seorang staf.


"Ngga bisa! apa jangan-jangan mereka terkena tabrakan!?" tanya staf.


"Terus hubungi!" kata Vandro sambil melawan beberapa anggota geng cakar naga dengan begitu mudah nya.


Sementara itu Andra....


"Bagaimana? apakah kita sudah mengirim mobil Van? juga beberapa helikopter! jangan lupa juga ambulans!" ucap Andra yang gelisah.


"Nak Andra, tenanglah" kata Pak Andi.


"Bagaimana saya bisa tenang Pak Andi!?" tanya Andra yang terus saja memikirkan adiknya.


"Aku akan pergi ke lokasi!" ucap Andra.


"Jangan Nak, warga hanya akan menyulitkan mu karena teritori tempat kerusuhan ada di 4 titik" kata Pak Andi.


"Lebih baik Nak Andra di sini dan mengarahkan saja" ucap Pak Andi.


Grrt! Andra menggeramkan tangannya.


Lanjut ke kondisi Amanda...


TRAANG!!! Salah satu staf Apartemen datang dan memukul Z, Amanda melepaskan mata senyapnya karena sudah tidak kuat.


Alhasil Vian langsung ingin menolong Amanda, tapi dia terkunci oleh Rey.


DUAK! Amanda sempat melakukan tendangan berputar, Rey jadi kewalahan tapi Vian masih terkunci.


"Amanda!!! Lari! di sana ada Vandro!!!" Seru Vian.


"Ta... tapi"


"CEPAT!!!"


Mendengar bentakan itu aku langsung pergi tanpa berkata-kata.


"Hei! jangan lari kau!!" kata Z yang mengejar, si staf berhasil di lumpuhkan.


"Gawat! tolong!!! dia mau melukaiku!!!" teriak Amanda.


"Berhenti! akan ku buat kau buta!!" Seru Z.


BUAK! Amanda berhasil menendang si Z, tapi tenaganya terlalu lemah jadi Z tidak terlalu kenapa-napa, dan Z akan menyerang.


Tiba-tiba....


Duk!


"Siapa!? siapa yang mau kau buat buta!? siapa!? siapa yang mau kau lukai!? jawab!!" kata Vandro sambil melukai Z.


"Hah! Pak Vandro" ucap Amanda.


Tiba-tiba ada yang datang dan ingin melindungi Amanda.


"Hah!? Kak Rafa!!!" kata Amanda.


"Ya?"


"Pak Vandro! Vian masih di belakang!!!... Eh?"


"Kamu ngga apa-apa kan!!? ngga ada yang luka!?" tanya Vandro sambil memegang kedua ujung bahu Amanda.


"Ngga! tapi tolong Vian, dia masih di belakang! melawan anggota geng cakar naga!!!" kata Amanda yang membuat Vandro kaget.


Sementara itu Vian...


"Ukh!" Vian sudah kesakitan, si staf sudah pingsan karena berhasil di lumpuhkan.


"Ng? Foto ini... Hei kau gondrong! kau kenal si cewek berjilbab tadi kan? kalau gitu apakah kau juga kenal Nera?" tanya Rey melihat foto Amanda, Nera, dan Vanora.


"Hah!? Nera!? Tu... tunggu!!! sebelumnya pelayan yang menjadi anggota geng cakar naga tadi menyebutkan nama orang ini... Rey!" batin Vian.


"Rey, hanya dia yang parasnya persis dengan Toni" Vian mengingat kembali perkataan Nera.


"Dia kah? orang yang di maksud dan di cari Nera? " batin Vian sambil menatap Rey.


"Bagaimana? kau kenal Nera ngga?" tanya Rey.