
"Hah?? apa-apaan kau Andra!!?" tanya Rafa kaget mendengar suara Andra.
"Yang mulia Raja!?" tanya Amanda.
"Raja Aliandra!?" Kata Bima sambil kaget.
📞"Benar! ini saya, saya sudah pulang, dan akan mengarahkan kalian" kata Andra lewat telepon.
"Apa!? seenaknya pergi tanpa kabar, dan kau ingin memberi perintah begitu saja!?" tanya Rafa.
📞"Sudahlah, kalian bisa mengurus itu nanti, sekarang bagaimana keadaan kalian?" tanya Andra.
"Andra! Amanda itu sebenarnya siapa!? apa jangan-jangan dia itu Ana-.... " belum selesai Rafa bicara.
📞"Rafa! jangan bicara yang tidak-tidak! siapa yang bersama kalian? Hati-hati dalam bicara!" kata Andra memperingatkan.
"Hah!? Apa!? hanya aku, Amanda, dan Bima kok!" kata Rafa.
"Andra! Amanda itu siapa sebenarnya!?" tanya Rafa sekali lagi.
📞"Rafa! sudah ku bilang ini bukan waktunya!" Ujar Andra.
"Pak Presdir, saya tidak tahu apa sebenarnya yang Anda rencanakan, jadi saya ingin bukti dan apapun yang anda kumpulkan saya minta itu ingin di buktikan! saya ingin tahu, tapi jika anda berbohong dan mempermainkan saya, saya tidak akan pernah mau berkaitan dan berhubungan dengan anda juga dengan Apartemen itu lagi" kata Amanda.
"Haah" Andra menghembuskan nafas pelan mendengar ucapan Amanda.
📞"Baiklah, saya punya buktinya, tapi kalian harus selamat terlebih dahulu" kata Andra.
"Beliau punya buktinya... " batin Amanda.
📞"Amanda, Vian mengawasi Ponselmu dengan Laptopnya, jadi tetap awasi Ponselmu" kaya Andra.
"Tentu!" kata Amanda yang mengerti.
"Dari tadi orang dengan baju kuning ini mengikuti mobil kami terus" batin Bima menaruh rasa curiga saat melihat dari kaca spion orang dengan berbaju kuning yang menaiki motor.
"Lakukan" kata Orang bermotor itu.
Tok! Tok! Orang itu mengetuk kaca Bima.
"Maaf, itu ban mobil anda" kata orang itu.
"Ban?" tanya Bima merasa aneh.
Orang itu langsung menyelip dan tentu saja Bima kaget.
Ckit!! Bima mengerem mendadak karena itu.
"Wa!! dasar tu orang cari mati ya!?" tanya Rafa.
📞"Kenapa!? apa yang terjadi?" tanya Andra.
"Ada yang menyelip mobil kami" kata Amanda.
Klang! mereka melempar kaleng berisi bom asap.
"Hah!? asap!?" tanya Rafa.
"Asalnya dari bawah mobil! Jangan-jangan ada yang terbakar!?" kata Amanda.
"Kalian tunggu sebentar! aku akan turun untuk memeriksa" kata Bima.
"Kenapa perasaanku ngga enak ya?" batin Amanda.
5 menit kemudian...
Rafa dan Amanda merasa ada yang aneh kenapa Bima lama sekali?
"Bima kenapa lama sih!?" tanya Rafa.
"Jangan-jangan terjadi sesuatu?" tanya Amanda yang matanya langsung berwarna hijau.
📞"Kalian berdua harus tetap waspada, jangan lengah" kata Andra.
"Aku akan memeriksa, tunggu disini" kata Rafa sambil membuka pintu mobil, rupanya ada kejutan yang menanti Rafa.
"Awas!!!!" Seru Amanda memperingati.
BUK! tapi sayangnya terlambat, wajah Rafa di pukul dengan gagang pisau.
Sreet!! Rey mendorong Rafa hingga menekan Amanda dan masuk ke dalam mobil.
"Aah! aku harus... membuka pintu!" kata Amanda.
DUK! ada orang bermotor yang menahan pintu itu agar tidak bisa terbuka.
"Eh!? ada yang nahan!?" kata Amanda lagi.
"A... aduh!" Rafa meringis kesakitan sambil memegang wajahnya.
"Aku dengar juga sih suara ini.. tapi dia juga nyebut nama itu juga, tapi kenapa firasatku mengatakan kalau yang menelpon ini si Aliandra Jaffan Ameera? Raja kita?" tanya Rey tersenyum menyeringai sambil memegang ponsel Bima dengan pisau di tangannya.