The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
Season 2 Chapter 12 : Vian dan Amanda (2)



"Karena..... " Vian memberhentikan kata-katanya.


"Hm? karena Apa Vian?" tanya Amanda.


"Karena, Detective Conan The Movie bagus, jadi Happy Ending" kata Vian dengan memalingkan wajah.


"Apa? jadi hanya itu saja?" tanya Amanda dengan kaget.


"Begitulah" kata Vian.


"Ng? Line dari Nina?" batin Amanda sambil melihat Handphonenya.


Nina My Bestfriend....


Amanda sayang,....


Barakallahu Fii Umrik ya ☺.


Yang ke-19 tahun ni yeee....


Akhirnya usia kita sama.


Hadiahnya di depan rumahmu ya.


16.45


From Line....


"Makasih Nina" batin Amanda dengan tersenyum senang.


"Oh ya, Bocah" kata Vian.


"Aku bukan Bocah!!" kata Amanda.


"Anu.... kita akan nonton yang mana lagi?" tanya Vian.


"Ya Mana ku tahu terserah, yang penting tidak ada Pornografi nya!" kata Amanda dengan memberi syarat.


"Aku ngga tertarik pada sesuatu yang berhubungan dengan Pornografi lho!" kata Vian.


Jam 16.50....


"Duh! kita masih punya waktu 1 jam 10 menit lagi!!!" kata Vanora.


"Gimana Kue nya Van?" tanya Randi.


"Tunggu 30 menit lagi" kata Rahmat.


Ditempat Pangeran....


"Tuan, saya dapat kabar dari Vandro, kalau Amanda berulang tahun yang ke-19 tahun hari ini" kata Radith.


"Oh? adikku sudah besar rupanya ya" kata Andra.


"Apakah tuan akan memberikan hadiah?" kata Radith.


"Ya tapi karena kondisi ini, aku ingin 'mereka' yang melakukannya" kata Andra.


"Apakah Tuan yakin? 'mereka' adalah musuh bebuyutan kita bukan?" tanya Radith.


"Ya, meski begitu aku masih berutang budi kepada 'mereka' , karena orang tua mereka tiada demi menyelamatkan ku dan adikku saat insiden di istana pada 18 tahun yang lalu" kata Andra dengan memalingkan wajah.


"Tentu Tuan, akan saya hubungi 'mereka' saya usahakan secepatnya " kata Radith.


"Ya, secepatnya Radith" kata Andra.


lanjut Ke Amanda dan Vian....


"Duh! sudah jam 17.00! aku ke kamar dulu ya Vian" kata Amanda.


"Eh... tunggu sebentar lagi!" kata Vian.


"Aku belum mandi dan sholat Ashar" kata Amanda.


"Oh Ya udah, tapi jangan ke mana-mana sehabis dari kamar dan langsung ke sini" kata Vian.


"Lho? memangnya ada apa?" tanya Amanda.


"Eh.... A.... Anu! itu.... disitu ada perbaikan! kita akan lewat jalan lain! kau kan belum tahu jalan lain" kata Vian dengan gugup.


"Oh, ya udah" kata Amanda dan pergi.


"Kenapa.... aku kayak cemas ya kalau si bocah ini ngga akan lewat dapur?" batin Vian.


"Filmnya seru" gumamnya.


Ditempat Amanda....


"Kenapa ya Vian? aneh seharian ini" kata Amanda dengan memikirkannya.


Selesai Mandi dan Sholat, Amanda mengemasi kamarnya dan bermain Laptop sebentar, dan lanjut keluar kamar untuk menemui Vian.


Di Wall Vian....


"Vian!" panggil Amanda.


"Ng?" tanya Vian.


"Aku ke dapur ya, udah makan malam" kata Amanda.


"Ng?" tanya Vian sambil melihat arlojinya.


"Jam 18.00 ,ngga ada kabar apa-apa dari mereka! kenapa? mereka belum siap apa?" batin Vian.


"Eh.... anu.... begini.... ayo deh! tapi kita lewat jalan lain dulu ya!" kata Vian.


"Oh... Ok" kata Amanda.


Akhirnya Vian dan Amanda melewati bawah rumah HRM dan tiba-tiba.....


"A.... Apa itu Vian!!?? asap putih apa di puncak Rooftop!!??" tanya Amanda dengan menunjuk kaget.


"APA!!!??" tanya Vian dengan kaget.


"Me.... mereka ngga memberi tahu aku tentang hal ini!! pasti ini diluar rencana atau ada yang membobol masuk Ke Rosement!!" batin Vian.


"Vian!! itu ada staf yang disitu!" tunjuk Amanda.


"Ayo kita bertanya padanya" kata Vian.


"Hei! ada apa!?" tanya Vian.


"E... Entahlah mas, tadi saat sedang menyiapkan, tiba-tiba saja Rooftop HRM dipenuhi gas berwarna putih! kemungkinan besar itu adalah bom asap yang sudah di kombinasikan dengan gas tidur!" jelas Staf itu.


"APA!?" Kaget Amanda dan Vian secara bersamaan.


"Ja... jangan bilang, yang lainnya!!??"


Sesampainya disana.....


"Su.... sudah kuduga!! mereka semua terkena Gas Tidur!!!" kata Amanda sambil menghampiri mereka.


"Tunggu!!" kata Vian sambil meraih lengan Amanda.


"Apaan sih!! bukan Mahrom! lepasin ngga!!??" tanya Amanda.


"Maaf! tapi lihat!? masih ada gas! kemungkinan kita juga akan terkena gas itu! dan juga gasnya pekat! kita tidak bisa melihat! " kata Vian sambil melepas genggamannya.


"Benar juga! kita harus mengambil masker penyaring udara! Vian! ada juga tidak? kacamata HD inframerah? dan juga Earphone!" tanya Amanda.


Setelah memakai masker, dan kacamata HD inframerah, mereka memasuki gas itu.


"Vian! bagaimana situasi kita!?" tanya Amanda lewat earphone dan menekan di telinganya.


"Aku... tidak terlalu bagus! tapi, aku melihat sesuatu di ujung pojok HRM! seperti.... Orang!!" kata Vian.


"Ok! aku akan ke sana!" kata Amanda.


Sebelum mereka sampai disana tiba-tiba....


"Hah!? asapnya menghilang!?" tanya Vian.


"Pak Vandro!!! Kak Vanora!! Kak Nera!!! Semuanya!??" tanya Amanda dengan kaget.


"Randi!! Rahmat!! Toni! kenapa kalian!!??" kata Vian dengan kaget, melihat semuanya sedang terkapar tidur.


"Fu fu fu fu, jadi tinggal 2 orang ya?" tanya seseorang.


"Hah!? Si... siapa kau!!??" tanya Amanda.


Saat Amanda akan mendekati orang itu, Vian mengedepankan tangannya untuk menyuruh Amanda ke belakangnya.


"Tahan!" kata Vian.


"Dimana malam datang, disitu bintang bermunculan, rasi-rasi bintang yang memiliki sejarahnya bahkan ikut bermunculan bersama besar dan terangnya bulan" kata lelaki yang memiliki jubah di belakangnya.


"Setiap ada benda yang berkilau seperti bintang, maka akan kami ambil" ucap seorang perempuan di sampingnya yang juga berjubah.


"Sulap, adalah tipuan mata, yang hanya orang seperti bintang yang dapat mengerti" kata Seorang lelaki lagi di samping perempuan itu yang memegang sudut depan topinya.


"Disitulah kalian dapat melihat" kata seorang perempuan di samping lelaki yang pertama dengan mengedipkan satu matanya.


"Para anggota Lupin star!!" kata mereka secara bersamaan.


"Lu.... Lupin star!!??" batin Amanda dan Vian dengan bersamaan dan heran.