
"Jadi... Paman Adimas dan Paman Azka berniat akan melanjutkan pencarian Ana dan penyelidikan kematian Mama dan Papa?" batin Andra mendengar pernyataan Amanda atas laporan Rafa.
Sementara itu....
"Ng? mau kemana Amanda? tumben sampai parfum baunya menyengat gitu" tutur Nera yang memperhatikan Amanda, sedangkan dirinya sendiri acak-acakan, rambut berantakan tapi tetap cantik.
"Ah... gitu ya kak?" tanya Amanda.
"Sepertinya aku memang berlebihan, baju kayak gini... Parfumnya menyengat ngga apa-apa lah sekali-kali... meski tabarruj.... Ampuni aku ya Allah, ini demi kakakku" batin Amanda.
"Ya udah, aku pergi dulu ya kak" kata Amanda.
"I... iya" kata Nera.
Di Dapur....
"Nih, bubur ayam pesanan mu Dro" kata Rahmat.
"Lho? ngga kebanyakan?" tanya Vandro.
"Aku tahu semalam kau tidak makan bukan? jadi sekarang kau wajib habiskan semuanya" kata Rahmat.
"Huft.. baiklah, Eh? Bau parfum? siapa? baunya harum" gumam Vandro.
"Itu bau Parfum ku Pak, hihi" kata Amanda senang.
"GLEK! Amanda!? kenapa bisa disini? dia juga terlihat senang, apakah kejadian tadi malam itu hanyalah mimpi? ngga, bener terjadi kok... " batin Vandro.
"Kamu kenapa kesini Amanda? butuh sarapan? jika iya aku akan buatkan" kata Rahmat.
"Hihi... ngga kok kak, aku cuma pengen ambil jus saja kok, ngomong-ngomong makasih ya Pak Vandro.. ini semua berkat bapak! hihi" ujar Amanda yang masih tertawa kecil.
"Ah! aku lupa soal kejadian tadi malam! maaf ya Pak!" kata Amanda.
"Ya udah.. aku pamit ya Pak, Kak... La~ La~" kata Amanda sambil sedikit bersenandung.
"Kenapa Amanda? tumben... ngomong-ngomong semalem ada apa Dro?" tanya Rahmat.
"Ng... Ngga"
Lanjut ke Tempat Kejadian Perkara....
Randi yang di tengah mereka menatap heran.
"A... anu, numpang lewat yo" kata Randi.
"A... Amanda kenapa lihat Andra tajam gitu? Andra emang salah apa?" tanya Randi heran.
"Ke... Kenapa lihat kakak kayak gitu?" tanya Andra.
"Kak Andra, sekarang tu... tutup mata" kata Amanda yang pipinya benar-benar malu.
****
"Sebenarnya apa yang kau rencanakan Ana?" tanya Aika.
"Huu! dasar! ngga ngerti gimana perasaan orang!" kata Amanda.
"Yee!! Kau juga ngga usah gitu juga kali! masa pelukan mesti harus janjian? aku ngga ikut-ikutan, masih mending di penjara dari pada meluk gitu coba? kan yang mahrom kau, bukan aku" kata Aika.
"Hiii!!!! Ngeselin banget sih kamu Aika!!!" ujar Amanda.
****
"E... Emangnya kenapa?" tanya Andra.
"Udah! tutup aja kenapa sih!?" kata Amanda.
"Ng? kenapa nada bicara nya begitu? haah... sepertinya ini memang terlalu cepat, salahku juga... " batin Andra ekspresinya agak sedih sambil menutup matanya.
BAM! Amanda langsung memeluk Andra dengan menutup mata karena malu nya bagaikan terbang ke langit ke tujuh, Andra membuka matanya begitu menyadari Amanda memeluknya.
"Ng... Kak Andra, karena ini waktu yang tepat... aku juga mau bilang, makasih banyak mengajariku beberapa hal, juga mencari ku hingga mampu mengorbankan semua nya.. jika tanpa usaha juga kerja keras kak Andra juga pertolongan Allah.. kita mungkin ngga akan bisa ketemu lagi" kata Amanda dengan malu.
"Makasih juga karena sudah mau tinggal bersamaku, juga sudah mau memaklumi dan memaafkan kesalahanku" kata Andra tersenyum sambil balik memeluk adiknya.
"Oi! Oi! pelukan 10 menit emangnya ngga lama apa? hello??" tanya Randi yang berdiri di samping Radith dan Pak Andi.
"Apa sudah waktunya lepas ya?" batin Andra dan Amanda.