The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
Seasons 2 Episode 34 : Tamu tak diundang (3)



Sebelumnya Rafa keluar....


"Oh ya, sebaiknya kita keluar dulu ya, disini pengap" kata Vandro.


"Oh ya, anda sebaiknya belajar untuk menilai dan menghormati orang lain" kata Vandro lagi dengan tersenyum.


Grep! Rafa mencengkeram kerah baju Vandro.


"Kau jangan suka menghina! jika aku nanti naik tahta, kau pasti bisa saja ku hukum! dan akan tamat posisimu sebagai GM di AR group!" kata Rafa dengan tegas.


Grep! kreeek! Vandro memutar dan memelintir tangan Rafa sampai Rafa tidak bisa bergerak.


"Saya harap Anda tidak melakukan kekerasan disini, kita bisa bicara baik-baik bukan begitu? saya hanya ingin memperingatkan bahwa anda adalah seorang pangeran! jadi sebaiknya belajarlah tata krama yang baik" kata Vandro.


"A... apa-apaan ini! tubuhnya kecil tapi tenaganya!? " pikir Rafa.


Vandro melepaskan pelintirannya.


"Lagipula Raja Aliandra adalah orang yang hebat, dan akan sangat lama untuk anda naik tahta karena beliau akan memegang tahta dengan kehebatannya, jadi saya tidak perlu khawatir" kata Vandro.


"Sebaiknya kita keluar" kata Vandro dan Rafa hanya mengiyakan saja.


Ceklek! Blam!


Greessk! Gressk! Rafa merogoh sakunya.


"Ada apa?" tanya Vandro.


"Anu! ponselku dimana ya? apa tadi jatuh saat diruangan tadi?" tanya Rafa.


"Ah! ayo kita masuk dan ambil kembali" kata Vandro.


Ceklek!


"Ng... apa disini ya?" tanya Vandro sambil celingak-celinguk.


Tiba-tiba...


DUAK!! Bahu Vandro di tendang oleh Rafa hingga ia jatuh dan bekas luka yang tidak di sengaja Sembilan menjadi parah.


BRUK!


"Heh! dasar! apakah kau berpikir kau akan kubiarkan saja begitu?" tanya Rafa mengambil kunci ruangan tamu yang terlempar dan keluar mengunci Vandro dari luar dan melempar kunci itu.


Drap! Drap! Drap! Rafa berlari keluar dan mengunci Vandro dari luar lalu melempar kunci itu entah kemana.


"Huh! aku akan mencari hal yang aneh di Rosement ini kita akan lihat apa ada yang mencurigakan? Tapi... tempat ini gede banget!!!! kapan aku bisa keluar dan sampai!? " batin Rafa.


"Huh! si Vian kok nyuruh tapi kayak gini sih?" tanya Amanda.


Flashback di tempat Vian sebelumnya.....


"Kau ingin membantu bukan? sekarang bawakan perlengkapanku, Tisu, cemilan, minuman kaleng, kertas, guling di kamar, DLL yang sudah kutuliskan dengan lengkap dan jelas di kertas ini" kata Vian dengan memberikan kertas.


"Ta.... tapi kan Vian!-... " belum selesai Amanda menyelesaikan Kata-katanya.....


"Eits! ngga ada tapi-tapi! kau Partner ku kan? sesama Partner harus saling membantu" kata Vian.


Flashback Off....


"kenapa ya? aku ngerasa kalau Vian bisa menyalahgunakan kerjasama Partner ini? huh!" kata Amanda.


"Tapi... tetap saja! setelah kuperhatikan mata Vian tadi.... ia seperti berpura-pura membuat ku kesal, dan seperti ingin mengelabui ku dengan sesuatu, apa ya? " batin Amanda sambil berpikir.


Sementara itu Vandro....


Vandro bangun....


"Vandro! ada apa!? kau baik-baik saja kan? " tanya Vian di Earphones.


"Ya, aku baik-baik saja! suruh kelompok Rahmat untuk mengejarnya! jangan sampai ia masuk" kata Vandro.


"Baik! aku akan segera menghubungi Rahmat! kau baik-baik saja kan? " tanya Vian lagi.


"Ya, aku..... Ukh! baik!" kata Vandro.


Tit! Vandro mematikan Earphonesnya agar Vian tidak mendengar kesakitan nya.


"Sakit ini..... sakitnya sama, apakah karena sepupu itu... sama!?" tanya Vandro dengan tampang menyeramkan.


Lanjut ke Rafa....


Drap! Drap! Drap! Rafa terus saja berlari.


"Ng?" Amanda melihat Rafa yang memperhatikannya dan Rafa juga sebaliknya.


"Ah" Rafa melihat Amanda dengan tertegun.