
Sebelumnya....
Sebelum Amanda ke Bunker lingkar dalam....
"Ada apa Nera? mau bicarakan apa sampai ke ruangan ku segala" ujar Andra sambil memperhatikan beberapa dokumen.
"Aku ingin bertanya... kenapa Amanda berada di Rosement? ada kontrak apa dia denganmu? kenapa bisa dia disini? seberapa berguna nya Amanda bagimu memangnya?" tanya Nera melipat tangannya di dada.
"Ya, yang penting utama nya dia ada kontrak denganku" Jawab Andra singkat padat dan jelas.
"Maksudku, memangnya kau membutuhkan apa darinya!? itu yang ingin ku tanyakan! aku akan komplain jika itu-itu saja alasanmu!" Seru Nera.
"Sama seperti mu bukan Nera? walaupun dulu kita pernah bermusuhan karena kesalahpahaman, kita saling membutuhkan kan? begitu juga kontrakku dengan Amanda, jadi sebaiknya kau tidak perlu ambil tindakan dan menggali apa yang ku butuhkan dan apa alasan Amanda ada disini" Jelas Andra.
"Huh! Ya, baiklah... jika memang kau membutuhkan sesuatu dari Amanda, lebih baik jangan khianati dia, karena dia lumayan berguna" Kata Nera sambil keluar dari ruangan Andra.
Blam!
"Selain dia adikku, aku juga disini dan akan selalu siap siaga agar kejadian 19 tahun yang lalu tidak terulang kembali, meski terulang aku akan pastikan tidak ada satupun yang akan kehilangan nyawa" batin Andra sambil khawatir.
Flashback Off....
"Kak Nera? kenapa melamun? oh ya! mau masuk ke kamar dulu ngga? sambil cerita-cerita" tawar Amanda, sedangkan Nera hanya menganggukkan kepala saja.
Akhirnya Amanda membawa Nera ke kamarnya.
"Amanda, sebenarnya aku ingin tanya, apa sebenarnya yang terjadi saat kau di culik saat insiden cakar naga?" tanya Nera.
"Ah... Anu kak, sebenarnya aku ingin bertanya hal yang sama, tapi jawabanku atas pertanyaan kak Nera adalah... Kenapa Kak Nera dan Rey menculik Presdir Aliandra?" tanya Amanda.
Catatan : Amanda sering memanggil Andra itu : "Presdir" atau "Tuan Raja" jika sedang berhadapan dengan orang yang tidak mengetahui identitasnya sebagai Putri Raja atau adik Andra.
DEG! Tentu saja rahasia yang sudah sangat lama itu sangat mengejutkan bagi Nera.
Akhirnya Amanda menceritakan apa yang Rey bocorkan tentang perlakuannya pada Andra dulu dan Rey.
"Apa?" tanya Nera.
"Aku ingin... jika memang kakak ada masalah seperti masalah kak Nera sama Pak Presdir, tolong jangan di selesaikan dengan hal yang seperti ini... Pak Presdir itu sekarang menjadi orang berharga buat ku, karena aku ada kontrak dengannya, lagipula dia juga pemimpin kerajaan dan Negara kan? lagipula aku bertekad untuk melanjutkan S2 ku, kak... tolong jangan lakuin itu lagu" ujar Amanda sambil meneteskan air matanya.
"Lah!? kok malah nangis!? segitu berharganya Andra kah baginya? hanya karena kontrak" batin Nera.
"Baiklah,... tapi jangan menangis ok?" tanya Nera.
"Sungguh!? kak Nera benar-benar berjanji?" tanya Amanda kaget.
"Eh? Em.... iya, aku berjanji" ujar Nera sambil tersenyum.
"Tapi kalau boleh aku minta tolong untuk mengunjungi Toni ya, soalnya dia agak kurang mood kalau aku yang jenguk, hehe" ujar Nera.
"Ah.. Apakah karena itu?" batin Amanda.
Flashback On,....
Setelah aku dan kak Andra membahas kejadian Kak Vanora dan Pak Vandro, kak Andra mengajakku untuk melihat rekaman pembahasan Kak Nera dan Kak Toni saat aku dan Kak Vanora lagi di kamar mandi.
"Apa maksudmu Nera!? ingin membubarkan Geng cakar naga!? setelah usaha dan pengorbanan semua ini!? dan kau ingin membubarkan nya!?" tanya Toni di rekaman kamarnya.
Aku dan Kak Andra hanya mengamati, aku sempat berpikiran... seberapa berharganya Geng Cakar naga bagi Kak Toni?
Flashback Off....
Bunker lingkar dalam..
"Kenapa Paman Azka? tiba-tiba menelpon ku malam-malam gini?" tanya Andra yang masih mengetik di Komputer nya tapi teleponnya menyala otomatis.
📞"Andra, melihatmu yang membangun Apartemen sendiri? itu sudah membuat ku dan Adimas mulai curiga, akan lebih baik jika bagaimana kau memasukkan satu anggota dari pihak keluarga? agar aku dan Adimas tidak merasa curiga, bagaimana?" tanya Azka.
"Ng? curiga gitu ya? baiklah Paman, aku akan memasukkan dan menjadikan salah satu pihak keluarga menjadi anggota Apartemen untuk satu orang saja" ujar Andra sambil tersenyum.