
"Sssh, jangan menangis, kakak ada disini "
BRRRAK!!! DUAAR!!!
"A... Andra, bawa Ana pergi, kalian harus... se... selamat!"
"Ngga!! Andra ngga mau ninggalin Paman sama Tante semua!!" kata Andra.
"Ng... ngga apa-apa kok.... An...dra! Tante, sama Paman kan berempat, jadi kuat! kami berempat disini untuk melindungi Andra! jadi bawa Ana dan lindungi adikmu kan?" kata Perempuan yang menjadi pilot yang terluka parah.
"Ah... baik! Tapi Paman dan Tante semua janji akan ketemu Andra lagi kan?" tanya Andra menangis.
Mereka berempat bertatapan.
"Tentu... a... sal... kan! Andra mau melindungi Ana dan diri Andra sendiri kan? ingat pesan Mama dan Papa?" tanya Perempuan itu yang satu lagi.
"Ya Tante! aku ingat pesan mendiang Mama dan Papa! sebelum itu, boleh ngga? aku tahu nama Tante sama Paman?" tanya Andra.
Mereka berempat bertatapan lagi.
"Kami adalah generasi kedua Lupin star, Namaku adalah Perseus, Ini Cepheus, perempuan itu Cassiopeia, dan yang ini Andromeda" kata Perseus.
"Andra, Paman harap, Andra akan bertemu dengan anak Paman generasi ketiga nanti ya?" tanya Perseus dengan mulut yang keluar darah.
"Ya! Andra dan Ana akan cari tempat untuk selamat ok? Paman dan Tante Lupin perbaiki pesawatnya ya?" tanya Andra.
"Ya... Andra.. Ukh!" kata Cepheus yang melihat Andra berlari menjauh.
"Hah... kami berempat berhasil melindungi anak-anak kalian, Arif dan Afifah" kata Perseus dan akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya disusul yang lainnya.
Sementara itu Andra....
"Hah! Hah!" Andra terengah-engah berlari, karena di kejar.
"Dimana!? aku harus sembunyi dimana!? Ma! Pa! tolong aku! Tante dan Paman Lupin!!" batin Andra sambil berlari membawa adiknya.
Bruk! Andra lelah dan menangis.
"Aku... harus gimana? Mama dan Papa udah ngga ada, Tante dan Paman Lupin.... mereka udah pergi!! harusnya Aku jangan meninggalkan mereka di sana! dan aku harus melindungi satu-satunya keluarga yang ku punya!" batin Andra.
"Siapa sebenarnya!? katanya organisasi!? organisasi apa itu? dan sepertinya organisasi itu sangat kuat bahkan berani sekali untuk menculik keluarga bangsawan dan Kerajaan" batin Andra lagi yang menangis di tengah hujan.
"Huuuu.... Hu.... " Ana menangis.
"Hah!? Ana!?" tanya Andra.
"Hah!? aduh! gawat! "
"HUWAAA!!!" Ana menangis.
"Sst! jangan menangis, kakak ada disini" kata Andra.
"Lihat? Ana lihat kan? kakak ngga nangis kan? jadi Ana jangan nangis juga ya? nanti kita ketangkap ya?" tanya Andra yang tersenyum dan mengusap Air matanya.
"hehe.... Sssh!" Ana ikut senang dan mengikuti kakaknya untuk diam.
Mama dan Papa udah ngga ada, jadi ini adalah tugasku sebagai seorang kakak untuk melindungi satu-satunya keluarga yang ku punya.
"Ng? hah! di sana ada cahaya! di sana pasti ada perkampungan!? hah! benar! ada jembatan! Ana, bertahan ya" kata Andra sambil berlari ke arah jembatan.
"Sedikit lagi... kita akan selamat!"
Tiba-tiba...
KRRRK! Ada suara retakan di salah satu kayu jembatan yang Andra injak.
"Hah!? Aku... jatuh!?"
..._______...
"Ng?" tanya Andra.
"Tu... tuan!? anda baik-baik saja kan?" tanya Radith.
"Ya, aku baik-baik saja, jangan masuk"
"Wah... sepertinya Raja ini sakit, panggilkan dokter... ayo!" kata Wanita yang diinterogasi Andra.
"Hah! Anda ini benar-benar? membuat saya susah ya? alasan saya kesini agar anda dapat mengakui bahwa anda terlibat dalam insiden penculikan saya dan adik saya saat 18 tahun yang lalu, jika memang anda mempunyai penyakit kejiwaan, seharusnya masih ada rasa waras bukan?" tanya Andra.
"Hehe, kalau kau mau memanggilku ibu, kau akan bermain dengan ku dan anakku" kata Wanita itu memperlihatkan bonekanya.
"Di Boneka itu... rambut boneka itu mirip Rambut Ana " batin Andra.
"Heh, Ibu? jangan bermimpi, saya akan bilang untuk sekarang dan akan selalu saya bilang, jangan samakan anda dengan ibu saya, ibu saya adalah wanita yang sangat luar biasa, tidak ada yang menandingi ibu saya, saya tidak akan sudi memanggil anda ibu" kata Andra.
"Jadi, akan lebih baik anda menceritakan apa yang anda perbuat terhadap adik saya!!"