
Keesokan Harinya,....
"Pak, Pak Vandro? Pak Vandro bangun, ini sudah pagi.... Bapak perlu kerja kan hari ini?" kata Amanda.
"Iya,... ng... aku, bangun.... aku bangun Mat" kata Pak Vandro dengan lemas.
"Masih ngigau rupanya" batin Amanda.
Akhirnya mereka sarapan pagi bersama.
"Terimakasih sudah berkunjung Amanda" kata Bu Dinda.
"Kapan-kapan mampirlah kemari, jika tidak nanti saya samperin ke rumah kamu ya?" kata Pak Dono.
"Iya terimakasih banyak Om, Tante" kata Amanda.
"Aku senang karena mengambil keputusan untuk berkunjung" Batin Amanda.
Akhirnya Amanda dan Vandro pamit untuk pulang.
"Ini Taksi yang ku pesan untuk Pak Vandro" kata Amanda.
"Kamu, ngga naik taksi?" tanya Vandro.
"Saya mau jalan-jalan dulu Pak" kata Amanda dengan berlalu pergi.
"Maaf Pak saya batal saja, ini uang batalnya" kata Vandro.
"Hah?" tanya Amanda dengan heran melihat perilaku Vandro.
"Saya ikut denganmu saja" Kata Vandro.
"Amanda, apa kamu mau mencoba mengusir ku?" batin Vandro.
"Apa Pak Vandro marah?" gumam Amanda.
Dan mereka kembali menaiki Bus kota.
"Kaki kamu ngga apa-apa Amanda? tadi hampir jalan 2 jam lho" tanya Vandro.
"Ngga apa-apa kok Pak, sudah biasa" Jawab Amanda.
"Ng, jadwal hari ini" gumam Pak Vandro sambil membuka HPnya.
Set, Tiba-tiba Amanda bergeser dan mau jatuh ke samping.
"Hap! syukurlah untung saja, Amanda? kamu kenapa?" tanya Vandro.
"Oh, ternyata cuma tidur" kata Vandro.
"Kayaknya Amanda capek deh, jadi tidur begitu" kata Vandro sambil meletakkan kepala Amanda di bahunya.
"Hah? dia ngigau apa?" tanya Vandro dengan kaget.
"I.... bu.....A... yah" kata Amanda dengan mengigau.
"Ayah? Ibu? apa karena cerita semalam kah? kasihan" batin Vandro.
Flashback Chapter 27....
"Dro! tadi Amanda ngejar orang suruhan Yudha! " ucap Ali sambil ditahan satpam.
"Apa?! dia ada disini?! " tanya Vandro dengan kaget.
"Ya! Cepat cari dia!!" seru Ali.
Flashback Off....
"Kenapa kamu selalu.. membuatku khawatir?" batin Vandro dengan menatap wajah Amanda.
"Andra, aku akan berusaha sebaik mungkin untuk menjaga adikmu, jadi tolong cepatlah pulang" gumam Vandro.
10 Menit kemudian.....
"Iya tidur lagi saja, tinggal 2 halte lagi dan kita sampai " kata Vandro.
"Begitu ya?" kata Amanda.
"Sebaiknya, SMS Nina dulu deh" batin Amanda sambil mengambil HPnya.
Nina
"Ni, aku pengen kita ketemuan di mana gitu".
"Boleh Nda, dimana pengennya? "
"Di mana saja"
"kalau gitu,di Amsterdam ya?"
"Kejauhaaaan"
"katanya dimana saja, bagaimana sih? "
"Yasudah, kalau dirumah kamu bagaimana?"
"Boleh tuh, kapan? "
"Ntar ku kabari"
"Ok"
.......................
Ting! Tak terasa Bus sudah sampai tujuan.
"Pak Vandro maaf, saya mau kerumah teman saya" kata Amanda.
"Oh ya? Siapa?" tanya Vandro.
"Nina" jawab Amanda.
"Saya akan mengantarmu" kata Vandro.
"Tidak usah Pak" tolak Amanda.
"Bagaimana jika kakimu kambuh lagi?" tanya Vandro.
"Kakiku dijadikan Alasan terus, curang..... " batin Amanda dengan sedikit kesal, ia tidak nyaman jika di temani oleh bodyguard atau semacamnya.
"Baiklah, saya hanya akan mengantar saja" kata Vandro.
"Iya,.... Pak" jawab Amanda.
"Amanda" kata Vandro.
"Iya Pak?" tanya Amanda.
"Apa sebenarnya Nina itu adalah anak konglomerat itu? Anak keluarga Falesia?" tanya Vandro dengan berbisik.
Baca Novel The Story Of Amanda's student.
"Iya, Pak Vandro tahu?" tanya Amanda.
"Begitulah" jawab Vandro.
Akhirnya Amanda sudah sampai kerumah besar yang megah itu.
"Sudah sampai, terimakasih Pak" kata Amanda.
"Sama-sama, saya ke kantor dulu kalau mau pulang telepon saya" jawab Vandro.
"Iya Pak" kata Amanda.
"Akhirnya, tunggu aku sahabatku" batin Amanda dengan senang.