The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
Season 3 Chapter 42 : Perdebatan



Akhirnya Vandro ke dapur sebentar...


"Ng? lho? Pak Vandro?" tanya Amanda.


"Ah... "


"Aku... belum minta maaf sekalipun ke Amanda, bahkan sepertinya dia tidak menceritakannya pada Andra, syukurlah" batin Vandro.


"Aku harus minta maaf sekarang!" batin Vandro.


"Amanda... tolong, dengarkan baik-baik" kata Vandro.


"Ng? memangnya ada ap-... " belum selesai Amanda bicara.


"MEMANGNYA KENAPA!?"


"Hah!? suara teriakan siapa itu!?" tanya Vandro dan Amanda bersamaan.


Lanjut ke tempat Rafa.


Ng? apa lewat kesini!?" sewot Rafa.


"Apa? aku kan cuman lewat,.. baik-baik ya kerjanya" kata Nera.


"Dia... Nera, melihat mukanya saja menyebalkan sekali!!!" batin Rafa.


"Hei kau! Kau Nera! yang di ceritakan si Rey itu dan di cari-cari kan!? jangan belagu ya! mentang-mentang perempuan sok kuat!" kata Rafa.


"Hah?" Nera kebingungan.


"kau! sudah melukai Andra! kau sudah melukai keluarga ku! kau sudah melakukan kejahatan ke keluargaku! hanya karena kau seperti itu! kau tidak tahu kah!? kalau kau sudah terlalu keterlaluan atas tingkah mu!? ngga senang kau!?" tanya Rafa.


"Kau ini sebenarnya kenapa? apakah aku ada cari masalah denganmu?" tanya Nera.


"Ah... ya! karena kau seharusnya tahu diri atas apa yang kau lakukan!" kata Rafa.


"Minggir, aku mau masuk ke dapur" kata Nera.


"Kalau gak mau minggir? kenapa!? kau mau apa!?" tanya Rafa.


Bunker lingkar dalam...


"Pak Andi... apakah kita perlu ke sana sekarang?" tanya Andra.


"Menurut mimpi Nak Andra.. saya kurang yakin, itu artinya... memang ada kaitannya dengan masa lalu, soal kotak Pandora, saya sudah mendapatkan panel hitam Pandora" kata Pak Andi.


"Apa!!? dimana bapak menemukan nya!?" tanya Andra.


"Dulu.. saat Organisasi Hebitsukai mencari kotak Pandora dan mengisi tenaganya, saya melihat kalau Ryu mengambil alih tubuh nak Afifah lalu membuang semua energinya dan menyebarkan panel kotak Pandora entah dimana agar tidak bisa mereka temukan, sayangnya setelah itu kekuatan Ryu habis, lalu saya tidak sengaja menemukan ini di makam Terano Ryu pertama" Jelas Pak Andi.


"Usul saya... kalau Ryu akan mengamuk kembali dengan mengambil alih tubuh Nak Amanda di saat yang akan datang entah cepat ataupun lambat kita tidak tahu, tapi... akan lebih baik jika kita melakukan itu sekarang sebelum 'Tanggal Emas' karena itu hanya akan memancing Ryu keluar dari segel nya seperti saat Ryu keluar pada masa kelahiran Nak Amanda" Jelas Pak Andi lagi.


Andra menunduk.


"Melihat reaksi Nak Andra... saya yakin kalau Nak juga tidak memberi tahu detail kematian Nak Arif dan Nak Afifah pada Nak Amanda ya?" tanya Pak Andi.


"Begitu lah... saya tidak tahu apa yang terjadi jika semua ku beritahu,... apakah dia akan syok dan menerimanya dengan kecewa mendalam? saya takut saking kecewanya dia... dia akan mencoba mengakhiri hidupnya seperti saat dia syok kehilangan ibu angkatnya" kata Andra.


Pak Andi terdiam.


Lanjut ke halaman Apartemen...


"Lalu apa!? apakah aku terlihat seperti perempuan yang bermasalah di hadapanmu!?" tanya Nera menantang.


Amanda dan Vandro baru sampai.


"Hei! ini ada apa ini pagi-pagi buta ribut-ribut kayak gini?" tanya Vandro.


"Jangan bikin ribut dong! kak Nera, ayo kita pindah, jangan di sini ok?" kata Amanda.


"Jangan kira kau mau melarikan diri!" kata Rafa.


"Hah!? apa kau bilang!? kau kira aku takut padamu!? kau datang-datang malah bikin masalah! emangnya aku ada urusan apa denganmu?" tanya Nera.


"Ingat aku baik-baik ya! kau jangan suka menusuk orang dari belakang! kau itu memiliki sifat dan kepribadian yang suka sekali berkhianat! aku heran kenapa Andra percaya padamu!?" ujar Rafa.


"Rafa! berhenti sudah!" ucap Vandro.


"Kak Nera... udah, kita pindah aja.. Rafa-niichan itu emang suka mancing-mancing orang, kakak jangan terpengaruh, Rafa-niichan ngga usah di ladeni kak!" ujar Amanda.


"Kalian berdua ngga usah melindunginya, dia datang dengan sikap belagunya" kata Nera.


"Biarkan saja dia bicara, aku mau mendengar hal bodoh yang keluar dari mulutnya itu, dan biarkan dia terima konsekuensinya" kata Nera lagi sambil tersenyum.


"Ngancem? aku ngga takut! kriminal memang kriminal!" kata Rafa.


"Kriminal? huh, memangnya kenapa? kau ingin melaporkan ku? selama Andra tidak punya wewenang penuh atas pemerintahan, aku tidak perlu khawatir, segitunya kah? Andra mempercayai mu? hingga memberi tahu semuanya?" kata Nera.


"Andra belum memberi tahu semuanya! aku tahu dari si orang itu! Rey! tentang apa yang kau perbuat!" ujar Rafa.


"Rafa! hentikan! jangan dilanjutkan!" kata Vandro.


"Ah!! diam aja kau Vandro! ada yang perlu ku kasih tahu!" kata Rafa.


"Aku tahu dari Andra, kalau kau menolong ku dan Amanda saat insiden dari Rey, tapi sorry.. aku hanya akan berterimakasih untuk hal itu saja! tapi kau juga orang yang punya bagian besar dari apa yang telah terjadi! jadi mana tanggung jawab mu!!?" tanya Rafa.


"Hei sudah! hal ini gak diinginkan oleh Andra! jangan membuat keributan ini lebih lanjut! Rafa! kau kembali ke hukuman mu! kalau kau lanjutkan, akan ku pastikan kau akan mendapatkan hukuman yang lebih serius! "kata Vandro.


"Aku ingin dia tahu! dan bersalah atas perbuatannya! enak saja hanya Andra dan Amanda yang baik-baik padanya dan memaklumi perbuatannya! semua kejadian pada malam penculikan itu! ku ingat dengan jelas! ku lihat dengan mata kepalaku sendiri! semuanya akan ku ceritakan dengan penuh amarah!" batin Rafa.


****


"Ng? tentang Nera? ya... aku mengerti sikapmu ke Nera atas perbuatannya, Amanda hanya menceritakan garis besar apa yang telah terjadi di tempat Rey, dari versi ceritamu, akhirnya aku tahu detailnya, tapi aku memaklumi kenapa Amanda hanya menceritakan garis besarnya, karena maupun hal mengerikan ataupun memalukan pasti tidak ingin dia ingat karena akan trauma" kata Andra yang saat itu sedang berbicara dengan Rafa di ruang kerjanya.


"Apa kau ngga marah!?" tanya Rafa.


"Saat ini, aku harus objektif.. marah sekarangpun hanya akan membuatku gak fokus, tapi alhamdulillah ada kamu di malam itu Rafa, terimakasih" kata Andra sambil tersenyum formal.


"Kenapa semuanya harus baik padanya!?" batin Rafa.


Flashback Off....


"Kak Nera, masuk aja yuk! ngga usah diambil hati!


"Padahal si Nera itu yang hampir merenggut kalian berdua dariku!" batin Rafa.


"Ayo kak! ngga enak nanti jadi keributan buat anak-anak Apartemen yang lain" kata Amanda.


"Ck!" Nera hanya sinis.


"Asal kau tahu sekali lagi Nera! saat insiden geng cakar naga beberapa bulan yang lalu! aku dan Amanda! rela terluka parah hanya melindungi yang harus kami lindungi! Amanda terkena tembakan! kepalanya terkena gegar otak! badannya babak belur dan sakit-sakitan!" Jelas Rafa sambil mengajukan gagang sapu yang dia pegang sedari tadi.


Vandro kaget mendengar itu.


"Rafa-niichan" Gumam Amanda.


"Dan dia rela bertahan hanya melindungi informasi mu! dia tidak mau informasi yang ada tersebar luas! dia bahkan rela tidak melawan si Rey itu! padahal dia bisa melawan Rey habis-habisan! tapi demi dirimu! dia membelamu begitu mendengar kalau kau itu orang jahat! orang macam dirimu sudah berbuat macam apa sampai dia membelamu seperti itu!?" Ujar Rafa, sedangkan semuanya diam membisu mendengar ucapan Rafa.


"Dia seperti itu! bahkan kepalanya saja diinjak-injak dia mampu bertahan! jadi aku peringatkan kau sekali lagi dan akan selalu ku ingatkan Nera! jangan sekali-kali kau berani mengkhianati nya! jangan sekali-kali mengucilkan Amanda! karena dia sudah mati-matian melindungi mu!!" bentak Rafa.


"Kau jangan berani juga menyakiti Andra lagi! karena dia sudah menaruh hati dan memberimu kesempatan! sebaiknya jangan kau sia-siakan! apakah kau tidak puas!? menyakiti orang-orang yang tidak bersalah!?"


"Aku akan pastikan padamu Nera! aku akan memastikan agar kau tidak menyakiti orang yang tidak bersalah dan juga keluargaku! kalau aku melihat kau menyakiti keluargaku dan orang-orang yang tidak bersalah lagi.. akan ku pastikan kau menyesal! dan akan ku buat kau bertanggung jawab!!!" kata Rafa dengan membentak lagi


"Jika kau melakukannya lagi, aku yang akan membalas mu!!! kau mengerti!!?" bentak Rafa yang membuat Nera terbelalak.