The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
BONUS! CHAPTER 5 bagian 3



5 tahun yang lalu...


"Bagaimana? tertarik untuk melanjutkan S3?" tanya Andra.


"Hmf... ngga dulu deh kak, nanti aja" kata Amanda.


KRING! KRING! Ada bunyi notifikasi di ponsel Amanda dan juga Andra.


"Lho? notifikasi pesan? shareloc? berbagi lokasi?" tanya Amanda.


"Benar, bahkan ada notifikasi pesan masuk shareloc di ponsel kakak" kata Andra.


"Kita ke lokasi sekarang!"


Akhirnya lokasi itu membawa mereka ke lahan bekas pabrik kosong.


"Hai teman-teman!" kata Amanda menyapa Erlan, Vanora.


"Lho? hanya kita aja?" tanya Andra.


"Benar... jadi, kenapa kalian memanggil kami kesini?" tanya Erlan.


Amanda dan Andra saling bertatapan heran.


"Lho? bukankah kalian yang memanggil kami?" tanya Andra.


"Tidak... kami bahkan kesini karena ada panggilan shareloc" kata Vanora.


"Lalu... siapa?" tanya Amanda.


"Ah! mungkin kak Elena atau Rangga! karena hanya mereka yang tidak berada disini" kata Amanda.


"Benar juga"


Tiba-tiba...


"Aku yang memanggil kalian!"


Mereka berempat berbalik.


"Lho!? Rangga!? ada apa!?" tanya Vanora.


"Aku.. ingin memberi tahu kalau, Bestari tengah dalam perjalanan kemari!" kata Rangga.


"Apa!!?? Bestari!?!?!" tanya mereka berempat.


"Tapi.. bukankah kalian berdua sudah menyegelnya!?" tanya Erlan menatap Amanda dan Andra.


"Memang benar! dan itu masalahnya!" kata Rangga.


"Eh?"


"Dia mulai berbaur dengan era modern sekarang! uh! hantu jaman sekarang emang aneh-aneh semua" kata Rangga menunjukkan sebuah tablet.


Mereka semua mendekat.


"Ini! lihat ini!" kata Rangga.


"Lah!? apaan!? masa lihat cerita dari Teknobook!? absurd!!" kata Vanora.


"Ini kan! kata perintahnya" kata Rangga.


"Btw... kau dapat ini darimana ini Rangga?" tanya Erlan.


"Nah kan!"


"Kok jadi merinding gini ya?" tanya Vanora.


"Lho? ada foto baru" kata Andra.


Aku sudah sampai....


"Eh? kenapa gambar ini seperti dari atas-... HAH!?" tanya Erlan yang langsung mengarahkan kepalanya ke langit dan kaget.


Ada sebuah pesawat besar ( tidak sebesar pesawat terbang ) telah sampai.


"Bestari.. benar-benar berbaur dengan era modern" gumam Andra.


"Aku kembali! Yumna!" kata Bestari.


"Tapi... bagaimana bisa!? jika segelnya terbuka, seharusnya Aika memberi tahukan itu padaku! bahkan aku sama sekali tidak merasakan aura segel Pandora terbuka sebelum di perkuat lagi saat Tanggal Emas mendatang!!" Kata Amanda.


Bestari langsung memakai peralatan robot yang canggih.


"Be.. Besar sekali" gumam Vanora.


Bestari langsung bertapak di tanah.


"Saksikan lah... Suit Armour Mecha Blaster And Laser! SAMBAL!!" Seru Bestari.


DOENG!


"Pfft!!! Hahahahahaha!!!" Amanda dan Andra tertawa kecil, Vanora tertawa lepas, dan Erlan tertawa keras sampai gulang-guling di tanah.


"Ke.. Kenapa kalian tertawa?" tanya Bestari merasa heran.


"Hahahaha!!!! kau adalah makhluk Bumi,.. tapi saking ketinggalan jamannya kau nenek lampir, jadi kata SAMBAL aja gak tahu!? hahaha!!!" Seru Vanora.


"Nek... gak sekalian tambahin lalapan gitu? tanggung amat, tambahin ayam penyet kah" kata Erlan.


"Grr... Kalian lah lalapan dan Ayam penyet itu!!!" Teriak Bestari dengan marah dan mengaktifkan penembak dan menembak bukit setinggi 50 M di belakang mereka berempat.


SRING!!!! JDUAAR!!!!


Mereka berempat berbalik ke belakang.


"Se.. Serangannya kuat sekali" gumam Amanda.


"Serangannya mirip dengan tinjuan Ana" batin Andra.


"Sekarang... waktunya fase penghancuran"


Di Rosement...


CRING! DEG!


"Nak Radith!! dimana Nak Andra dan Nak Ana!?" tanya Pak Andi.


"Tu.. Tuan dan Nona bilang akan menemui yang lainnya di bekas pabrik kosong" kata Radith.


"Gawat,... kita juga tidak bisa keluar dari Rosement" kata Pak Andi memegang sekelilingnya kalau ada perisai yang tidak bisa di hancurkan.


"Memangnya ada apa Pak?" tanya Radith.


"Radith... sebagian energi astral Bestari yang tidak tersegel.... telah kembali menjadi ancaman yang sedang menghadapinya sekarang"