
"Aku... Afifah, kau telah menjadikanku suamimu, kau menjadikanku seorang Shinobi legendaris, kau benar-benar menjadikanku seorang lelaki, kau juga menjadikanku Ayah dari kedua anak ini, Dan kau-... " belum selesai Arif bicara.
"Dan aku bahagia karena memiliki anak perempuan yang sama seperti dirimu, kita berhasil memenuhi keinginan Andra, kau juga yang mengajarkan banyak tentang Shinobi padaku" ujar Arif.
"Papa"
"Arif, jangan memasang wajah seperti itu,... aku bahagia karena dicintai olehmu, padahal aku hanya warga biasa, aku membayangkan kehidupan kita berempat sebagai sebuah keluarga yang benar-benar bahagia... dan tentu saja di pikiranku hanyalah kebahagiaan" Afifah terus saja bicara.
Arif meneteskan air matanya.
"Tapi sangat disayangkan karena aku tidak bisa melihat Andra dan Ana tumbuh dewasa, sayang sekali tapi tak apa... maafkan Mama Andra, maafkan Ibu Ana" Kata Afifah.
"Maafkan aku, Andra... Ana" Arif langsung memasang jurus hipnotis Andra dan Ana langsung tidur.
"Apa yang kau lakukan, Arif?!" tanya Afifah.
"Aku akan menyegel Ryu di dalam Liontin yang akan ku pakaikan pada Ana dengan Feiku Saibo, dan menyerahkan kendali segelnya pada Andra dengan sisa Mana milikmu dengan Chameleon Ninpou, lalu dengan nyawaku, aku akan menahan serangannya, jadi kau.. Andra dan Ana bisa hidup bersama" Jelas Arif.
Feiku Saibo adalah jurus penyegel makhluk Astral, jurus terlarang yang berasal dari klan Fujiwara. Chameleon Ninpou adalah jurus yang akan membuat suatu objek atau pengguna atau siapapun yang ditetapkan menjadi tembus pandang, tapi jurus ini juga bisa menjadi jurus pengendali sebuah segel yang di tetapkan, dan kedua jurus itu dapat memungkinkan penggunanya akan kehilangan nyawa sebagai bayarannya jika tenaga yang ada di tubuh dan fisiknya tidak mencukupi.
Tempat, cerita, kegiatan, kejadian, fiksi dan hal-hal yang terjadi di Novel ini hanyalah fiktif belaka.
"Ta... Tapi! dua Jurus penyegel itu!!!-... " belum selesai Afifah bicara.
Arif berdiri dan melakukan beberapa segel tangan.
"Chameleon Ninpou - Feiku Saibo!!!"
Ryu berbalik.
"Apa yang ingin mereka lakukan?! jangan bilang kalau mereka ingin menyegel ku lagi!! jangan bilang kedalam bayi dan anak laki-laki itu!!!dasar manusia! ingin saja mencampuri urusanku!"
Ryu langsung kembali ke wujudnya sebagai Ratu Shinobi.
"Dasar!!! aku kembali dalam wujud manusia!! aku harus dapat membunuh Bayi dan Anak Laki-laki itu dengan tongkatku!!!" batin Aika yang kekuatan jelmaannya sudah tersegel di dalam Andra sebagai pemegang segel, sekarang tinggal dirinya.
"Arif!!! Tunggu!! apa sebenarnya yang ada di pikiranmu?! apakah kau sudah kehilangan akal sehatmu!? mereka berdua adalah anak kita!! karena itulah aku tidak ingin mereka menanggung beban berat seperti itu!!! Ana baru saja beberapa bulan semenjak dia lahir!! dan kau ingin mereka berdua menanggung semuanya?!"
"Untuk apa!!?!? untuk keseimbangan Kara!? Untuk Negara!? untuk Kota!? untuk apa?!! dan kenapa kau memberikan Andra dan Ana beban berat seperti itu!?! aku ingin kau ada untuk mereka agar merawat mereka berdua!!! tapi kenapa kau harus menjadi kurban untuk orang yang bahkan bukan dari kalangan bangsawan seperti ku?! Dasar... " Afifah yang sudah lelah membentak dan darah terus saja keluar dari mulutnya membuatnya kehabisan tenaga.
"Karena kepedulian"
"Eh?!"
Arif menurunkan tubuhnya dan setara dengan Afifah.
"Aku mengerti rasanya kehilangan keluarga, kau kehilangan keluargamu karena misi di dimensi ini, kau hanya sendirian, tanpa siapapun... aku mengerti hal itu, aku sudah bertekad apapun yang terjadi karena : 'Anak lelaki harus menjadi pelindung untuk keluarganya' dan aku ingin bertekad seperti itu, aku juga mengerti rasa pedihnya tidak punya tempat tinggal, aku ingin kau membantu Andra dan Ana saat mereka mulai mengendalikan kekuatan Ryu nanti... mengorbankan anak... sama saja kehilangan negara itu prinsip ku" Jelas Arif.
"Aku yakin mereka bisa, orang tua mana yang tidak percaya pada anaknya sendiri? Juga untuk Pria berjubah yang menyerang 4 bulan yang lalu... berasal dari organisasi Hebitsukai atau Night Darkness, aku yakin Andra dan Ana bisa menghentikan pria itu, karena mereka berdua adalah generasi penerus, yang kakeknya adalah Pak Andi... yang akan membantu membimbing, mereka pasti bisa... kita harus percaya pada mereka berdua, karena mereka adalah anak kita berdua, aku rela mati demi anakku, ini bentuk peranku sebagai seorang Ayah, lagipula karena keluarga kita adalah.... Shinobi!" Jelas Arif dengan tenang.
Sementara itu di luar pelindung...
"Hah! percuma saja! kita tidak dapat membuka pelindung kuat ini!" kata Perseus, dari lupin star generasi kedua.
"Apa itu?! aku mengerti, mereka berniat akan menjadikan Putri mereka seorang Terano baru, dan Putra mereka akan memegang segelnya" Kata Pak Andi.
"Kaito Sensei" batin Cepheus.
Kembali di dalam pelindung...
"Aku tahu yang ingin kau katakan, tapi aku yakin! kita pasti dapat mempercayakan ini pada Andra dan Ana!" kata Arif yang meletakkan Andra dan Ana bersamaan dengan tali yang biasanya dia gunakan untuk teleportasi sebagai teknik segel.
Afifah tersenyum menatap Arif dan hampir pingsan karena terlalu lemah.
"Mika!!! apa kamu baik-baik saja?!?" Arif akan menghampiri untuk menolong nya.
"Sekarang!!!!" Aika mendekat dan akan menusukkan tongkatnya kearah Andra dan Ana, tapi Arif dan Afifah sudah menyadari itu.
CRAAASH!!!!
"Ukh!!!!!"
SRREET!!!! Seretan ujung belakang sepatu mereka menahan tongkat yang akan menusuk anak mereka, tapi sayang nya malah terkena mereka tepat di jantung.
"Su... sudah kubilang Mika, ini peranku sebagai seorang Ayah kau tidak perlu-... " belum selesai Arif bicara yang mulutnya langsung keluar darah.
"Ini juga peranku sebagai ibu mereka, sebagai orang tua, kita harus melindungi anak-anak kita bukan?" tanya Afifah yang mulutnya juga keluar darah.
"Ah? Hmf... baiklah, tapi sekarang katakanlah pada Andra dan Ana sebagai Ibu mereka, karena itu adalah tugas yang tidak bisa ku jalankan" kata Arif.
"Andra, Ana... jangan suka pilih-pilih makanan ya, makanlah makanan yang sehat, halal, dan juga jangan lupa agar makan secukupnya jangan suka membuang makanan, juga, jangan lupa rajin mandi, untukmu Andra, pakai parfum saat akan sholat, untukmu Ana, jangan kebanyakan pakai parfum karena itu tabarruj, kalian juga jangan lupa 3 larangan yang tidak boleh kalian lakukan... Dasar" Afifah mulai kehilangan tenaga, sedangkan Arif tersenyum melihat istrinya.
"Pertama, jangan lupa untuk selalu berteman yang baik... jangan saling membenci, jangan bersaing untuk hal duniawi, bertemanlah pada yang dapat memberikan manfaat untuk kalian, Dasar... Kedua, jangan lupa kalau kalian tidak boleh meminum alkohol, karena dalam islam tidak boleh meminum hal yang memabukkan"
"Ketiga, tentang lawan jenis, untukmu Andra... maklum jika kau akan menyukai seorang perempuan, tapi pilihlah yang baik-baik carilah, perempuan yang seperti Mama ok? untukmu Ana, jangan lupa kalau kau harus jaga jarak atas lelaki yang ada di dunia ini kecuali mahrommu, wajar juga kau menyukai seorang lelaki, tapi pilihlah lelaki yang baik seperti ayahmu, karena dia benar-benar lelaki yang baik" Jelas Afifah.
"Oh ya,.. simpan tabungan dan simpanan kalian untuk memenuhi kebutuhan kalian! jangan suka boros karena itu tidak baik, belajar yang baik dan selalu mendengarkan nasihat Pak Andi nanti, juga pengajar kalian, selalu ikuti yang baik-baik saja" kata Afifah, sedangkan Pak Andi, Perseus dan Cepheus mengamati dari luar.
"Hiks... Hiks, Andra Ana... kalian akan menghadapi masa sulit, tanpa kami berdua, tanpa bimbingan kami! maafkan aku karena sudah memberikan beban besar untuk kalian!! aku sebenarnya benar-benar ingin hidup lebih lama dengan kalian!!! aku mencintai kalian berdua! meski kalian tidak bisa mendengarnya!! Kaito-kun! maaf karena membuang-buang waktumu Hiks!!!" Afifah menangis deras karena sedih harus berpisah dengan Putra Putrinya.
"Ah,.. tidak Mika. Andra, Ana, sebagai Ayah kalian, em.. kurasa sama dengan Ibu kalian, tapi.. jangan lupa agar hiduplah dengan penuh kasih sayang, maafkan kesalahan kami, selamat tinggal" Kata Arif sambil perlahan membuka pelindungnya dan menutup matanya.
"SEGEL!!!"