
"Kita kedatangan tamu, di gerbang utara, terowongan, juga ada mobil yang mencurigakan, tapi bukan dari organisasi, sepertinya mereka berniat mau mengepung, mereka pasti berpikir kita akan kaget dan tidak mempersiapkan diri" kata Vian dari Wireless Earphones dan mengabarinya pada Vandro.
"Kau melihatnya dari CCTV bukan? Awasi setiap sudut, dan untuk CCTV rahasia yang di sembunyikan di setiap Pohon yang ada, dan info apa saja yang kau dapat Vian?" tanya Vandro.
"Aku sudah menandai mereka, dan Bingo! diantara mereka ada Pria bertopi, apakah dia adalah pengawalnya? lagipula aku juga sudah menandai yang muda, dan mengumpulkan informasi tentangnya" kata Vian.
"Terus berjaga Vian" kata Vandro.
"Ya, ok! semua kamera dan Alarm darurat online! aku akan disini jika butuh Back up" kata Vian.
"Kenapa kau disini? ganggu aja" kata Vian.
"Ng... kata Pak Vandro, aku ngga boleh sendirian, Kak Vanora lagi ngga ada dan Kak Nera lagi ngga tahu kemana" kata Amanda.
"Ini kamarku, Pergi" kata Vian.
"Ng? ini kan cuma bolongan tembok" kata Amanda.
"Ini tempat khusus untukku, sama saja kan?" tanya Vian.
"Ng? jadi mereka keluarga Pangeran?" tanya Amanda.
"Andra udah jadi Raja dodol" kata Vian.
"Oh, gitu" kata Amanda.
Di tempat Rafa....
"Ng? tempatnya kayaknya mewah" kata Rafa.
Clap! Rafa diam-diam membuka kalung Figura yang terdapat fotonya, Andra, dan Ana.
"Andra, Ana, semenjak penculikan, kedua sepupuku ini berubah, kakak dan adik sepupuku.... " Rafa kembali menutup nya dan pergi ke Ayahnya.
Kembali ke Amanda dan Vian....
"Oh! Vian! bisa tolong fokuskan kamera kepada orang yang bajunya lebih hitam itu ngga?" tanya Amanda.
"Ng? Ini?" tanya Vian sambil meng-zoomkan kamera yang di maksud Amanda.
"Ah! aku pernah ketemu sama orang ini!" kata Amanda.
"Apa!? dimana?" tanya Vian.
"Saat insiden sabotase, dan Proyek Divisi IT mu itu, aku akan pulang tapi aku tidak sengaja menabraknya dan menyebut nama Presdir, dan mengaku seorang pangeran" kata Amanda.
"Kau.... sudah beritahu Vandro?" tanya Vian.
"Ka... Karena lupa jadi gitu deh, dan banyak kejadian yang terjadi jadi banyak yang ku lupakan, waktu berlalu begitu cepat" kata Amanda.
"Jadi benar, kau lupa apa yang aku katakan saat di Kota Yoshino " batin Vian melihat kembali CCTV.
"Kau ini sebenarnya Erlan atau bukan sih Vian!? akh!!! " batin Amanda.
Lanjutkan kondisi di gerbang utama Rosement....
"Apakah Anda berdua adalah Pengurus tempat ini?" tanya Azka.
"Tentu, saya adalah pengurusnya, dan nak ini adalah supervisor nya" kata Pak Andi.
Toni dan kelompok nya diam-diam mengawasi untuk berjaga-jaga atas perintah Nera.
"Tentu salam kenal" kata Vandro
"Ya, kalau begitu saya akan bicara dengan anda saja Pak Andi, Mari kita bicara di dalam" kata Azka.
"Ya, baiklah sebelum itu, ini siapa saja yang datang kemari?" tanya Pak Andi lagi.
"Saya, Anak saya Rafa, dan Pengawal pribadi kakak saya Gilang" kata Azka.
"Pengawal Pribadinya.... mungkin berkaitan dengan Organisasi " Batin Vandro.
"Tentu"
Di ruang pengawasan...
"Akhirnya pihak tengah datang juga ya... " kata Sembilan melihat dari teropong.
"Ya, seperti yang kau bilang sembilan" kata Rahmat.
"Ini terjadi antara cepat ataupun lambat....Ng?" tanya Sembilan mengarahkan teropong kearah Rafa.
"Hm, sepertinya aku mendapatkan surga kali ini " batin Sembilan.
Di Ruang Tamu Rosement....
"Oh ya, Pak Andi, apakah saya perlu buatkan minum?" tanya Vandro.
"Hohoho, saya sudah menyuruh staf tadi, itu dia, Panjang umur ya? Hahaha" kata Pak Andi yang tertawa.
"Pak Andi, Pak Andi, sepertinya aku pernah mendengar nama kakek tua ini, tapi dia tidak ada di File" batin Azka.
"Oh ya, silahkan ambil kembali kartu pengenal kependudukan Anda bertiga" kata Vandro.
"Sudah jelas kalau Anda bertiga berkaitan kekeluargaan dengan Pangeran Aliandra, kecuali Pengawal Pribadi Anda" kata Vandro.
"Jadi begini, ada aturan Pangeran Aliandra untuk tidak ada yang sembarangan masuk ke Rosement ini, jadi untuk urusan tamu kita selesaikan disini, jika anda memaksa maka bisa ada masalah nantinya, apalagi anda datang secara tiba-tiba" kata Vandro sambil meminum tehnya.
"Saya kesini untuk memeriksa Apartemen ini, Andra membuat Apartemen dan tidak memberitahu saya, dan sekarang dia tidak bisa saya kabari, dengannya tidak memberitahu saja sudah mencurigakan, ada apa dengan Apartemen ini?" tanya Azka.
"Sebelum itu, apakah saya boleh bertanya? bagaimana anda tahu tentang apartemen ini? dan kenapa anda bilang kalau Apartemen ini aneh? walaupun anda sanak keluarga Yang mulia Aliandra atau tergolong keluarga bangsawan tapi anda tidak punya wewenang atau kuasa disini" kata Vandro.
"Hm, karena saya punya saksi mata yang mengatakan kalau hal Apartemen ini ada yang mencurigakan, dan lagi, kau itu hanya penghuni, dan saya ingin berbicara dengan Pak Andi ini" kata Azka.
"Oh saya hanya pengurus, yang lebih tepat untuk berbicara dengan Anda adalah Nak Vandro, karena Nak Vandro ini adalah supervisor Rosement yang dipilih oleh Nak Andra, serta anak didik dari Nak Andra" kata Pak Andi.
"Salam kenal Pangeran Azka" kata Vandro dengan hormat.
"Apa!? anak didiknya Andra!? apa-apaan!? Kamu! GM di AR Group! pantas saja!" kata Azka.
"Baiklah saya pergi dulu untuk mencari udara segar" kata Pak Andi.
"Tentu Pak Andi, silahkan" kata Vandro.
"Andi... Pak Andi... " pikir Azka.
"HAH!? A... Apa!? Andi! Pak Andi yang itu!? tunggu Pak! saya ingin berbicara!" kata Azka diikuti Gilang yang menyusul keluar.
"Ayah kenapa? kenapa ayah ngejar Aki-aki itu? Pak Andi? " pikir Rafa yang masih disitu.
"Oh ya, sekarang hanya tinggal kita berdua ya? Rafanza Zevan Ameera? dengan hormat salam kenal" kata Vandro.
"Oh ya, tentu salam kenal juga, oh ya namamu tadi Vandro kan? nama panjangmu? katanya GM di AR group.... berapa usiamu?" tanya Rafa.
"Oh, nama saya hanya Vandro, usia saya sekarang 24 tahun" kata Vandro.
"Apa!? muda sekali! dan kau jadi GM di AR group?" tanya Rafa.
"Mmm... Apakah itu jadi masalah?" tanya Vandro.
"Oh tidak sama sekali, tapi bukan kah itu lucu? orang lain yang hebat saja susah menjadi GM di AR Group sedangkan kau tergolong orang biasa dengan gampangnya jadi GM, apakah Andra kasihan padamu? hahaha" kata Rafa mengejek.
"Hhh, sepertinya Anda terlalu mengenal yang namanya 'merendahkan' ya? haha" kata Vandro tertawa kecil.
"Oh ya.... sebelum itu saya ingin bertanya, apakah Anda semua datang dengan membawa niat baik?"
"Ke... kenapa ya? rasanya orang ini"
"Atau membawa niat buruk?" tanya Vandro.
"Terlihat menyeramkan? " batin Rafa.