
"Ayo... bisa ngga? loncat lagi ayo" kata Andra.
"HIYAA!!!"
Alhamdulillah Amanda berhasil melakukannya.
"Alhamdulillah! bisa!" kata Amanda.
"Syukurlah! bisa" ujar Andra.
"Tapi ini yang ke 45 kali kak... capek" kata Amanda.
"Kita istirahat dulu" ujar Andra.
Akhirnya mereka istirahat.
"Bagaimana? apakah tadi membuatmu lelah?" tanya Andra.
"Hah... sedikit kak, tapi namanya impian dan keinginan, jika ingin melihat hasil, maka kita harus melihat apakah hasilnya bagus atau tidak, jika tidak artinya usaha kita yang kurang maksimal, kalau bagus artinya kita bersungguh-sungguh, kalau kak Andra bisa.. kenapa aku ngga bisa?" Tutur Amanda.
"Ya, itu benar... kamu sudah menguasai ketangkasan, selanjutnya untuk berkonsentrasi, apakah kamu baik dalam berkonsentrasi pada saat adanya hal yang mengganggumu, atau tidak, karena dalam membuat Uchu Ankoku Ninpou, itu membutuhkan konsentrasi yang tinggi, semakin tinggi kekuatan serta kestabilannya maka semakin besar dan berbahayanya jurus itu" kata Andra.
"Iya ya.. bahkan pohon pun bisa rubuh" ujar Amanda.
"Sekarang, untuk ketangkasan, coba lawan aku dengan tubu-tubian, aku hanya akan menangkis, kau boleh menggunakan karate mu" Kata Andra.
"Eh!? apa!?" tanya Amanda.
"Ayo.. tidak perlu takut, jangan ragu" kata Andra.
"Hah... Huuuh! ok!" kata Amanda.
Amanda melawan Andra dengan tubu-tubian.
"Kak Andra... terlihat tenang saat aku melancarkan serangan, apa sebenarnya yang kakak rencanakan?" batin Amanda saat akan melayangkan tinjunya.
"Sekarang" batin Andra.
Andra langsung menyingkir, dan lantas tinjuan Amanda terkena pohon, bukannya malah sakit, tapi pohon itu langsung rubuh karena tinjuannya.
KRRIIIEET! JDUAR!!!
"Hah!!? A... Apa tadi!?" Tentu Amanda sangat kaget mendengarnya.
"Bravo! seperti yang ku harapkan" kata Andra.
"Kak... Kak Andra!! je.. jelaskan dulu! jantungku! jantungku ngga bisa diam!" kata Amanda sambil memegang jantung sebelah kiri nya.
"He?"
"I.. iya, sabar, ayo duduk dulu.. takutnya ntar kamu jantungan beneran" kata Andra yang menahannya.
Akhirnya mereka duduk kembali.
"Hah! Alhamdulillah, sudah baikan" kata Amanda setelah menghirup inhaler nya.
"Sudah baikan? Alhamdulillah, jadi... tadi aku ingin berpikir, apakah Mana mu yang spesial itu bisa mampu meninju dan merobohkan benda besar seperti pohon, akhirnya aku akan mencoba nya, ternyata sesuai dugaan, apakah tanganmu sakit?" tanya Andra.
"Ngga, ngga sama sekali, bahkan tidak berdarah ataupun mengalami patah tulang" kata Amanda.
"Jadi... itu artinya kamu bisa menggunakan Mana mu dengan baik, tapi kamu masih kurang bisa untuk mengontrol Mana mu untuk jurus-jurus" kata Andra.
"Tapi jika berlatih, aku pasti bisa kan?" tanya Amanda.
"Insya Allah, dek" Jawab Andra.
"Iya.. maksudku Insya Allah" kata Amanda.
"Hmf... kalau gitu, sepertinya kamu terlalu aku buat kaget deh, jadi... istirahat saja dulu untuk latihan kali ini ok?" kata Andra.
"Baiklah, terimakasih sudah mengajarkanku kak Andra" kata Amanda.
"Sama-sama"
Di sisi lain lapangan latihan...
"Ayo! masa gitu aja capek!?" kata Pak Andi.
"Pa... Pak Andi,... pinggangku keseleo!" kata Randi yang sedang berlatih.
"Sakit! tulang ku patah Pak!" ujar Vian.
"Nanti akan saya sembuhkan! sekarang berlari 50 meter!" kata Pak Andi.
"Pak Andi... sepertinya anda terlalu keras" kata Andra.
"Tidak bisa begitu! nanti malah jadi lembek!" kata Pak Andi.
"Sa... Sadis sekali, bagaimana sebenarnya nasib Ayah saat berguru pada Pak Andi? aku jadi ingat saat beliau mengajar ku" batin Andra sambil bergidik ngeri.
"Oh ya... kalau gitu, saya pergi dulu untuk pergi melihat proposal" kata Andra.
"Maaf manteman, kalian ngga bisa ku bantu, aku ngga mau di libas Pak Andi" batin Andra.
"Tolongin kami Andra!!!"