
"Siap?" tanya Andra.
"Ng! jika aku menang, kak Andra akan membiarkan Erlan tinggal bersama! jika tidak, dia akan mengawasi ku dari Batu Mustika Delima merah" kata Amanda.
"Baiklah, tapi ingat... aku tidak akan menahan diri, kau juga jangan sekali-kali menahan diri jika tidak mau menyesal" ujar Andra.
"Aku menerimanya"
Meanwhile....
"Hadeh! harusnya kah? kita menatap pertarungan Fujiwara 🆚 Fujiwara di atas pohon?" tanya Jiwa Erlan.
"Daripada di atas tiang! milih! milih!" kata Rangga.
"Ya maap Mang Genderuwo" kata Jiwa Erlan.
"Lagipula kau mengetahuinya atau tidak, dia sekarang bertarung demi dirimu" kata Rangga sambil bersandar di batang pohon dengan posisi miring sambil duduk dengan melipat kedua tangannya di dada sambil melihat akan pertarungan Amanda dan Andra.
"Maksudmu?!" tanya Jiwa Erlan.
"Ya, kalau kau kan ngga pernah ngasih tahu padahal kau selalu berada di Apartemen itu bersama dirinya, tapi dia merasa jauh karena kau tidak ada untuknya sebagai dirimu sendiri" Jelas Rangga.
"Lalu?"
"Dia sudah tahu kalau kau itu Erlan, hanya saja dia hanya ingin kau mengatakannya sendiri, tidak ingin kau mengelak, dia... adalah tipe cewek yang selalu mempertahankan prinsipnya, dia rela menunggu sampai kapanpun, dia bertarung agar tidak berpisah denganmu meski kau dalan wujud Astral" Jelas Rangga.
"Begitu, padahal aku berniat untuk melindunginya dari jauh" kata Jiwa Erlan.
"Kau ngga tahu betapa rasa berharganya kau di matanya" kata Rangga.
"Huft, aku ngga tahu kapan masalah ini bisa selesai" gumam Jiwa Erlan.
"Pertarungan.... dimulai!!!" kata Pak Andi.
Gesit sekali, Andra dan Amanda bertarung satu sama lain, saling melontarkan serangan sama dan menolaknya.
"Lumayan juga kak, tapi... aku tidak
akan segampang itu menyerah!" kata Amanda.
"Siapa bilang tadi aku akan menahan diri? kau lumayan juga" kata Andra.
"Memang mereka lumayan, tapi perlu kuakui, kalau si Raja itu sedikit lebih unggul dari adiknya" kata Rangga.
"Maksudnya?"
"Dia sudah meraih tingkat Uchuunin, sedangkan si gadis baru mulai sebagai Shinobi memang lumayan hebat, tapi dia seorang Terano, itulah yang menyebabkan dia tetap bisa berdiri saat penyerangan Pascal karena sebagian tenaga Ryu ada di dalamnya" Jelas Rangga.
"Kau tau banyak ya" kata Jiwa Erlan.
"Yah, aku banyak mempelajari itu saat menjalankan misi di dimensi Shinobi, untuk menghancurkannya kita harus menghancurkan Pascal, karena dimensi itu aktif atas hidupnya" Jelas Rangga.
"Aku mengerti"
"Uchuu Ankoku Ninpou!"
"Makko Ryudan!"
Amanda dengan cepat melakukan jurus teleportasi.
"Jurus itu?! itukan jurus Papa" kata Andra.
"Hebat kan kak?" tanya Amanda sambil menyerang Andra.
"Uchuu Ankoku Ninpou!"
Andra langsung terkena dan jatuh.
BRUK!
"Aku menang kah?" tanya Amanda melihat Andra terjatuh dan merintih.
POF! Tiba-tiba Andra langsung berubah menjadi kepulan asap dan muncul batang pohon dan langsung di belakang Amanda sudah ada tangan yang mengancam lehernya dengan kunai.
"Sayang sekali,.. kayaknya kakak yang menang, apakah kau yakin? hanya kau saja yang menguasai jurus itu?" tanya Andra.
"Kak Andra juga?! lalu,.. jurus kepulan asap apa tadi?" tanya Amanda.
"Itu jurus Autotomi, jurus yang di gunakan untuk mengalihkan perhatian dengan mengubah suatu benda menjadi diri sendiri untuk mengalihkan pandangan lawan untuk mengambil celah untuk menyerang atau melindungi diri" Jelas Andra.
BRUK! Amanda terduduk sambil ngos-ngosan.
"Apaan ini? jadi... aku, kalah?" tanya Amanda.
"Kamu terlalu terburu-buru menantangku, sudah ku peringatkan jangan sekali-kali menahan diri jika tidak ingin menyesal kan? kamu terlalu memliki perasaan yang tidak dapat membedakan yang mana saat-saat biasa, mana yang saat latihan, lawan saja kakak dengan tidak menahan diri" Jelas Andra.
Amanda berdiri...
"Iya, aku mengalah, aku mengaku kakak lebih kuat dariku, jadi... aku akan menuruti kakak" Kata Amanda.
PLUK! Andra memeluk adiknya.
"W... Woi! jangan gitu! puasa! puasa!" kata Jiwa Erlan ingin menghentikan tingkah Andra tapi di tahan Rangga.
"Hei! ingat diri! si Raja itu kakaknya!" kata Rangga.
"Tapi tetap saja!"
"Kau takut Amanda akan suka pada Andra? jangan bercanda, mereka itu saudara" kata Rangga lagi.
BLUSH! PSSH!! muka jiwa Erlan langsung memerah dan berasap.
"Bu.. bukan gitu! a, aku!"
"Sudah jelas banget" batin Rangga.
"Yang pasti, sepertinya dia kalah"
"Kak Andra... ada apa?" tanya Amanda.
"Kakak melihat tekad kuat mu, setiap orang percuma jika dilihat dari kepintaran atau kemampuan untuk mencapai sesuatu tapi jika tidak sesuai tekadnya, maka akan susah, tapi kakak melihat tekad mu yang begitu besar tadi... so congrats my sweetheart, you win!" kata Andra.
"Ah! Thank you so much brother!!"
"Dan kau Hantu, dan si genderuwo" kata Andra.
"Ha... Hantu?!" Jiwa Erlan langsung kesal.
"Masih manggil Genderuwo?!" batin Rangga.
"Saya sudah memutuskan untukmu Erlan, bisa kau tinggal di Apartemen kamar Amanda.." kata Andra.
"Serius Abang?!"
"Tapi hanya boleh di ruang tamunya saja! selebihnya jangan! seperti di kamarnya, kamar mandi, ruang ganti pakaian DLL... " kata Andra.
"Oh? beres!" kata Jiwa Erlan tersenyum menampakkan giginya.
"Erlan... meski begini, akhirnya aku bisa melihatmu yang tidak sebagai Vian" batin Amanda.
"Oh ya! aku lupa beritahu, istana Pascal ada di.... "
"Jangan Bersambung lagi!" kata Pak Andi.
"Sumpah, serem bener ni aki kalau marah"
"Dia berada di dimensi Shinobi, jika Pascal hancur, dimensi Shinobi akan ikut hancur juga" Jelas Rangga.
"Di sana ya?"
"Sudah dulu deh! masuk yuk! kita mau buka puasa" kata Amanda.
"Ya!"