
"Pe... Pelakunya... "
Amanda menunjuk seseorang.
"Kak Rafa! Kak Rafa pelakunya!" ujar Amanda tanpa melihat.
"A... Aku!?" tanya Rafa.
"Hah!? Rafa!?" tanya Vandro.
"Apa buktinya?" tanya Rahmat.
"Buktinya bisa di buktikan dengan tangan kak Rafa yang penuh dengan bekas minyak kare, Mocktail dan krim Red velvet yang ku buat, dan juga di mulut kak Rafa, ada bekas sisa makanan dan mulut kak Rafa agak berminyak" kata Amanda sambil menunduk.
"Rafa! kau berbuat onar lagi!!?" tanya Randi mencengkeram kerah baju Rafa.
"Tidak! tidak! bukan aku!" ujar Rafa.
"Ngga, sekarang bawa dia menemui Andra" ujar Rahmat.
Akhirnya Rafa di bawa ke tempat Andra.
"Kakek, sekarang" kata Amanda sambil menatap kepergian Rafa.
"Bener itu Nak" ujar Pak Andi.
Malam Hari kemudian...
Tap! Tap! seseorang mendekati dapur.
"Akhirnya, pelaku sepertimu tidak bisa di biarkan kabur... bukan begitu?" tanya Amanda.
"Pak Randi?" jawab Amanda.
"A... Apa yang kalian katakan?" tanya Randi.
"Jangan berpura-pura! staf ini sendiri sudah mengatakannya!" kata Rahmat membawa seorang staf.
Flashback sebelum hilangnya semua hidangan....
Saya sempat melihat Pak Randi datang ke dapur diam-diam begitu semuanya tidak ada di dapur, dan membawa semuanya ke kamar beliau karena waktu itu saya sedang merasa aneh dengan tingkah beliau.
Flashback Off...
"Maaf ya Pak Randi... aku sengaja untuk menjadikan Kak Rafa sebagai umpan, karena ini akan selalu terjadi : 'Seorang pelaku akan selalu kembali ke tempat kejadian perkara' bukan begitu?" kata Amanda.
"Kurasa kau benar" ujar Rafa.
"Cut!!! Salah Rafa! kau seharusnya tidak mengucapkan itu!" ujar Vian.
"Hei! ini syuting! seharusnya yang bener dikit dong Fa!" ujar Vandro.
"Ya Ampun! ini hanya syuting! tapi curang! masa aku dapat peran sebagai pelaku dalam kejadian!?" tanya Randi.
Flashback...
"Hei! bagaimana jika kita membuat film?" tanya Nera.
"Film?" tanya mereka.
"Ya! film ini dibuat agar bisa kita nikmati sambil makan!" ujar Nera.
"Sepertinya bagus!" kata Randi.
"Ya! Judulnya mencari kebenaran dibalik hilangnya makanan!" kata Randi.
"Hah? maksudnya?" tanya Vian.
"Iya! kayak Conun!" kata Randi lagi.
"Woi! salah! Sinici kudu kali!" kata Rafa.
Catatan : Salah penulisan demi ketentuan hak cipta.
"Terserah, baik... sepertinya seru" kata Vandro.
"Ok! kita putuskan!" ujar Vian.
Beberapa saat setelah undian...
Pemeran :
- Amanda
- Rahmat
- Randi
- Rafa
- Pak Andi.
- Staf B
Juru Kamera :
- Staf A
Make up dan Penata Busana :
- Nera
- Vian
Sutradara :
- Vandro
"Woi! curang! kenapa aku dapat peran pelaku!? seharusnya detektif!" kata Randi.
"Udah! ngga usah ngeyel!" kata Vandro.
Flashback Off...
"Hah! untung aja sekarang syutingnya sudah selesai, gimana kalau kita keluarkan sekarang makanannya?" tanya Amanda.
"Boleh! makanannya ada di penyimpanan makanan kan?" tanya Randi.
"Itu benar! Dasar... " kata Amanda.
"Baik! sekarang ayo kita makan!" kata Vian.
"Hei! foto dulu! Dasar.. " kata Amanda.
( Seporsi Nasi Kare)
...____________________...
( Semangkuk Ramen Hangat)
...___________________________________...
( Red Velvet Mini)
...___________________________________...
( Mocktail buah -Halal-)
"Enak nih!" gumam Rafa.
"Gitu deh! gimana kak? ini semua kak Rahmat yang buat lho!" ujar Amanda.
"Beneran!?" tanya Nera.
"Ngga kok, aku hanya masak Nasi, motong buah, membuat air kaldu ayam, dan lauk Ramen, yang lainnya termasuk Red Velvet itu buatan Amanda" Jelas Rahmat.
"Wah! hebat Amanda!" kata Nera sambil merangkul Amanda.
"Hihi... Biasa aja, ayo makan yuk!"