The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
Season 2 Episode 35 : Tamu tak diundang (4)



"Hah!?" kata Amanda dan Rafa yang bertatapan bersamaan.


(Ketemu sepupu ni ye)😁.


"Siapa dia? Penghuni atau.... apa ku tanya dia saja ya? Eh? kok dia lari !? " batin Rafa.


"Ah! kenapa Pangeran itu disini!? semoga dia ngga kenal wajahku yang pernah tidak sengaja ku tabrak di kantor AR Group! gimana nih!? Pak Vandro dimana ya? dia ngga ngejar kan? " batin Amanda dengan gugup.


Tap! Tap! Rafa mengejar Amanda untuk mendekatinya.


"Gawat! dia ngejar! aku harus lari!!! " batin Amanda sambil lari.


Amanda dan Rafa terus kejar mengejar, sampai...


"Duh! sampai berapa lama lagi aku harus berlari!?" pikir Amanda.


Tap! Ada tangan yang meraih Amanda.


"Hah! Hah! kemana dia!? bukankah dia tadi lewat sini? barang yang ia bawa berserakan" kata Rafa melihat kotak yang di bawa Amanda berserakan.


Di balik tembok....


"Fyuh! makasih banyak Kak Nera! aku bahkan ngga nyangka kalau di tembok ini rupanya ada jalan rahasia! mirip Kamuflase" kata Amanda.


"No Problem, rupanya kau tahu banyak soal IPA ya?, ngomong-ngomong siapa dia?" tanya Nera sambil mengulum permen dengan melihat Rafa.


"Ng... sepertinya ia sepupu Raja" kata Amanda.


"Oh, Andra udah jadi Raja rupanya, tapi berani sekali dia menerobos masuk, sudah datang tidak memberi salam, seenaknya masuk dan meminta macam-macam, dia akan rasakan akibatnya, Rahmat!" kata Nera sambil menekan Earphones di telinganya.


Sementara itu Rafa....


"Duh! kemana lagi cewek itu lari!?" tanya Rafa.


"Berhenti Disana!" kata Rahmat sambil memberi isyarat kepada para staf Rosement dan melemparkan jaringan ke Rafa untuk menangkapnya.


"Ok, sasaran sudah tertangkap Nera" kata Rahmat memberi isyarat pada Nera.


Makanya jangan berani melawan anggota Rosement 😁😁😁.


"Lepas!" kata Rafa yang terus memberontak.


Rahmat dan Para Staf langsung membawa Rafa pergi menemui Azka dan yang lainnya.


"Aku ingin mencari hal yang mencurigakan di Apartemen ini!" kata Rafa.


"Sebelum itu Ayah ingin bertanya! kenapa kau menendang bahu Orang ini!? lihatlah! ada bekas Print di bajunya!! bahkan kau menguncinya dari luar hingga ia harus terpaksa memecahkan kaca untuk keluar" tunjuk Azka.


"Tapi dia yang telah mengejekku! apakah Ayah tidak berpikir itu fitnah!?" tanya Azka.


"Mohon tenang semuanya, kita akan melihat buktinya di rekaman CCTV ini" kata Rahmat memperlihatkan tablet android rekaman CCTV.


Video 1 \= Rafa menendang Vandro


Video 2 \= Rafa mengunci Vandro


Video 3 \= Rafa melempar kunci dan lari dengan Watados*


*(Wajah Tanpa Dosa)


"Lihat? sudah terbukti" kata Rahmat.


"Rafaaaa!!" kata Azka.


"Cih! aku nggak kepikiran! " batin Rafa.


"Iya deh! aku ngaku! tapi tadi dia ngejek aku dan-.... " belum selesai Rafa bicara.


"Mohon maaf semuanya Yang mulia, saya ingin Anda menyudahi pertemuan dan kunjungan malam ini, Anda semua bisa datang lain waktu" kata Rahmat.


"Tu.... Tunggu Pak Andi!! saya masih mau bicara! dia aja yang di keluarin! karena dia yang buat Onar!" kata Azka menunjuk Rafa.


"Ayaaah!!"


"Maaf, kita bicara lain waktu" kata Pak Andi.


Pintu di tutup perlahan dan Rafa melihat wajah Vandro yang tersenyum bersama tertutupnya pintu.


JREEENG!!!!


"A... apa itu!!!? Pla... Playing Victim!!? " kata Rafa dengan wajah sangaaat kesal.


Playing Victim adalah sikap seseorang yang seolah-olah sebagai korban, untuk berbagai alasan seperti membenarkan pelecehan orang lain, memanipulasi orang lain, strategi Penjiplakan atau mencari perhatian.