
Di Rosement....
Randi dan Vian sedang disitu sendiri menatap raga Amanda dan Andra yang tidak berjiwa sedangkan Pak Andi mengontrol buku yang memiliki teleportasi untuk mempertahankan energinya.
"Andra bilang, jika ada gerakan atau reaksi, segera bangunkan sekuat mungkin ya? hm... gampang sih, tapi... " Randi menatap Pak Andi, Amanda, dan Andra yang tiduran di kasur.
"Gini amat ya mereka, ngga ada normal-normalnya" ucap Randi.
"Tahan nak, kita perlu seperti ini terus sampai mereka berhasil, Nak Erlan entah katanya kemana" kata Pak Andi.
"Ya Pak"
"Amanda... " batin Vian.
Di Dimensi Shinobi....
"Bagaimana ini? hawanya kuat sekali" ucap Andra.
"Sebanyak berapa makhluk astral yang ada di dimensi ini?!" tanya Amanda.
"Kalian sendiri tahu kan? aku yang buat dimensi ini pasti memiliki banyak pengikut! tidak usah banyak bicara! kalian akan susah mengalahkan kami!" kata Pascal sambil memanggil mereka dengan jurus.
"Eh?! tunggu! Aura ini kan... " Amanda berbalik ke belakang.
Di halaman Istana Pascal...
"Siapa kalian!? jangan halangi kami!" kata salah satu makhluk astral yang akan masuk.
"Mereka memang ku suruh untuk menghancurkan Pascal, jadi yang di luar kami yang urus" ucap Rangga.
"Hoi, harus sekali ya! aku ikut!" kata Jiwa Erlan.
"Ya biarkan saja... dengan energi si gadis itu, menggunakan wujud manusia meski astral ini juga cukup untuk melawan kalian semua" kata Rangga mulai merubah diri.
"Jangan lupakan aku!" kata Jiwa Erlan.
"Baiklah! maju kalian semua!!!!"
Kembali ke tempat Pascal, Amanda, dan Andra...
DUAR!!! BRAK! CRAASH!!!
"Apa yang terjadi di luar!? mana pasukan ku!?" tanya Pascal mendengar keributan.
"Hmf... Mas Rangga dan Erlan memang partner yang cocok, Dasar... " batin Amanda dengan agak heran.
"Ana!! transfer Mana mu!" kata Andra.
"Baik!!" Amanda mengumpulkan Mana dan mentransfer nya ke Andra dan Andra menyerapnya dengan Silent.
"Baiklah!! waktunya serangan pertama!!!" Andra langsung berlari dan mengumpulkan tenaga untuk menyerang.
"Jangan remehkan aku!" Pascal akan meninju wajah Andra.
SING! Tapi tinjuan Pascal tidak mengenai tubuh Andra sama sekali malah menembus.
"Apa!?"
"Uchu Ankoku Ninpou!!!"
JDAAR!!! Serangan itu mengenai Pascal dan Pascal langsung keluar dari tubuh Arka yang dia rasuki.
BRUK!
"Apa!? tembus!?" tanya Pascal.
Amanda langsung menghampiri Arka.
"Kak Arka!!"
"Bodoh! apa kau lupa? ini adalah jiwaku! bukan tubuh fisikku!!" kata Andra.
"Eh!? mustahil!! tadi aku bisa mencekik Amanda!" kata Pascal.
"Mustahil!! tunggu! apa yang dia akan lakukan!?!" tanya Pascal melihat Amanda.
"Tidak usah pedulikan dia!!! lawanmu adalah aku!!" seru Andra.
"Jiko Shinkuken!!!"
"Silent menyebalkan! kau menirukan jurus ku!" kata Pascal yang terkena serangan.
Arka sadar dari pingsannya.
"A.. manda?" tanya Arka.
"Kak Arka!! apakah kau baik-baik saja?" tanya Amanda.
"Kenapa? kau menolongku? padahal aku kan adalah wadah yang dia rasuki, aku hampir membuatmu celaka, aku juga tahu kau adalah seorang Putri Raja... maafkan aku, tapi kenapa kau menolongku?" tanya Arka.
"Aku tahu, kau mau menyakiti ku, tapi bagaimanapun juga.. aku tak akan pernah melupakan jasa seseorang, kak Arka pernah menjadi kakakku, mengajariku banyak hal, aku harus menyelamatkanmu, kak.. aku adalah seorang Shinobi, yang ingin menjadi Uchuunin nanti" Kata Amanda.
"Pasti berhasil, meski aku tak tahu banyak tapi terimakasih" ucap Arka.
"Karena aku tidak ingin istrimu, kak Ningsih dan keponakanku dalam bahaya kan?" tanya Amanda.
"Ana!!! sekarang!!" teriak Andra.
"Baik" Amanda akan mengisi energi Batu Mustika Delima Merah yang di duakan Erlan dari batu sepenuhnya untuk menghancurkan Pascal.
"Hei!! gadis bodoh! apa yang ingin kau lakukan!? jika kau hancurkan batu itu!! maka Arka kakakmu juga akan ikut hancur!! apakah kau ingin menghancurkan orang yang sudah menganggapmu adiknya!?" tanya Pascal.
"Diam kau iblis!!!" teriak Arka.
Arka menggenggam tangan Amanda.
"Jangan khawatir Tuan Putri, aku ikhlas untuk ini... ini juga balasan ku karena seperti ini, maafkan aku.. lakukanlah, demi impianmu" ucap Arka dengan memelas tapi tersenyum.
Amanda mengalirkan Air matanya dan menutup matanya karena tak tega lalu mengisi energi ke Batu Mustika Delima Merah agar penuh dan hancur dengan sendirinya.
"Gadis bodoh!!! berhenti!!!" Pascal akan menghampiri Amanda.
"Uchu Ankoku Ninpou!!!!" Andra melakukan jurus dan mengenai Pascal.
BRUK!
"Dan ini balasan atas kematian orang tua kami!!!!" Teriak Andra.
DUAR!!!!
Perlahan Batu Mustika Delima Merah perlahan-lahan penuh.
"Amanda... maafkan aku, kamu satu-satunya orang yang ikhlas menyelamatkanku meski aku berusaha menyakitimu, aku titip Ningsih dan Mira sebagai keluargamu, dan kamu tetap menganggap ku sebagai kakak, aku benar-benar sungguh ingin hidup lama bersamamu dan membalas semua kebaikanmu" Amanda mendengar ucapan Arka langsung menangis deras.
KRAAAK!!!
"TIDAK!!!!" Perlahan Pascal retak dan mau hancur.
"Selamat tinggal" ucap Arka yang tersenyum sambil menangis.
"Ana!!! cepat kita harus keluar dari dimensi ini!! jika tidak, maka jiwa kita juga akan ikut hancur!!" Seru Andra.
Di Rosement...
Andra dan Amanda tubuhnya mulai bergerak-gerak, Andra bergerak dan kejang-kejang, sedangkan Amanda menangis dalam keadaan tidak sadar.
"Amanda!! Andra! sadarlah!! Pak Andi!! mereka mulai bergerak! Vian! bantu!!" Seru Randi.
"Ukh!! Portal nya mulai mengurang! dimensi beserta cerita dimensi di buku teleportasi ini mulai terhapus secara menyeluruh!" kata Pak Andi yang mencoba mempertahankannya karena melihat huruf dan kata-kata di huruf itu mulai terhapus.
"Amanda!!!! Andra!!! bangun sekarang!! ayo!!!" Seru Vian.
"Amanda!!! Andra!!!"