The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
Season 3 Chapter 71 : Persiapan sidang proposal



Akhirnya dengan agak kaget Alen dan Dennis naik mobil yang Amanda setir.


"Oh ya, kalau gitu... apa yang Dennis mau kasih tahu tadi?" tanya Amanda saat memberhentikan mobilnya karena lampu merah.


"Itu.. aku mau kasih tahu kak Amanda kalau sebenarnya perilisan Detective Conan movie 24 akan dilakukan secara serentak pada tanggal 16 april 2021" kata Dennis.


"HAH!? Serius!?" Seru Amanda sampai membuat Alen dan Dennis kaget.


"I.. iya, kak... ini" kata Dennis sambil memperlihatkan artikelnya.


"Wah! aku jadi ngga sabar! pengen nonton! tapi sehabis nulis persiapan dan pelafalan untuk sidang proposal nanti! deh!" kata Amanda yang bicara sendiri di kursi setir mobil.


"Ng.. Kak Amanda" kata Alen.


"Ya?" tanya Amanda.


"Lampu sudah berwarna hijau, dari belakang kita juga sudah di klakson dari belakang lho" kata Alen.


TIN! TIN!


"Wah!! aku ngga nyadar!" kata Amanda.


"Em.. Btw, gimana kabar kak Erlan, kak?" tanya Alen.


"Erlan?"


Oh ya! aku juga lupa jelaskan kalau Alen dan Dennis kenal juga dengan Erlan, karena pernah bertemu dengan mereka.


Akhirnya Amanda mengantar Alen dan Dennis sampai ke rumah mereka dengan selamat.


"Makasih banyak tumpangannya kak Amanda" kata Alen.


"Makasih kak" kata Dennis.


"Ya,.. Sama-sama" kata Amanda.


Di Kamar Alen...


"Huh! ngga nyangka, kalau kak Amanda yang kalem dan populer itu bisa membawa mobil Fortuner yang besar itu" gumam Alen.


"Kak Amanda membuatku kagum"


Di Rosement, di kamar No 10...


"Fyuh! dari waktu sebelum Ramadhan aku penasaran, apa sebenarnya kotak yang di berikan Erlan?" gumam Amanda sambil mengambil kotak yang ia letakkan di sudut ruangan.


From : Erlan Ramanathan


To : Amanda Dallena


Amanda membuka kotak itu.


"Eh!?"



Tanpa sadar Amanda membendung air mata sambil melihat satu persatu isi kotak itu.



Note : Maaf ya, saat liburan di London, aku malah akting sembarangan.... tapi makasih karena udah nyelamatin warga London dan yang lainnya dengan nyawamu


Amanda meneteskan air matanya di foto dan catatannya.



Note : Ini saat kita kehujanan saat hari olahraga saat SMA, maaf ya aku malah bertingkah aneh, foto ini ku dapat dari si tukang stalker ( bocah perempuan konglomerat Falesia ) aku bahkan harus melakukan hal aneh demi ambil ni foto, ini ku kasih kamu aja deh.


Tes... tes, air mata Amanda perlahan-lahan menetes.


"Ng? surat apa lagi ini?" gumam Amanda.


-Maaf ya.... aku sudah banyak mengecewakanmu, selalu membuatmu menunggu... ku dengar dari Zaki dan Putra kalau kau sedang melanjutkan S2 dan sebentar lagi selesai, hebat! aku mendukungmu dari jauh.


Sampaikan salamku pada Nina, Zaki, dan Putra sebab sahabat itu ada pada saat suka dan duka, jadi sahabat itu adalah keluarga.


I will always watch over you wherever you are


( Erlan )


Amanda mengusap air matanya.


"Apaan sih!? ramadhan gini malah ngegombal!" kata Amanda.


"Au ah! mau lihat tugas proposal dulu... tadi kalau ngga salah Pak Yudha kirim judul ku yang di acc deh, di via email" gumam Amanda.


Di dalam lemari yang terhubung dengan lift kapsul.


"Hmf... sepertinya yang dikatakan bocah konglomerat Al-Farisi itu memang benar" batin Andra.


Ceklek!


"Kak Andra nguping ya?" tanya Amanda yang membuka lemari secara tiba-tiba.


"Eh!? ngga kok, kakak hanya ingin em... menjengukmu, apakah kau ambruk lagi atau ngga" kata Andra.


"Meski wajah dan ekspresi kakak di silent, tapi mata silent ku ini bisa merasakan dan melihat detak jantung kak Andra langsung" kata Amanda yang mengedipkan sekali matanya dan langsung berubah menjadi warna hijau silent.


"Ah... eh, sebenarnya alasan kakak ingin kesini adalah untuk Ramadhan sampai sekarang kita off sementara latihan ninja, karena nanti stamina mu berkurang, sebagai gantinya kumpulkan energimu selama sebulan ini" kata Andra.


"Insya Allah kak, tapi... kunoichi itu gelar yang di berikan untuk ninja wanita, pada saat meraih apa kak?" tanya Amanda.


"Minimal yang sudah bisa Ninjutsu, dan ahli beberapa jurus, bisa beladiri tenaga dalam, dapat mengendalikan Mana, dan dapat bergerak tanpa di rasakan oleh semua indra manusia, serta dapat memperkuat indranya merasakan gerakan lawan dari semua indra yang di miliki, itu syarat untuk menjadi kunoichi" Jelas Andra.


"Kak Andra bilang itu minimal? terus yang maksimalnya? mikirinnya aja kepalaku langsung pusing" kata Amanda.


"Ah.. gitu ya? tapi memang itu kok, kakak ngga bohong" kata Andra.


"Ya ya... aku harus bersiap lebih keras lagi"