The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
Season 4 Chapter 26 : Aku harus pergi



Amanda langsung terbangun dari pemulihan, dan jam sudah menunjukkan waktu jam 19.00


"Kak Andra" Amanda bangun dengan menangis.


"Ana?"


"Aku... Aku! aku bertemu Ibu!!!" ucap Amanda.


"Begitu, ya?" tanya Andra.


Amanda membuka matanya, Pak Andi dan Andra kaget.


"Eh?! mata itu!"


"Kenapa kek? kak?"


Radith mengarahkan cermin ke Amanda.


"Apa?!?!?! Aquamarine Silent!!?" tanya Amanda.


"Kamu, membangkitkannya" gumam Andra.


"Yey!!! Aku berhasil! aku berhasil!!" kata Amanda.


"Sepertinya pemulihan ini juga membuahkan hasil yang berkali-kali lipat ya Pak Andi?" tanya Andra.


"Iya nak" Pak Andi ikut bangga.


"Nak Arif, Nak Afifah... Anak kalian menjadi anak yang benar-benar patut kalian bisa banggakan" batin Pak Andi.


"Sebaiknya aku mau ke Mas Rangga dulu ya kak!" kata Amanda.


"Memangnya mau ngapain?" tanya Andra.


"Yah, mau lihat dia lagi ngapain setelah dapat raga baru, hehe" ucap Amanda.


"Baiklah, tapi... buka puasa lah dulu" kata Andra.


Saat Amanda kembali ke kamar sehabis buka puasa...


"Lho? Erlan!" kata Amanda.


Erlan menatap Amanda dengan iba dan sedih.


"Ada apa? kenapa kau terlihat sedih?" tanya Amanda.


"Amanda... "


"Ya?" tanya Amanda.


"Maafkan aku, aku benar-benar minta maaf!!!" kata Jiwa Erlan.


"Kenapa? apa yang terjadi?" tanya Amanda.


"Aku,... kita harus, berpisah.. aku tidak bisa seperti ini terus, aku.. harus kembali ke ragaku, terimakasih ya" kata Jiwa Erlan.


"Eh?! ada apa?! apakah ada masalah!?" tanya Amanda.


"Aku... "


Flashback....


"Apa yang ingin kau bicarakan Rangga?" tanya Vian.


"Aku ingin kau menyatukan jiwamu kembali, di bukit belakang wilayah ku, jika sampai malam bulan purnama 3 hari jam 0.00 kau ngga melakukannya, maka jiwamu tidak akan pernah bisa di satukan kembali, untuk menyatukannya kau harus menunggu bulan berwarna emas yang terjadi setiap 24 bulan sekali" kata Rangga.


"Tapi... beri aku waktu!"


Flashback Off...


"Atau! entahlah! jika aku tidak kembali pada ragaku, maka.... akan terjadi masalah!" kata Jiwa Erlan.


"Tapi, ini dadakan! kapan memangnya deadline batas kau harus kembali!!?" tanya Amanda.


"Sekitar,... 3 hari kemudian pada pukul 0.00 maka, kita tidak akan bisa bertemu kembali dan akan seperti ini" kata Jiwa Erlan.


"Tapi! biarkan saja seperti ini!" kata Amanda.


"Eh?"


"Kau tidak pernah kembali! selalu dan selalu!! saja! kau seperti tidak pernah menanyakan kabarmu! menanyakan selalu saja pada Vian! kau ini sebenarnya kenapa?! masalah apa!?" tanya Amanda dengan berseru.


"Aku hanya tidak ingin melibatkan dirimu saja!" ujar Jiwa Erlan.


"Tapi lihat!! aku saja banyak hal yang aku tidak ingin kau terlibat! tapi kenapa kau terus saja membantuku!? aku ngga mau! agar kau sendiri mengerti! bagaimana seseorang ingin mencapai sesuatu itu pasti akan selalu butuh bantuan orang yang tepat!!!" Teriak Amanda.


"A... Aku!-... "


"Bahkan tentang Organisasi!! Apa sebenarnya yang membuatmu terlibat hah?!" tanya Amanda.


"Itu-... "


"Aku bahkan melihatmu yang seperti itu! peduli padaku! tapi menyembunyikan sesuatu dariku! Lalu buat apa?! pernyataan cintamu saat 4 tahun yang lalu untukku?!? takut aku jadi milik orang lain!? atau kenapa?! Apakah tidak bisa kah berpikir rasional sedikit?! hanya karena pernyataan itu!!! aku jadi merasa kau itu ingin aku menunggu!!" Seru Amanda dengan menutup matanya.


"Tapi... aku rela menunggumu, yang membuatku menganggu adalah, kenapa kau tidak pernah jujur padaku!!?!? sedekat apakah aku bagimu? sedekat nadi? atau... sejauh apakah aku?!! sejauh mentari?! katakan!!" Seru Amanda sambil membendung air matanya yang sudah banyak.


"Ini... tidak ada hubungannya dengan mu! aku hanya tidak ingin kau dalam bahaya saja!" kata Jiwa Erlan.


"Aku tahu!! tapi lihat! kenapa kau rela dirimu yang sebagai khodam dalam bahaya?! padahal urusanmu yang lain belum selesai!!" kata Amanda.


"Itu... "


"Keterlaluan!!! aku, kesal! kau menyebalkan!!" kata Amanda sambil keluar dari kamarnya dan berlari.


"Amanda!! tunggu! dengarkan aku dulu!!" tapi terlambat, Amanda sudah berlari keluar.


Erlan yang sebagai khodam disitu terdiam.


"Rangga, Andra... aku keterlaluan ya?" tanya Jiwa Erlan mengarah ke lemari kapsul tempat Rangga dan Andra mendengar pertengkaran mereka.


"Aku... sudah mengecewakan! sebagai Erlan, sepertinya Amanda tidak ingin bicara padaku yang saat aku kembali sebagai Vian nanti, karena dia tahu kalau aku adalah Vian" kata Jiwa Erlan.


"Aku... tidak tahu, tapi sebaiknya kau minta maaf" kata Rangga.


"Ya, Erlan... karena 3 hari kemudian tanggal 12, jam 08.00 itu bertepatan dengan wisuda Amanda, kau yakin? tidak ingin datang?" tanya Andra.


"Andra,.. aku... tidak tahu harus apa, secara tidak langsung aku telah menyakiti perasaanmu, karena aku melukai perasaan adikmu maafkan aku, aku malah mengecewakan sebagai sahabat!!!" Kata Jiwa Erlan.


"Tidak perlu begitu,... aku turut saja khawatir kalian tidak bisa menyembuhkan tali yang telah terputus, ini tidak dirimu yang biasanya, ada apa? apakah ada masalah yang tidak bisa kau ceritakan?" tanya Andra.


"Sebenarnya, Andra.... Saat kita menghancurkan dimensi Shinobi, semuanya hancur, begitu pula pengikut Pascal, hanya saja aku tidak tenang mendengar kalau Amanda terlibat Organisasi itu!!" kata Jiwa Erlan.


"Slow Friend, Amanda yang kau kenal sekarang.... adalah seorang Wanita yang benar-benar hebat, kau masih menganggap dia Amanda dulu yang kau kenal kan? itu yang membuatmu gelisah, makanya kau harus tahu... dia sekarang adalah orang yang hebat, beritahu segala kebenarannya" kata Andra.


"Itu benar, terserah apa dia mau marah atau bagaimana, kau harus tanggung konsekuensi nya" kata Rangga.


"Akan ku pikirkan lagi"