The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
Season 2 Chapter 90 : Apa yang harus ku pilih!?



"Ah... kak Nera.. " Amanda memotong kata-katanya.


"Kak Nera, selalu mengajarkan hal-hal yang baik, dia juga selalu mengingatkanku bagaimana hal yang baik dan yang tidak baik, aku sama sekali tidak kenal Nera yang kau maksud" kata Amanda.


"Oh... jadi, kau ini ngga guna! ngapain coba aku tadi bawa kau kesini!?" kata Rey sambil menginjak-injak kepala Amanda.


"Hei! berhenti!!!" Seru Rafa yang ditahan oleh 2 anggota cakar naga.


"Ukh! berhenti! aku ngga kenal Nera yang kau maksud! Nera yang aku kenal dia selalu mengajarkan ku hal bagaimana membedakan yang benar dan mana yang salah!" kata Amanda yang membuat Rey berhenti.


"Oh.. jadi kau ini memang bener ngga guna, kau hanya tahu topengnya saja ya?" kata Rey.


"Hei! budeg!" kata Rafa.


"Aku yang lebih tahu kau tahu" kata Rafa.


Rafa memberontak dan berhasil melepaskan diri langsung berada di depan Amanda untuk melindunginya.


"Hei! ku bilang sudah ya sudah! jika memang dia ngga kenal Nera yang kau maksud artinya dia tidak berkaitan dengan semua ini kau tahu!? itu aja gampang kan!?" tanya Rafa.


"Heh, kalian ini benar-benar naif" kata Rey sambil menggelengkan kepalanya.


"Apa lagi kau!?" tanya Rafa.


"Andra jadi tidak menceritakan apapun? kalau begitu... mau ku kasih tahu ngga?" tanya Rey.


Sementara itu Nera dan Toni....


"Cih! daerah sini jauh juga! semoga kau ngga buat-buat yang aneh-aneh Rey" gumam Nera.


"Kejadian ini terjadi karena saat itu Rey ingin mengadakan transaksi dan kerja sama atas bandar besar narkoba, tentu kami meski kelompok geng sama sekali tidak terima, dan saat kami bicara baik-baik... Dia malah memberontak, dan aku malah tidak sengaja menusuk perutnya dengan pisau... " batin Toni.


"Yang aku dengar perkataan terakhir Rey... 'Toni... kau pengkhianat' aku meneteskan air mata kedua ku di dunia ini... dan kami pikir dia sudah mati karena terkapar, entah kenapa dia berhasil kembali lagi" batin Toni.


"Rey... meski kau ku anggap saudara, tetap saja! ternyata dia ingin menghasut Nera... untung Fronliners 1 berhasil mengetahui rencananya" gumam Toni.


Sementara itu Keadaan Rafa dan Amanda...


"Bagaimana? sudah tahu kan? kalau Nera yang kau tahu itu hanyalah 'Topeng' jadi dia itu adalah wanita berkepala 2" ucap Rey setelah menjelaskan semuanya.


DEG! Rafa dan Amanda sangat kaget mendengar apa yang di lakukan Nera dan Rey pada Andra.


"Kenapa gadis ini? dari tadi diam saja, dia takut atau kenapa?" batin Rey sambil menarik atas jilbab Amanda.


BUK! Rey langsung memukul muka Amanda melihat tatapan itu.


"UKH!"


"Hei! jangan memukuli perempuan kayak gitu! banci tahu ngga!?" kata Rafa.


"Tatapan nya itu... sebelumnya matanya berwarna biru, tapi setelah menatap tajam.. kenapa matanya berubah menjadi warna merah mirip seperti kejadian tatapan si Andra kurang ajar yang matanya berwarna ungu!?" batin Rey.


"Apa kau bilang? Banci? heh, jangan salah! sebagai Pangeran seperti mu kau itu tidak pantas menyandang gelar Raja" kata Rey.


"Apa!?" tanya Rafa.


"Ya! Impian mu itu akan pupus!" kata Rey yang membuat Rafa tersinggung dan termenung.


Secepat kilat entah bagaimana Amanda dengan tangan terikat sudah membuat Rey terpojok dan tercekik.


"Apa... yang... kau!?" tanya Rey.


"Kau itu.... sama sekali tidak perlu mengurusi urusan orang lain, berhenti ya berhenti" kata Amanda dengan tatapan membunuh yang sangat menyeramkan.


"Hah!?" tanya Rafa.


Akhirnya Amanda memukuli Rey habis-habisan, tapi saat...


"Amanda! berhenti!" kata Rafa.


Tinjuan terakhir Amanda yang mau di tujukan pada Rey malah meleset ke tembok dan membuat retakan yang sangat parah dan membuat kaget.


BANG! Tembok itu langsung tembus rusakannya sampai luar.


"Hah! Hah!" Tenaga Amanda sudah habis.


"Gadis ini... bukan sembarangan! aku bisa mati karena tinjuan terakhir tadi" batin Rey.


BAK! Amanda di tendang oleh Rey hingga terlempar.


"Amanda!" Rafa langsung menghampiri Amanda yang kehabisan tenaga.


"Kau ini... benar-benar menguji kesabaran ku"