The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
BONUS! CHAPTER 5 bagian 5



"Kita hanya bisa memperhatikan sambil melihat saja! tidak berguna!!!" Seru Erlan sambil melempar batu.


"Apa yang harus kita lakukan!?" tanya Vanora.


"Hei.. daripada gak ada kerjaan, lawan aku saja... abaikan identitas kita" kata Vino.


"Ini lagi satu problematika pembuat masalah... " gumam Rangga.


"Kalau begitu... waktunya serangan astral!" kata Vino.


Di Dalam perisai...


Elena terus menyerang Amanda terus menerus sementara Amanda hanya menangkis dan memastikan agar kunai maupun senjata tajam yang di gunakan Elena untuk melawannya tidak melukainya.


"Serahkan saja sekarang!" kata Elena.


"Tidak akan!! kotak Pandora adalah milik klan Fujiwara! meski kekuatan yang ada di dalam diriku dan kak Andra adalah warisan mendiang ibu dan ayahku!! aku tidak akan membiarkan siapapun menguasainya selain aku dan kakakku, Dasar!!" Seru Amanda.


"Baiklah... kau memang seperti dulu dan belum berubah Amanda, gadis yang keras kepala, aku akan mulai serius!" kata Elena.


"Heh... kau benar-benar ingin bertarung untuk kedua kalinya ya!? baiklah kak! aku menerimanya!" kata Amanda yang bersiap dengan pedangnya.


"Kau akan salah besar karena tidak menyerahkan kepada Ratri" kata Elena.


ZAP! Pertarungan mereka nyaris tanpa celah sedikitpun.


"SEKARANG!" Amanda akan menebas Elena sebagai ancaman, dia berniat tidak menebas Elena sungguhan.


"Kau ini!! kekuatan penembus!" kata Elena sambil mengaktifkan topeng di kacamatanya.


SRING!!! Pedang Amanda tertembus.


"Heh! kekuatan penembus mu mengingatkanku pada kekuatan tembus astral Pascal! dan karena aku mengingat makhluk yang telah membunuh Ayah dan Ibuku... itu membuat amarah dalam diriku kembali lagi, tapi aku harus bisa mengontrolnya" kata Amanda.


"Sekarang... ayo mulai!"


Di luar perisai...


Andra dan Erlan melawan Vino dengan berbeda dari Elena dan Amanda, karena Andra dan Erlan benar-benar tanpa celah saat melawan Vino.


"Hah... Hah... sebaiknya kau berhenti Vino" kata Andra.


"Gimana gitu? bukankah kau tahu?caranya bertarung tanpa memedulikan identitas?" tanya Vino.


"Baiklah... waktunya serangan" kata Erlan sambil mengumpulkan tenaga lewat tangannya dengan Turquoise.


"I.. itu!" batin Andra.


"RAIGEKI!!!" Seru Erlan sambil melontarkan jurus bereleman petir itu pada Vino.


Vino tersenyum dan memajukan telapak tangannya yang memiliki sebuah simbol.


SRRR!!!! Tiba-tiba simbol itu membesar dan menyerap Raigeki Erlan.


"Apa!?" tanya Andra dan Erlan.


"Hehe... sekarang, tubuhku kebal akan listrik maupun petir, jika kalian menyerang ku ataupun menyentuh ku, maka kalian akan tersengat! ini adalah fungsi jurus astral pengebal tubuh! jurus mutual!" Seru Vino.


"Dia benar... tubuh manusia memiliki banyak cairan, itulah alasan mengapa jika manusia menyentuh listrik dia akan tersengat" Kata Andra dan Erlan menatapnya.


"Artinya jika kita menyerangnya dengan sesuatu jurus berkategori Ninjutsu maupun mode astral, dia bisa menyerapnya" kata Erlan.


"Hikaru! Mizuki! lihat apa yang terjadi di dalam perisai!!" Seru Rangga yang mengamankan Vanora.


Di Dalam perisai...


"Baiklah!! waktunya serangan!!" Seru Elena mengaktifkan Turquoise.


"Aku akan buktikan bahwa yang kau lakukan kedua kalinya itu salah kak!" kata Amanda mengaktifkan Silent-nya.


****


"Apakah mereka juga akan melakukan serangan yang sama saat perang kehancuran dunia astral ketiga!?" tanya Vanora.


****


"Uchuu Ankoku Ninpou!!!"


"Oki Jiko Shinkuken!!!"


****


"Berhenti!!! Aaa!!!" Teriak Vanora.


"Amanda!! Kak Elena berhenti!! kalian adalah teman! apakah kalian lupa untuk kedua kalinya!?" Seru Erlan.


****


"EH!?"


Yah.. serangan yang sama terjadi tapi lebih parah dari sebelumnya, di belakang Elena, serangan Amanda menghancurkan sebuah batu besar, 3 pohon rindang, dan sebidang tanah seluas 45 M, sedangkan Elena menghancurkan 67 M sebidang tanah.


"Hmf... " Ratri menghembuskan nafas dan beraut wajah santai.


Amanda dan Elena saling menghilangkan jurus mereka.


"Sebenarnya ini sudah ku katakan saat melawan Bestari sebelumnya, kalau kami tidak akan bermusuhan! karena kami ini teman!" Ujar Amanda.


"Ck! Teman?!" tanya Ratri.


"Ma.. Maafkan aku Ratri" kata Elena.


"Berani-beraninya kau mengkhianati Shadow Sixth! kau perlu ku habisi kah!?" tanya Vino.


"Sabar Vino, sabar... rupanya mereka ini perlu di jelaskan secara keras" kata Ratri sambil tersenyum menyeringai mendekati Elena dan Amanda.


Amanda dan Elena kaget.


"Ra.. Ratri?" tanya Elena.


"Jangan khawatir kak! aku maupun yang lainnya akan melindungi dan mempertahankanmu!" kata Amanda.


"Ta.. Tapi" gumam Elena.


"Kak Elena adalah bagian dari kami dan teman kami! dia bukan musuh! dia takkan mendengarkan kalian!" kata Amanda, Ratri langsung menghilang dan muncul di depan Amanda dan mengumpulkan energi lalu menumbukkannya ke perut Amanda.


"GUH!"


BRUK!


"Amanda!!!" Seru Vanora dan Elena.


Amanda hanya meringis dan memegang perutnya hingga darah keluar dari pinggiran mulutnya.


"Di... Dia menyerang organ vital bagian kiriku yaitu ginjal... dia tahu kalau dengan menyerang organ vital-ku, itu menyebabkan pendarahan... syukurlah aku mempunyai banyak energi.. dan Aquamarine ku akan segera menyembuhkannya, Aika terimakasih" batin Amanda.


SRET! CRANG! Elena di kekang tangan dan kakinya secara melayang tak napak oleh tenaga Astral.


"Kau seperti ini saat Bestari menyiksamu kan? aku akan melakukannya 5 kali lebih keras dari Bestari! HM!" Ratri mengepalkan tangannya dan membuat Elena tersengat.


"AAA!!! Ma.. Maafkan aku Ratri!! AAA!!!!" Elena berteriak kesakitan karena sengatan Ratri lebih keras daripada Bestari.


"Kak Elena!!!" Seru Amanda sambil berlari mendekati Elena.


"Eh!? Lho!? perisai itu udah gak ada!" kata Vanora.


"Apa Jangan-jangan Ratri menggunakan teknik yang sama seperti Bestari!?" tanya Andra.


"Sepertinya begitu! baiklah! ayo kita tolong Amanda-.. " belum selesai Erlan bicara.


"Siapa bilang mau menolong? pertarungan mengabaikan identitas belum selesai! ayo lanjutkan!!!" Seru Vino.