
"Sebenarnya.... yang Professor tahu tentang ibu! Professor pasti mempunyai rahasia dengan ibu kan!? dan tahu kalau aku bukanlah darah dagingnya!" kata Amanda.
"Ah....itu, karena permintaan Aliza-san" kata Hirata.
"どしてそんあことおしました、はかせ!?"
Doshite son'na koto o shimashita, hakase!?
( Kenapa kau melakukan itu, Professor!?)
tanya Amanda dengan tegas.
"ごめなさい,むこーさん"
Gomen asai, Miko-san
( Maafkan aku ,Miko-san)
Kata Hirata memanggil Amanda dengan nama Kecilnya, yaitu Miko-san atau Miko-chan.
"ちょっとまって, はかせ"
Chotto matte, Hakase
( Tunggu sebentar, Professor)
Kata Amanda.
"なに?"
Nani?
(Apa?)
tanya Hirata.
"Apakah kau tahu juga, tentang Kapsul Optik 294,1 yang pernah kuberi tahu? " tanya Amanda.
"Oh, Kapsul yang kau diminumkan paksa oleh anggota Organisasi itu?" tanya Hirata.
"Ya! apakah kau tahu penawarnya?" tanya Amanda.
"Maaf Miko-chan, aku belum bisa terlalu banyak menganalisis semuanya, lagi pula itu akan sedikit lebih baik karena wajahmu dan suaramu yang terubah karena Optik 294,1 itu" kata Hirata.
"Hm.... bagaimana pun juga, ibu ada hubungannya dengan semua ini, apa mungkin Ayah juga!?" tanya Amanda.
"Maafkan aku Miko, aku tidak bisa memberi tahu mu kalau Ethan-kun juga terkena racun itu" batin Hirata.
"Hai!" kata Erlan yang tiba-tiba membuka pintu.
"Oh! Ethan-kun! datang!" kata Hirata.
"Uh! Professor, berhentilah memanggilku Ethan! aku sudah bukan anak-anak lagi!" kata Erlan.
"Hahaha, Ethan adalah gabungan dari nama E dan than, jadinya Ethan, itu diambil dari nama Erlan Ramanathan, kenapa tidak digunakan? itukan lucu, Hahaha" kata Amanda.
"Ih! dasar! memangnya kalian bicara apa?" tanya Erlan.
"Tidak apa-apa, benarkan Professor?" tanya Amanda.
"Ya! Miko benar!" kata Hirata.
"Professor! jangan gunakan nama Miko! aku malu!" kata Amanda.
"Lho? tadi siapa yang bilang nyuruh aku gunakan kata Ethan?" tanya Erlan.
"Iiih! Ethan-kun!" kata Amanda.
"Weee! Miko-chan!" kata Erlan sambil mengejek dan meleletkan lidah pada Amanda.
"Sudah kalian berdua jangan bertengkar, ayo aku mau menunjukkan sesuatu" kata Hirata.
"Apa itu Professor?" tanya Mereka berdua secara bersamaan.
"Ta-da! ini dia! aku ingin memberikan ini!" kata Professor menunjukkan sesuatu.
"Hah!? apa itu Pro-.... Ukh!!!" kata Erlan yang langsung memegang jantung dan wajahnya.
"Ng? Erlan? ada apa!?" tanya Amanda.
"Gawat! penawarnya mulai.... pudar!!! " batin Erlan.
"は。。。。。はぁせ!!!"
Ha..... Hakase!!!
(Pro..... Professor!!!)
Kata Erlan.
"Aku.... akan kembali menjadi Vian!! Gawat!!! Wajahku mulai sakit dan Panas!! " batin Erlan.
"Gawat! Ethan-kun akan menjadi Vian!! " batin Professor Hirata.
"Hahaha, Miko-chan, bisa keruang bawah tanah sebentar? aku ingin kau melihat hasil analisis ku tentang Racun itu! sudah ku simpan di komputer, aku mau kerumah Ethan-kun dulu ya, Hahaha" kata Hirata dengan berbisik.
"tapi, kau tidak memberitahu soal Erlan kalau aku meminum obat itu kan?" tanya Amanda dengan berbisik.
"Tidak kok!" kata Hirata dan langsung keluar dengan Erlan.
Biar aku ceritakan....
Ya, aku terminum Racun Optik 294,1.Menurut firasatku, mungkin saja racun itu belum sempurna, dan akhirnya banyak sekali efek samping yang aku alami dengan meminum ini, antara lain : kemunculan Penyakit Asma, Sinusitis Akut, wajahku sedikit terubah, dan juga.... Amnesia.
Amnesia yang aku alami adalah Amnesia setelah meminum Kapsul itu. Bahkan aku hampir melupakan tentang Professor Hirata karena efek Racun itu. Aku juga sedang berusaha mengingat tentang duniaku, dan juga.... Orang yang meminum Paksa kapsul itu.
"Ini Laptopnya ya?"
Tapi, Sinusitis akut dan Asma yang ada didalam tubuhku ini, jarang sekali dapat ditemukan oleh dokter jika aku memiliki dua penyakit ini, aku akhirnya meminta obat penawar yang dapat mencegah Asma dan Sinusitis akut ku ini meski kita berlari.
"Wah, banyak juga Filenya.
Aku ingin sekali meraih cita-cita ku tanpa terminum racun itu.
"Hik.... Hik... " Amanda Menangis.
"Aku jadi menyesal kenapa bisa terminum racun itu" batin Amanda dengan menangis didepan komputer.
Sementara itu Erlan....
"UAKH! は。。。。はかせ!!!"
UAKH! HA..... HAKASE!!! "
(UAKH! PRO.... PROFESSOR!!!)
Teriak Erlan.
"UUAAAAKKHHH!!!!" Erlan berteriak sangat keras sambil memegang wajahnya.
"Ethan-kun!!" seru Hirata.
"Fyuuh! aku tidak apa-apa Professor" kata Vian.
"Kalau begitu, kembalilah ke Rosement kalau begitu, jika tidak maka Miko-san akan curiga" kata Hirata.
"O... Ok Professor" kata Vian.
"Erlan..... Professor!! kalian diatas?" tanya Amanda akan menaiki tangga dimana mereka berada.
"Ga... gawat!!! Amanda kesini!!" bisik Vian.
"Ya... Ya ampun!" kata Professor.
"Lho? Professor?" tanya Amanda.
"Ha... Ha... Amanda, ada apa?" tanya Professor.
"aku ingin mencari, Eh? apa itu di belakang kursi?" tanya Amanda sambil mengarah ke kursi.
"Ah... E... i... itu" kata Professor dengan gugup.
"Ya... Ampun!! gawat! Amanda!!! " batin Vian.
"Ayo! kesini!" kata Amanda meminta untuk membalikkan wajah.
"Ah.... Ha... Hai Amanda" kata Vian.
"Hah!!!??? Vian!!?? kok bisa disini!?" tanya Amanda.
"Eh.... I.... itu.... Ethan... eh bukan!!! Vian ini kenal dekat dengan Erlan, jadi dia kesini untuk berkunjung" kata Professor.
"Begitu kah Vian?" tanya Amanda meminta pendapat Vian.
"Eh... iya" kata Vian.
"Tapi.... Aku curiga, kenapa Vian memakai pakaian yang sama dengan Erlan?" tanya Amanda.
"A.... aku lupa ganti baju!!!???" batin Vian.
"Ah,... hari ini ulang tahun Erlan, jadi.... E... aku ingin memakai baju yang sama dengannya" kata Vian.
"Hm? apa itu benar Professor?" tanya Amanda.
"Hahaha, iya" kata Professor.
"Lalu? dimana Erlan?" tanya Amanda dengan celingak-celinguk.
"Ah, ia sedang pergi untuk urusan" kata Professor.
"Kalau begitu aku harus pulang sekarang" kata Amanda.
"Se... secepat itu?" tanya Professor.
"Aku sudah tidak punya urusan lagi disini" kata Amanda tanpa berbalik dan akan berjalan menuruni.
Tuk! Tuk! Tuk!
"Kau jahat Erlan, kau mengundang orang lain untuk ulang tahunmu, tapi aku.... " batin Amanda dengan membendung air mata.
"Apa.... Amanda marah? " tanya Vian.
"Entahlah, mungkin marah karena aku mengatakan kalau Erlan pergi" kata Professor.
"Aku harus bisa cepat kembali ke wajahku yang semula, jika tidak Amanda akan terus ku awasi dalam lingkungan kebohongan" kata Vian.
"Aku akan berusaha secepat mungkin Ethan-kun" kata Professor.
"Aku mengandalkan tentang racun itu kepadamu, Professor" kata Vian dan pergi.
"Hm! "
"Ada dua orang yang saling menyimpan rahasia satu sama lain, dan mengalami hal yang sama. Aku bahkan tidak mengerti kenapa Erlan-san dan Amanda-san merahasiakan ini, apa karena mereka tidak tahu bahwa mereka mengalami hal yang sama?" batin Professor.
"Aku Akan berusaha agar kalian bisa kembali ke Wajah kalian dan diri kalian yang sebenarnya, kalian bisa mengandalkan diriku" batin Hirata lagi.