The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
Season 2 Chapter 76 : Suara hati (3)



"Amanda kondisinya gimana?" tanya Nera.


"Kata Randi, Amanda kepalanya ke bentur, jadi di plaster, kalau kakinya memar jadi di perban yang lainnya hanya demam dan tidak enak badan biasa" ujar Vandro.


"Ng? Vian rupanya tidur ya Pak?" tanya Amanda yang masih di ruang inap.


"Begitulah, dia dan Randi nungguin kamu semalaman, bahkan panik banget saat nelpon" ujar Vandro.


"Begitu ya" kata Amanda.


"Amanda, aku bawain Rendang! mau ngga?" tanya Vanora.


*Glek!* Vandro dan Nera menelan ludah.


"Bagaimana? mau ngga?" tanya Vanora.


Vandro dan Nera memberi isyarat untuk tidak memakan masakan Vanora, dengan menggelengkan kepala.


"Eh? kenapa kak Nera dan Vandro menggelengkan kepala?" tanya Amanda.


"Hm!?" tanya Vanora sambil berbalik.


"Ah... ngga, aku hanya sedang.. em, pegal" kata Vandro.


"Boleh deh kak! makasih banyak lho! aku malah ngerepotin deh" kata Amanda.


"Apa coba yang ngga buat adik ku?" tanya Vanora.


"Adik?" tanya Vandro.


"Aku dan Vanora sudah menganggap Amanda adik sendiri Bambang!" ucap Nera.


Akhirnya rendang yang bumbunya berwarna merah kecoklatan itu membuat Nera dan Vandro ngiler, tapi mereka tidak akan tertipu.


"Ok! bismillah! aku makan!" ucap Amanda.


"Habislah" pikir Nera dan Vandro.


Amanda melahap daging rendang itu sesuap.


"Eh.... enak!! Ngga nyangka Kak Vanora pinter masak! kak Vanora selalu keluar, jadi aku ngga pernah ngerasain masakan Kak Vanora! eh! kecuali saat makan sama-sama Vian, dan Pak Vandro itu lho!" kata Amanda tersenyum mengakui masakan Vanora enak.


(Season 2 Chapter 37)


"Eh!? apa!?" tanya Nera bingung.


"Ya! serius enak banget! akan ku habisin boleh kak?" tanya Amanda.


"Boleh dong! penasaran lho aku! kamu makan banyak kok ngga pernah gemuk-gemuk ya? ideal mulu! aku mah sering diet" kata Vanora.


"Masa sih ideal kak? ku pikir biasa" kata Amanda.


Akhirnya aku mencoba menghubungi Kak Rafa, kenapa ya? ngga bisa, tapi...


"Halo? Dek Amanda ya? maaf ya, saya Bima, Asisten Pribadinya Tuan Rafa, beberapa hari yang lalu Tuan Rafa lari dari rumah dan menghancurkan perabotan, sampai sekarang belum ketemu" ujar Bima di pesan suara.


"Eh!? kabur dari rumah!?" pikir Amanda.


Pagi harinya....


"Duh! kenapa sih Amanda? udahlah! jangan keras kepala! ayolah!" kata Vanora.


"Tapi!!" ujar Amanda.


"Aku harus ke kantor untuk bertemu Kak Rafa dan membicarakan apa yang terjadi.... " batin Amanda.


"Ng? kenapa Van?" tanya Vandro yang udah siap berangkat kerja.


"Itu! Amanda kan baru aja sembuh, dia kan jam 3 pagi tadi demam kan? kok ngeyel mau berangkat kerja?" tanya Vanora.


"Amanda, ngga usah berangkat kerja dulu, nanti kalau kamu pingsan di sana bagaimana?" tanya Vandro.


"Ukh!" Amanda menatap Vandro kesal, sedangkan Vandro tidak tahu letak kesalahannya dimana.


Di Luar Rosement


02.00 pagi....


Diluar gerbang Rosement yang sunyi... ada seorang pria berjubah hijau mendatangi dengan membawa tongkat pemukul.


GREET! KLANG! BRAK! CRAASH! Suara gerbang Rosement yang dipukul dan di hantam berkali-kali dengan pemukul Kasti.


"Hoi! Amanda! kau si OG! kenapa ngga masuk kerja tadi pagi!? buka pintunya aku harus berbicara padamu!!! Amanda!! buka gerbangnya!!!!" Teriak Rafa sambil memukul gerbang berkali-kali.


Seorang Pria berhoodie hitam dengan logo geng cakar naga datang menemuinya dan bersiap untuk mengurus Rafa.


SHAT!


"Berhenti! jangan sakiti dia! dia dari keluarga Ameera, keluarga Raja!" kata Vandro.