
"Apa maksudmu? 5 tahun yang lalu?" tanya Vian yang tidak bisa maju karena Rose masih menodongkan pistol.
"Hm, kau yakin tidak mengingatnya?" tanya Rose balik.
"Hm.... hah? kejadian di Yoshino City!?" tanya Vian.
"Ingat juga kau akhirnya, waktu itu kau belum bergabung ke Organisasi dan belum terminum Optik 294.1" kata Rose.
5 tahun yang lalu
Yoshino City....
"Wah! aku ngga bakalan nyangka lho! kalau kita akan karyawisata SMA disini! hebat sekali!" kata Amanda.
"Ya! di sini juga ada sejarah di kota Yoshino yang tak disangka!" kata Nina.
"Huh! menyebalkan!"
"Hah?" tanya Amanda dan Nina.
"Kenapa coba? dua cowok mesti temenin dua cewek jalan-jalan ngga jelas?" tanya Erlan dan Zaki.
"Kalau ngga mau! ya udah! pergi sana, curhat ama simpanse! berisik!" gerutu Nina sambil menunjuk para Simpanse di kebun binatang.
SMA Helvetia tengah ber karyawisata di kota Yoshino, mereka sedang berwisata di sebuah museum yang terdapat banyak sekali tempat seperti kebun binatang di luar lingkungannya dan juga menyimpan banyak sejarah.
"Sudah Nina, ayo kita kesana!" tunjuk Amanda.
"Ya! ayo!" kata Nina.
"Amanda kenapa ya? jika berbicara atau berterimakasih padaku... sekarang dia tidak pernah senyum? " batin Erlan.
"Lan! Erlan! Erlan Ramanthan kelas 2-A! Woy! bangun! jangan melamun!" kata Zaki.
"Hah!? kamu ki? kenapa?" tanya Erlan.
"Aku yang harusnya nanya gitu! kenapa malah melamun!? ayo! cepet kita kesana!" kata Zaki sambil menarik Erlan.
"Eh!"
"Tentang Organisasi yang di maksud Ibu dan Ayah.... yang hanya aku tahu adalah setiap anggota yang memiliki keturunan, maka keturunannya itu wajib masuk Organisasi meski tidak mau, dan juga jika memakai perangkat atau sesuatu yang di kembangkan oleh Organisasi itu maka sudah tercatat sudah masuk anggota, huh! Organisasi yang menyebalkan! seenaknya saja! semoga organisasi itu tidak tahu kalau Ayah, Ibu dan Kakak hanya ingin memata-matai mereka, bukan ingin bergabung " batin Erlan.
"Hm.... kalau ngga salah yang pernah aku lihat adalah orang bercode name... Roy dan Peter, serta Rose" pikir Erlan.
"Semuanya! silahkan pergi untuk memahami tentang yang berada disini bersama kelompok kalian! catat dan tulis di laporan! kami dari pihak sekolah akan memeriksa semua pekerjaan pengamatan kalian serta pengalaman setelah masuk sekolah!" kata kepala sekolah.
"Baik Pak!" kata Mereka.
"Eh! guys! bagaimana jika kita makan siang dulu? bosan kan? jika kita makan siang di hotel terus?" tanya Nina.
Setelah makan siang mereka lanjut melakukan tugas mereka.
"Hari sudah gelap! sekarang sudah pukul 20.00, waktunya jurit malam untuk kelas 2-A!" kata Panitia.
"Ju.... *Jurit Malam?" tanya mereka.
*( Jurit malam adalah aktivitas yang di lakukan oleh para pramuka gunanya untuk melatih kepempinan, mengasah keberanian, dan memecahkan masalah dalam waktu yang singkat dan juga kerja sama).
"Ya! biasanya jurit malam hanya diadakan pada malam Pramuka! tapi hari ini pengecualian, kalian sudah SMA! masa takut hantu!?" tanya Panitia untuk kelas 2-A.
"Siapa yang takut kak!?" tanya mereka.
"Bagus! kalau begitu, setelah mengambil peralatan yang di sediakan kakak panitia berupa : Peta saat masuk hutan, senter, korek, HT, dan tali! sekarang tim akan di bagi dengan mengambil nomor dalam kotak ini! tim berjumlah 2 orang! di mulai dari sekarang! jangan pakai lama! cepetan dek!!!" seru panitia itu sambil memanas-manasi.
Semuanya mengambil nomor urutan.
"Ok! nomor 1! angkat tangan!" Kata Panitia.
Nina dan Zaki mengangkat tangan.
"Ok! Eza Nina Falesia, dan Muzaki Al Farisi! adalah tim 1! silahkan masuk ke hutan! sekarang! GPL! Gak Pake Lama!" kata Panitia.
Nina dan Zaki akhirnya masuk ke hutan.
"Padahal aku pengen sama Nina " batin Amanda.
"Ok! selanjutnya nomor 2! Amanda Dallena, dan Erlan Ramanathan! cepat dek! giliran kalian!" kata Panitia.
Tap! Tap! Semenjak mereka berjalan, Amanda dan Erlan tetap saja diam, tidak seperti biasanya.
"Hei" kata Erlan.
"Ng?" tanya Amanda acuh tak acuh.
"Begini, aku... Ng!?" kata Erlan sambil menatap ke arah semak-semak merasa ada yang mengikutinya.
"Ada apa Erlan?" tanya Amanda ingin memeriksanya, tapi Erlan mengedepankan tangannya untuk mengisyaratkan agar Amanda tidak maju
"Yang aku baca di informasi penyelidikan Ayah dan Ibu, satu orang Organisasi bisa di ketahui selalu memakai Parfum, atau tercium bau khas yang sangat asing di suatu tempat, dan juga terasa seperti tercium wangi khas Organisasi itu yang pekat! apakah itu artinya.... mereka ingin membawaku!?" batin Erlan.
"Amanda! lari!" bisik Erlan.
Amanda tidak mengerti dan hanya berlari bersama Erlan
Krrssk! bunyi suara semak-semak yang semakin mendekati mereka.
"Aku... dikejar!? "