
"Orang ini... benar-benar menyebalkan! orang sialan ini... orang sialan ini menyakiti Andra! Orang sialan ini yang menyakiti keluargaku!!!" batin Rafa sambil mengambil jenggut kepala Rey untuk menghantamkannya di lututnya.
"Kena kau!" batin Rafa.
"Heh! tidak buruk juga!" Sayangnya Rey berhasil menahannya dengan tangannya.
Rey tidak bisa terlalu menggunakan tangan kirinya karena tadi sudah di buat keseleo oleh Amanda, terlihat membiru dan memarnya terlihat sangat jelas.
Sementara itu Amanda....
"Nak.... kemari nak... " Wanita yang selalu menghantui Amanda datang kembali.
DEG! DEG! Amanda sangat ketakutan akan hal itu, sampai semua tubuhnya bergetar.
Tapi semua teriakan dan ringisan kesakitan yang di derita Rafa terdengar sangat jelas di telinga Amanda
"Jangan menghindar terus!" ucap Rey yang terdengar dari dalam.
"Uagh! "
"Hah! Hah! Hah!" Pernapasan Amanda mulai ngga teratur.
Bak! Buk! Buk! Amanda mukul-mukulkan tangannya ke pasir agar kehilangan ketakutan nya.
Ugh!
"Aku ngga takut! dan ngga akan takut! Kak Rafa... dia sedang berjuang di luar sana! aku pun tak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini! Rasa takut ku ini bisa ku alihkan dengan mengatur pernapasan juga membaca basmallah!
Bak! Buk!
"kak Rafa! apa yang terjadi!? aku ngga bisa lihat... " batin Amanda.
"Kak Rafa! bertahanlah, aku akan lakukan sesuatu! aku jamin yang kau lakukan tidak akan sia-sia! kita akan selamat dari sini bagaimana pun caranya! meski dengan membawa luka!" gumam Amanda.
"Duh! gelap! ngga bisa lihat apa-apa! sebentar! jika ku gunakan mata senyap ku sebentar, mungkin aku bisa melihat!" kata Amanda dengan memulai.
Amanda langsung menutup matanya dan berkonsentrasi, hingga ia bisa melihat sekitarnya dengan mata tertutup meski dalam gelap seperti X-ray.
Sementara itu....
"Kami berada di sekitar 3Km dari titik sinyal, Baik kami sebisa mungkin akan menjaga jarak agar musuh tidak waspada datangnya tim penyelamat!" kata Tim helikopter.
****
"Ukh! tenagaku benar-benar akan habis, kalau begini terus, saat aku dalam bahaya aku tidak akan bisa melawan karena tenaga ku yang berkurang, sekarang sudah jam berapa ya? dasar!" gumam Amanda sambil memegang sebelah matanya.
"Eh!? apa ini? bongkahan? tunggu! terdengar suara orang!" gumam Amanda lagi.
"Ngga mau lihat duel ngga?"
"Ngga ah! mau jaga di luar aja"
"Rupanya masih ada beberapa anggota yang di luar, sudah ku pertimbangkan... " batin Amanda.
"Kalau bongkahan ini ku geser.... Eh!?"
..._______...
"7 Menit!" kata wasit.
"Uhuk!" Rafa sudah terluka dan mulai kehabisan tenaga.
"Heh? si mulut besar sudah mau kalah?" tanya Rey.
"Bo... doh! berisik!"
DUAK! Karena hantaman itu Rafa langsung mimisan dan kepala pusing.
"Sudahlah! menyerah saja" kata Rafa.
"10 Menit!"
"K.O"
Semua anggota geng cakar naga yang ada di situ masuk ke dalam ruangan tempat Amanda di kurung.
"Ja.... Jangan.... sakiti... dia" kata Rafa.
"Kenapa malah jadi begini! Andra! padahal sudah ketemu! padahal aku sudah menemukannya!" batin Rafa yang air matanya mengalir memudarkan beberapa luka parah di wajahnya.
"Huh! menyebalkan, menghabiskan waktu buat orang yang lemah" gumam Rafa.
"Ketua! ketua! cewek itu ngga ada!!" Seru Seorang.
Di dalam Ruangan...
"I... itu lobang!? ngga mungkin cewek itu yang buat" gumam beberapa orang.
"Kau emang ngga lihat gimana dia meninju tembok tadi?" tanya seorang lagi.
"Eh!? bekas retakan ini terlihat sudah lama"
"Bodoh!!! memangnya kalian ngapain saja saat aku sedang kerja hah!?" tanya Rey.
Akhirnya semua anggota mencari Amanda.
"Lihat saja, setelah cewek itu ku temukan... kalian berdua akan ku kubur di tempat ini" gumam Rey sambil menyeret kerah belakang baju Rafa, yang terlihat Rafa sudah pingsan.
****
"Aku sembunyi di sini ngga terlalu sih... karena banyak lekukan kecil tersembunyi sedangkan tubuhku kecil, jadi bisa masuk" batin Amanda.
Sekarang Amanda sedang bersembunyi di semak-semak
"Sudah 10 menit.... makin banyak anggota yang keluar! jangan bilang Kak Rafa... sudahlah! tadi aku lihat ada rangkaian bros bunga ku tadi... aku harus memungutnya untuk membuat jalan"
"Seharusnya bantuan sudah datang... kemana mereka!?" batin Amanda.
"Hei! kau cewek itu ya? mau ngintip aku buang air di sini ya... " Rupanya ada seorang anggota sedang menakut-nakuti Amanda.
"Waa!"
Duak! Amanda menghantamkan batu bata ke muka orang itu.
"Aduh! hei! cewek itu di sini!"
"Apa!?"
Ya mau bagaimana lagi? Amanda harus lari, tapi ada beberapa juga dia lawan, karena kondisi dan tenaga...
"Hahaha! cewek lemah!" kata mereka yang mengepung Amanda dari 4 arah.
"Aku... bukan... perempuan... yang... lemah!!!" Amanda meninju salah satu dari mereka hingga melakukan putaran ke belakang hingga mereka tumbang.
"Ng!? ada satu lagi!! kali ini yang memiliki beberapa atribut merah... " Amanda langsung ingin menghantamkan batu tapi orang itu malah menghindar dan langsung melawan beberapa anggota geng cakar naga yang mendekat.
Amanda langsung lari.. dia ngga peduli akan hal itu, tapi sesuatu sudah menghentikan langkahnya.
"Hoi! jangan pergi! saat ada yang mengejar, seharusnya kau fokus untuk melawan, jangan lari, ternyata kau bisa seperti itu ya? sebenarnya tadi aku menemukan rangkaian bunga ini di jalan, Vian bilang ini yang kau gunakan saat ke restoran, untung aku bisa menemukan mu, ayo kita harus cepat!" kata orang itu sambil membuka masker merahnya.
"Kak Toni!? "