
"Rangga!" kata Amanda.
"Jangan khawatir Yumna, kita akan melawannya bersama-sama" kata Rangga.
"Duh!! kak Elena juga kemana sih!? di hubungin gak di angkat!" tanya Erlan.
"Baiklah! waktunya penyerangan!!"
Saat Bestari akan menyerang, Tiba-tiba muncul sebuah portal.
"Eh!? Portal siapa itu!?" tanya Vanora.
Muncul seorang berjubah dengan topeng dan seorang laki-laki asing bersamanya.
"Ka.. kau!? kenapa bisa!?" tanya Bestari.
Orang berjubah itu langsung mengumpulkan.. tenaga? di tangannya dan menghantam Bestari hingga sekali tumbang.
"Eh!? dia mengalahkan Bestari hanya seperti itu saja!?" tanya Vanora.
"Siapa dia itu?" tanya Andra.
"Tidak tahu... tapi... kenapa gampang sekali dia mengalahkan Bestari!? bahkan tanpa menyegelnya" kata Amanda.
Akhirnya Bestari langsung di lempar ke portal.
"L.. Lho!? itu kak Elena!" tunjuk Erlan.
"Apa!? Hei! Elena!" Seru Vanora.
"Kurasa dia tidak mendengarnya" kata Andra.
Elena kemudian berbicara dengan orang berjubah yang di temani seorang lelaki baju bergaya jepang.
Elena mengakhiri pembicaraannya dan pergi menuju Amanda dan yang lainnya.
"Kak... Elena, siapa dia!? dan kenapa Bestari-.. " belum selesai Amanda bicara.
"Perkenalkan Amanda, dia adalah shadow of lord, Ratri" kata Elena.
"Ba.. Bayangan para Lord?" tanya Amanda.
"Benar... aku adalah Ratri, Shadow lord Six,... jadi kalian adalah Fujiwara Yumna dan Fujiwara Hikaru ya? Terano dan Raja yang terkenal karena menghancurkan dimensi Pascal dan menyegel pemimpin sekte kelima Bestari ya?" tanya Ratri sambil melirik Amanda dan Andra.
"Be... benar, tapi kenapa kau kesini? ada apa?" tanya Amanda.
"Aku mendengar kalau kalian adalah Putra-Putri Lord Six ya?" tanya Ratri lagi.
"Benar... ada apa memangnya?" tanya Andra.
"Yah, kami datang kemari untuk mengambil keahlian ninja kalian dan juga kotak Pandora" kata laki-laki yang di samping Ratri atau bisa di panggil Vino.
"A.. Apa!?" tanya Vanora.
"Tapi, untuk apa!? dan apakah kau pikir, kami akan menyerahkannya segampang itu!?" tanya Amanda.
"Kalian tidak mengerti! Ratri membutuhkan ini karena untuk misi yang penting!" kata Elena.
"Tapi, kenapa kau seperti ini kak Elena!? meski mereka anggota kelompok pemberantasan! kenapa mereka seenaknya saja!? apakah kau mulai berubah lagi!? padahal Bestari baru tersegel 3 minggu yang lalu! sekarang Bestari muncul lagi!" kata Amanda.
"Oh, Bestari yang tadi ya? sayangnya itu hanyalah kekuatannya yang menjelma menjadi dirinya, sekte astral bisa seperti itu, atau lebih tepatnya jurus Autotomi" kata Vino.
"Lalu?" tanya Vanora.
"Lebih baik serahkan keahlian ninja kalian kepada alat ini dan alat ini akan menyerap keahlian ninja kalian lalu berikan kotak Pandora pada kami" kata Ratri.
"Kalau tidak apa!?" tanya Amanda.
"A... apa!?" tanya Elena.
"Maksudmu apa Ratri!? kau adalah shadow ayahku!" kata Amanda.
"Meski begitu... percuma saja walau kalian berdua menuruni darah Hasegawa dan Fujiwara akan sangat sia-sia kalau kalian lemah" ujar Ratri.
"Salah besar kau menganggap kakak dan aku lemah! kami tidak lemah kau tahu!? dan ingat! kami tidak akan menyerahkan keahlian ninja kami dan kotak Pandora pada kalian!" ujar Amanda.
"Kalau begitu yang kau inginkan baiklah... Elena! serang dia!" kata Ratri.
"Ta.. Tapi, ini diluar perjanjian kita!" ujar Ratri.
"Perjanjian!? ini merupakan kesepakatan yang matang dalam badan pemberantasan! juga hukum nya sah dalam dunia astral" kata Ratri.
"Ta.. Tapi Ratri-.. " belum selesai Elena bicara.
"Serang dan kalahkan dia kataku!!" Seru Ratri.
"Ah... Huft,.. baiklah!" kata Elena.
"Kak Elena!! jangan!" kata Amanda.
"Diam!!! Jurus Astral bayangan hitam!!" Seru Elena sambil menyerang Amanda dengan serangan bayangan.
"HUAA!!" Teriak Amanda yang terlempar dan jatuh.
"Oh? jadi ini adalah kekuatan barumu ya Elena? Hebat" kata Ratri dengan raut wajah angkuh.
"Amanda!!" Seru Vanora sambil mendudukkan sedikit Amanda.
"Elena!? apa maksudmu!?" tanya Rangga.
"Serahkan kekuatan ninja kalian sekarang! atau kalian akan menerima akibatnya" kata Elena.
Amanda langsung berdiri.
"Hentikan ini Ratri! gara-gara kau... kak Elena berubah!!! Hiaa!!!" Amanda langsung mulai menyerang Ratri dengan pedang Fujiwara-nya.
"Jurus pengikat bayangan!!" Elena langsung mengikat Amanda dengan tali-tali bayangan hingga ujung pedang Amanda hanya berjarak 1 cm dari hidung Ratri.
"Ukh!! aku tidak bisa bergerak!! kak Elena!? apa-apaan ini!? kenapa kau mendengarkan mereka!?" tanya Amanda.
"Maafkan aku Amanda,... HIAAA!!!" Elena langsung membanting Amanda.
"HUAA!!!"
BRUK!
"Kita bantu mereka! apakah kita akan diam saja!?" tanya Erlan.
"Kalau begitu.. ayo!" kata Andra.
Ratri melirik mereka lalu memajukan telapak tangannya.
"Jangan ikut campur" kata Ratri sambil memasang perisai.
"HUA! Ukh... tidak bisa di lewati" gumam Erlan.
"Sebenarnya aku bisa... tapi dengan masuk bisa membuatku meregang nyawa, dan Ratri akan menyerap kekuatanku... ini berbahaya bagi diri kalian juga" kata Rangga.
"Perisai Astral ini sama seperti yang mengurung Papaku saat perang kehancuran dunia astral ketiga" kata Andra.
"Ya... hanya Ratri sendiri yang dapat melepasnya, kenapa dia bisa mempunyai perisai yang sama seperti Bestari?!" tanya Rangga.