
Di Ruang kumpul anggota....
"Jadi? jelaskan secara rinci dan jelas maksudmu Andra!" kata Nera yang masih beraura kesal.
"Sabar dulu, sebenarnya ayah Rafa ingin menelusuri Apartemen dan menemukan ada yang aneh atau tidak dari laporan Rafa, dan Rafa... dia ini berpihak padaku, jadi Pihak tengah yaitu ayahnya Rafa dan paman ku akan mencari yang mencurigakan, jadi tenang saja karena Rafa berpihak kepadaku" jelas Andra.
"Apa!? dan kau akan menerimanya saja!? apakah kau tidak takut dia akan mengkhianatimu!?" ujar Nera.
"Hei! dengar ya! aku sepupu Andra! dan lihat surat undangan sah anggota nomor 11 ini! aku sudah ada kontrak dengannya! aku juga ngga tahu kalian akan mengkhianati Andra dari belakang atau tidak!" kata Rafa sambil menunjukkan surat sah undangannya.
"Sebaiknya kalian mungkin harus menjaga attitude kalian! karena aku tidak akan mengkhianati Andra! kalian juga!? jika kalian diam-diam akan menusuk Andra dari belakang!? kan aku mana tahu! atau jangan sampai-... " belum selesai Rafa bicara.
"Cukup Rafa, semuanya dengar, Rafa sudah membuktikan kalau perkataannya benar dengan... melindungi Amanda pada saat insiden cakar naga Rey terjadi" ujar Andra.
"Tapi tenang saja, jika dia berbuat onar atau membuat kalian tidak merasa nyaman atas tingkahnya, kalian bisa menghukumnya atau melakukan apapun padanya dan aku tidak akan melindunginya, tapi ini hanya berlaku jika kalian menghukumnya secara wajar" Jelas Andra.
"Baiklah, jika sudah mengerti dan tidak ada yang mau di pertanyakan, kalian bisa mulai berkenalan dengannya dan memulai hubungan baik pertemanan" ujar Andra lagi sambil berbalik dan berbisik ke Pak Andi.
"Pak Andi, mari bicara di ruang privat" bisik Andra.
Akhirnya semuanya bisa diam sejenak,... ingat guys, sejenak!
"Ra! ada rencana apa ngga? buat si Rafa itu!? bikin resah aja!" ujar Vian ke Nera di dapur.
"Em... bagaimana jika kita bius dia! terus kita bungkus dia pakai kantong plastik hitam dan buang dia ke panti jompo! biar menghabiskan sisa umur dan hidup nya di sana!" ujar Nera.
"Ng... itu terlalu biasa! kita buang aja ke sungai! biar bisa sekalian panen ikan!" ujar Vian.
"Woi! ini namanya penyiksaan terhadap anak di atas umur!" kata Rafa.
Amanda dan Vandro hanya melihat aneh mendengar rencana Vian dan Nera, sedangkan Randi dan Rahmat adalah tim penyimak.
Ya... bisa dibilang itu rapat terang-terangan.
"Lagipula aku ngga bakalan takut sama kalian! karena aku sudah punya orang yang berpihak denganku! Amanda! kamu udah ku lindungi kan? kau pasti bakalan belain aku kan?" tanya Rafa sambil memegang bahu Amanda.
"Ah... itu" Amanda hanya tidak bisa memberi jawaban.
"Rafa, jangan memasukkan Amanda ke masalahmu! Amanda pernah terjebak dalam masalah dan tidak akan mengulanginya lagi, sebaiknya jangan membuatnya terlibat" ujar Vandro.
"Pak Vandro? haha, Alhamdulillah kita bisa bicara santai lagi ya Pak" ujar Amanda.
"Ah.... Em... "
"Aku lupa, kalau aku sama sekali belum minta maaf ke Amanda" batin Vandro.
"Ada apaan?" tanya Rafa menyelidiki.
"Oh ya... gimana kalau malam ini kita masak makanan istimewa buat nyambut kedatangan kak Rafa? pasti bakal seru kan?" tanya Amanda.
"Ngga!!" jawab Vian dan Nera.
"Yakin? ntar pada mau lagi? gimana? mau kan? pasti seru rame-rame kan?" tanya Amanda tersenyum dan langsung meluluhkan sementara perasaan kesal Nera dan Vian.
"Hah! baiklah!" ujar Vian.
"Baik! gimana kita mulai nya?" tanya Amanda.
"Alhamdulillah aku berhasil mengalihkan, sepertinya hal ini bisa ku pertahankan" batin Amanda.
Akhirnya mereka membutuhkan waktu 30 menit untuk merancang rencana.
"Ok! sudah di tentukan tim penyedia hidangan makan malam, merapikan HRM! dan juga untuk yang menyiapkan peralatan" kata Randi.
Tim Penyedia hidangan makan malam termasuk makanan penutup :
-Rahmat
-Amanda
-Vian
Tim Merapikan HRM
-Randi
-Nera
-Vandro
"Guys! untuk merapikan peralatan makan dan mempersiapkan nya kita serahkan saja ini ke Rafa!" ujar Randi.
"Hah!? aku!?" tanya Rafa.
"Ya iyalah! daripada ngga ada kerjaan!" ujar Vian.
"Ngga ah! aku lebih mending tolong lihat TV!" ujar Rafa.
Grrr!! Vian dan Nera sudah terbawa emosi tingkat tinggi.
"A.. Anu! kak Rafa nanti gabung ke kelompok Tim penyedia hidangan aja! karena saat menyediakan makanan ada juga yang merapikannya kan? karena kita akan memasak di HRM?" tanya Amanda.
"Wah! ide bagus! ok! aku mau!" kata Rafa.
"Saat sama Amanda nurut banget" batin mereka kecuali Rahmat yang memang reaksi nya datar.