The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
Season 3 Chapter 27 : Surat



Nina BFF


Nyebelin! kau kalau sembunyikan lagi rahasia tentang insiden! awas aja! kau akan ku suruh buat tinggal di rumah ku!


19.30


^^^Hahaha, khawatir banget sih, aku kan kuat... Dasar^^^


Ih! Jangan si sepelekan!


****


"Hihi... Dasar Nina" gumam Amanda.


"Lagi lihat apa? kok serius sekali? lihat Ponsel gitu?" tanya Nera yang sedang menonton TV, maklum... Amanda sekarang bersama Nera di ruang kumpul Anggota.


"Hehe, ngga kak... temenku doang" kata Amanda sambil meminum minumannya.


"Oh, oh ya Amanda! apakah kamu ngga mau berpikir buat punya Pacar?" tanya Nera.


Amanda tersedak mendengar pertanyaan Nera.


"Ohok! Ohok!"


"Kau baik-baik saja kan Amanda!?" tanya Nera.


"I... iya kak" jawab Amanda.


"Lalu? kenapa kamu ngga punya pacar? kamu itu tipe banyak banget laki yang suka! lihat aja? Body mu bagus, cantik, otakmu cerdas, pintar olahraga, baik hati, tipe cowok di seluruh dunia lagi!" ujar Nera.


"Ih! Kak Nera berlebihan tahu!" kata Amanda.


"Atau mau aku carikan?" tawar Nera.


"Ngga deh kak! aku ngga mau pacaran, lagi pula umurku masih terlalu kecil" kata Amanda menolak.


"Oh ya? tapi ada tuh anak pacaran sekarang di usia 12 tahun!" kata Nera.


"Ya, selain itu juga dilarang dalam agama Islam kak, terus ntar sakit hati, dan bukan Mahrom" tutur Amanda.


"Iya sih..." ujar Nera.


"Aku berniat mau pacaran setelah nikah, udah mahrom, sah pula, itu baru enak dan juga sesuai anjuran dalam agama, kan enak kan? mau sakit hati tapi sudah jadi suami istri? mau pisah gimana? ngga bakalan kita di sia-sia kan kayak pacar sama mantannya, karena sudah ada hubungan Pasutri kan?" jelas Amanda.


"Bener juga katamu ya Nda, kalau gitu siapa calon suamimu Nda?" tanya Nera agak meledek.


"Ka... Kak Nera, ngga tahu sih, hehe" kata Amanda yang Blushing.


"Kak Nera ngga ada berhenti-berhentinya" batin Amanda.


Sementara itu....


"Ng? Surat? di lokasi Protokol Darurat Apartemen?" gumam Andra.


"Ng? dari para lupin? tumben" gumam Andra lagi.


Hei... maaf ya, kami sebenarnya ingin datang, tapi si Andromeda dan Cassiopeia ngga mau daripada di ceramahin sama cewek-cewek rempong? Sorry yo, bye Raja...


-Cepheus, Perseus


"Menyebalkan... " gumam Andra.


Andra menatap sebuah foto.



"Mama... Papa, kalian berdua.... membiarkan Ryu tetap hidup? kenapa? aku masih tidak mengerti, kenapa? padahal dia adalah Kara yang sangat berbahaya dan di segani paling kuat, tapi kalian... hubungan istimewa apa kalian berdua dengan Ryu?" gumam Andra.


"Sudahlah! sekarang.. bagaimana kabar Ana ya?" gumam Andra.


Di kamar No. 10....


"Fyuh! syukurlah bisa" gumam Amanda melihat Laptopnya.


"Aku harus bisa membantu Vian.. " batin Amanda.


Keesokan harinya di kantor...


"Jadi? sudah ada rencana?" tanya Vian.


"Ya, aku akan berpura-pura memotret mu seperti mereka yang diam-diam memotret dirimu, lalu aku akan merancang rencana agar mereka bisa melihat ponselku yang ada fotomu, lalu... kamera tersembunyi yang tersamar seperti bros ini akan merekam dan memotret siapa saja yang memotret mu, bagaimana?" tanya Amanda.


"Oh.... begitu ya? sejujurnya, ku akui lumayan bagus kok, kapan mau di mulai rencananya?" tanya Vian di ruangannya.


"Kalau bisa sekarang kenapa perlu menunggu besok, Dasar?" tanya Amanda.


"Ya... baiklah, semoga berhasil... good luck" ucap Vian.