The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
Season 4 Chapter 30 : Arslan & Amanda



"Dad? Bagaimana bisa Ayah menguasai jurus Autotomi?" batin Amanda.


"Berhenti!" kata Amanda.


"Ng?" Arslan berbalik.


"Why Dad? Why are you doing this?"


( Kenapa Ayah? kenapa kau lakukan ini? )


tanya Amanda.


"Oh? My little Princess? aku tak sangka bertemu Putriku" kata Arslan.


"Tidak usah berpura-pura!! kenapa? kenapa kau membunuh Ibu?! kenapa kau bergabung ke Organisasi kriminal itu!!? kenapa!! kau sudah keterlaluan!!" kata Amanda.


"Kau yang keterlaluan!"


"Eh?"


"Kau datang ke wilayah kami, menghancurkan pemimpin kami,.. dan sekarang,.. kau bilang aku keterlaluan?!" tanya Arslan.


"Eh?!"


"Tapi tak mengapa, disebabkan karena kecerobohan kalian, aku bisa sampai dan tahu dimana tempat sel pengembang di simpan oleh Aliza, terimakasih... Amanda" kata Arslan.


"Dengan itu, kami akan membangkitkan sekte kembali, dan Organisasi lalu merebut semua Kara termasuk Ryu, dan mengambil kekuatan tuan Pascal yang ada lalu membuka kotak Pandora" kata Arslan.


"Makanya! Ibu dulu menyembunyikan sampel dan sel itu agar kalian tidak membuat onar! kami tidak akan membiarkan itu! dan hanya karena aku Shinobi yang belum mencapai Uchuunin! tapi aku adalah Putri dari Shinobi legendaris ke 6 dan Terano Ryu pertama!" kata Amanda.


"Begitu? hmf! mendengar jawabanmu, artinya kau sudah menemukan keluarga Aslimu ya? itu berarti,... kita bukanlah keluarga lagi!" kata Arslan.


"Meski begitu... aku tetap menganggap yang namanya Arslan Wijaya, Aliza Dallena, dan Arka Wijaya sebagai keluarga yang telah merawatku! aku tidak akan pernah melupakan jasa seseorang! aku pasti akan berterimakasih!" kata Amanda.


"Ng? sayangnya aku tidak menganggapmu keluargaku dari dulu" kata Arslan.


"Ya, dan karena ulahmu,.... aku belum bisa berterimakasih kepada Ibu Aliza, dan menghilangkan nyawa kakak angkat ku!!!" kata Amanda.


"Hm? Arka? dia terlalu banyak ikut campur... apakah dia telah pergi ke alam sana?" tanya Arslan meremehkan.


BRUK! Arslan tiba-tiba terjatuh.


"Ukh! apa yang-... "


"Eh?"


"Kak Arka... "


"Kenapa? apa-apaan ini?!" tanya Arslan.


"Apakah kau lupa? aku menjadi wadah Pascal, dan batu itu diisi dan aku menjadi khodam Amanda" jelas Arka.


"Ternyata mengejutkan juga, kalau Ayah kalian merupakan pengikut Pascal" kata Rangga.


"Cukup mengejutkan kau dapat melihat kak Arka yang sudah menjadi makhluk astral, karena reaksi Pascal ya?" tanya Amanda.


"Heh... bertarung disini hanya akan membuat menarik perhatian warga,.. aku kebetulan ingin mengundang kalian ke upacara ku tapi... Ratu Shinobi, tidak di undang ke upacara ini! Hm!" Kata Arslan dan memberikan ilusi kepada Amanda dengan hipnotisnya dan membuat Amanda jatuh tak sadar diri kedalam ilusi.


BRUK!


"Amanda!"


"Putri Aliana!"


"Amanda!"


Arka dan Rangga langsung dibawa ke suatu tempat dengan jurus teleportasi.


"Ukh! dimana ini?" tanya Rangga.


"Perkenalkan... ini dia, kotak Pandora" kata Arslan sambil meletakkannya di pilar kecil.



"Hah?! bukankah kotak itu harusnya ada di pegangan keluarga Kencana?" tanya Arka.


"Sayang sekali, saat kotak itu di pegang oleh wanita Penerus utama kencana, dia akan menyerahkannya pada Fujiwara Hikaru, sayangnya aku tidak dapat memberikannya" kata Arslan.


"Gawat.. bahkan Andra sendiri di buatnya dalam hipnotis, bagaimana bisa dia tahu kalau Vanora akan menyerahkannya?" batin Rangga.


"Hentikan ini Ayah! kami masih ingin memaafkanmu! tolong! hentikan!" kata Arka.


"Ck, ternyata membuang waktu saja begini dengan kalian, aku hanya tinggal memasukkan energi ke atasnya dan dia akan aktif" kata Arslan sambil memunculkan energi.


"Hentikan!!"