The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
BONUS! CHAPTER 5 bagian 7



"Kak.. Kak Elena!!"


*****


"A.. aduh! aduh aduh!!!" kata Amanda menyingkirkan sedikit tangan Nera yang menempelkan plester. Nera dan Radith sedang membantu Randi yang mengobati Andra, Erlan, Rangga, dan Vanora.


"Nah! mau!? sengaja lagi pergi dari Rosement!? lalu memasang perisai!?" tanya Nera dengan marah.


"Lain kali... jangan seenaknya memasang perisai, jika saja tadi saya tidak menggunakan Dimensi Buku.. pasti terlambat untuk menyelamatkan kalian" kata Pak Andi.


"Ma... maafkan aku kak, Kek" kata Amanda.


"Sudah Ra.. lagipula hanya sedikit luka mereka kan?" tanya Randi.


"Sedikit apaan Dokter mesum!? sakit tahu gak!? si Ratri benar-benar membuat kami luntang-lantung!" kata Vanora yang beberapa tubuhnya di perban.


"Dimana Vandro?" tanya Andra.


"Dia sedang berada di rumah bersama Mama,... jangan beritahu dia soal ini" kata Vanora.


Amanda hanya duduk di kasur karena luka tusukan di perutnya dan serangan organ vital, sementara yang lainnya duduk di kursi untuk di obati.


"Bagaimana dengan lukamu Ana?" tanya Andra.


"Ukh... tidak terlalu sakit lagi kak" kata Amanda.


"Seenaknya saja si Elena mengkhianati kita kedua kalinya!" kata Vanora.


"Aku rasa... kak Elena tidak bermaksud! bahkan dia langsung mengambil keahlian ninja kita saat Vino akan mengeluarkan sebuah tabung reaksi yang di segel kuat!" kata Erlan.


"Tabung?" tanya Rangga.


"Ya.. tabung itu, aku kurang tahu apa itu..." kata Amanda.


"Itu adalah sampel sel pengembang, atau lebih tepatnya Morph-x" kata Pak Andi.


"Morph-x?" tanya mereka.


"Baiklah... saya akan menceritakannya dari kematian Nak Arif.


19 tahun yang lalu...


"Perisai nya terbuka!!" kata Cepheus dari generasi kedua.


Mereka langsung berlari menghampiri Arif dan Afifah yang tertusuk tongkat Aika, sedangkan Amanda.. maksudnya Ana dan Andra tertidur karena Arif.


"Lord Sixth!!" kata Perseus!.


"Ka.. Kaito-sensei!" Saat Cepheus menggendong Andra yang tertidur sambil melihat Arif yang tewas.


"Mika-sama!" kata Andromeda disusul Cassiopeia yang kebetulan sampai sambil mendudukkan Afifah.


"Panggilkan Ninja berkeahlian ninjutsu medis!" kata Pak Andi sambil menggendong Ana yang berumur 4 bulan.


"Lo.. Lord Fifth, Pak.. Andi" kata Afifah yang sekarat.


"A.. Afifah" kata Pak Andi.


"To.. Tolong, jaga Anak-anakku" kata Afifah.


"Tentu! tentu akan saya jaga!" kata Pak Andi.


"Andra dan Ana,... aku dan Arif mengambil nama itu... dari potongan nama anda dan restu dari anda" kata Afifah sambil tersenyum lemah.


"Andra dan Ana!? baiklah! aku akan menjaga mereka! tapi demi anak-anak ini... kau juga harus bertahan!" kata Pak Andi, tapi sudah tidak ada jawaban dari Afifah.


Ternyata saat Pak Andi menatap Afifah, Afifah menghembuskan nafas terakhirnya sambil tersenyum.


"Afifah.... aku berjanji!!!" gumam Pak Andi.


Akhirnya berlanjut sampai pemakaman Arif dan Afifah serta yang tewas dalam insiden Ryu.


Beberapa hari kemudian...


Dimensi Astral....


"Sebaiknya kita harus cepat memilih siapa yang akan mengisi kursi shinobi legendaris" kata Cepheus.


"Dengan kematian Kaito-sensei, itu menyebabkan banyak kerusakan dan malapetaka, syukurlah itu terjadi di Dimensi kita, pasti akan lebih buruk jika itu terjadi di dunia nyata" kata Perseus.


"Apa mungkin yang setara dengan usia ataupun melewati usia Kaito-sensei?" tanya Andromeda.


Pak Andi berdiri dari kursinya.


"Baiklah! untuk sementara... aku yang akan mengisi kursi Lord!" kata Pak Andi.


"Ng? Anda? setelah Anda mengundurkan diri anda ingin mendudukinya kembali?" tanya Ratri yang disitu.


"Apa sebenarnya maksudmu, Ratri?" tanya Cassiopeia.


"Lord Fifth bahkan tidak dapat menyelamatkan Lord Sixth,... bagaimana dia bisa kembali menjadi Shinobi legendaris!?" tanya Ratri.


"Dan.. Saat insiden itu terjadi KAU sendiri berada dimana, Ratri!?" tanya tanya Cassiopeia.


"Ck!" Ratri berdecak kesal.


"Hahaha,... sudahlah, jangan berdebat.... aku akan mengisi sendiri kursi Shinobi legendaris sampai kita punya kandidat" kata Pak Andi.


Flashback Off...


"Begitu ya... " gumam Amanda yang hanya membendung air matanya.


"Eh! ingat tidak!? saat serangan para makhluk astral!? kalian mengulur waktu saat Amanda akan menggunakan Ryu sebagai serangan?" tanya Vanora.


"Oh... Yang 'itu' ya"