
"Pulas sekali tidurnya" gumam Andra sambil bertopang dagu melihat Amanda tertidur.
"Bahkan tidurnya saja dia terlihat cantik dan imut sekali, seperti Mama" batin Andra sambil tersenyum melihat Amanda.
"1 jam lagi bangunkan dia agar kembali ke kamarnya, khawatir jika ada yang mencarinya dia tidak ada di kamar" kata Andra pada Radith.
"Baik Tuan" ujar Radith sambil keluar untuk mengambil 20 buku pesanan Andra untuk dibaca.
Andra menatap kembali Amanda yang tertidur di Sofa dari meja kerjanya.
Flashback On....
"Siapa Perempuan pertama Kak Andra?" tanya Amanda.
"Hihi... siapa lagi? tentu saja Ibu kita" ujar Andra sambil memegang bahu Amanda sambil tersenyum.
"Ah! benar juga!" ucap Amanda.
"Ada apa?" tanya Andra.
"Hei kak Andra, dari dulu sebenarnya aku ingin bertanya, bagaimana Ayah dan Ibu dulu saling jatuh cinta?" tanya Amanda.
"Ng? Hihi... bahkan kakak saja belum sempat bertanya pada mereka" kata Andra.
"Eh? kenapa bisa?" tanya Amanda.
"Akan lebih baik jika kita mendengar cerita yang sebelumnya, Dulu.... sebenarnya saat kakak berumur 6 tahun, maklum kan? kalau usia segitu masih polos-polosnya" kata Andra.
"Lalu?" tanya Amanda.
"Lalu.... "
*****
"Mama! Papa!" Panggil Andra.
"Ada apa Andra?" tanya Afifah.
"Begini! aku dari dulu penasaran banget, lagipula sebentar lagi ada hari anak kan? yang di peraturannya, Anak-anak bisa meminta apa saja dari orang tua nya bukan? kecuali jika berkaitan dengan harta, maka semampunya" Jelas Andra.
"Ya? Jadi?" tanya Arif dan Afifah bersamaan.
"Minta apa Andra? pasti insya Allah akan Papa belikan" ujar Arif.
"Andra sering kesepian, Mama dan Papa sibuk karena melatih murid-murid untuk belajar Shinobi, lagipula Papa juga sering sekali sibuk karena urusan Perusahaan juga Kerajaan, Andra kesepian karena Rafa tinggal di luar negeri" kata Andra sambil sedikit menunduk.
"Jadi? kamu minta apa sayang?" tanya Afifah, sedangkan Arif mendengarkan.
"Andra pengen punya adik Ma! Pa! Andra kesepian! pasti seneng jika ada adik! tapi pengennya yang perempuan ya! kalau aku ganteng karena nurunin Papa, berarti berikutnya harus perempuan agar cantiknya menuruni Mama! pokoknya Andra pengen punya adik, itu aja" kata Andra.
BLUSH!!!!! Arif dan Afifah langsung Blushing otomatis.
"Ng? kenapa Mama? Papa? kok muka Mama dan Papa merah banget kayak udang rebus?" tanah Andra dengan polosnya.
"Anak ini... Polos banget tapi kok otaknya sudah berpikir yang dewasa ya? siapa sih yang ngeracunin? apa ada yang menghasut nya? Dasar... " batin Afifah.
"Mama, Papa, katanya kalau pipi merah itu namanya Blushing, sedangkan di Shinobi ada mode energi yang mengalirkan Cakra mode kundalini jadi, kalau blushing artinya sekarang Papa dan Mama sedang Mode Blushing dong?" tanya Andra dengan polos.
"Andra!!!!" Arif dan Afifah mukanya benar-benar panas dan memerah.
*****
"Hahaha! aku bahkan tidak bisa membayangkan betapa malunya hal itu!" ujar Amanda sambil tertawa, sedangkan Andra hanya menatapnya dengan tersenyum senang melihat adiknya tertawa.
"Kakak waktu itu tidak bisa bertanya kenapa Mama dan Papa bisa jatuh cinta, karena waktu itu kakak masih polos, hihi" ujar Andra.
"Gitu ya... aku jadi penasaran" kata Amanda.
"Ya,..... kakak juga" jawab Andra sambil tersenyum.
Flashback Off....
Amanda akhirnya di bangunkan Radith untuk kembali ke kamarnya.
"Astaghfirullah hal adzim! untung aja di bangunin, bahkan aku belum sholat isya pula" gumam Amanda yang sangat mengantuk.
"Kamu darimana aja?" tanya seseorang yang Amanda kenal.
DEG!!!
"Aku cariin lho dari tadi" kata Nera.