
Andra sedang termenung.
****
"Itu... karena kalian agak mirip saja" kata Edward.
"Kau tahu saya dan Yumna sedarah hanya karena mirip saja?" tanya Andra.
"Karena dia bisa masuk ke dalam dimensi segampang itu, jadi saat sehabis misi aku langsung pergi ke gedung tempat pengaturan sensorik, dan melihat DNA dengan memindainya saja itu sudah cukup" Jelas Edward.
"Kau terlalu penasaran ya?" tanya Andra.
"Aku melakukan ini untuk dimensi dan keamanan dunia nyata"
****
Keesokan harinya...
Malam hari jam 19.30...
"Baiklah! misi kalian kali ini adalah mengambil morph-x yang di curi, karena lokasinya akan memakan waktu perjalanan malam ini, maka simpan tenaga kalian baik-baik" kata Arsya.
"Ya Allah... padahal baru 3 hari yang lalu kami menyelamatkan Pak Andi, ada lagi misi, aku mohon... istirahatlah" batin Amanda.
Flashback...
"Kak, kenapa aku harus ikut misi?" tanya Amanda.
"Karena bukankah kau ingin menjadi Shinobi sungguhan? meski kakak khawatir, tapi kakak berusaha meyakinkan bahwa aku harus mempercayai mu. Bahkan perlu usaha untuk menumbuhkan kepercayaan ini kau tahu? karena kakak khawatir pada mu" Kata Andra.
"Begitu ya... " gumam Amanda.
"Jangan cemas, Edward ada... dia juga sudah tahu kau adalah adikku" kata Andra.
"A.. Apa!? kak Andra!? apa yang kau lakukan?" tanya Amanda.
"Karena dialah yang menyadari ini duluan sama seperti Randi, tidak apa... bantulah dia, kalian akan seperti partner kan?" tanya Andra.
"Dasar... " gumam Amanda.
"Maafkan aku" kata Andra.
"G.. Gak kok! aku akan berusaha, kak" kata Amanda.
"Makasih, Ana" kata Andra sambil tersenyum.
Flashback Off...
"Sudahlah, Yumna! jangan terlalu kecewa karena tewasnya Elizabeth" kata Meghan yang duduk di sebelah Amanda.
Dia adalah ketua divisi utama di gerakan pemberantasan, dia juga riang saat bersama Kapten Edward.
Amanda, Edward, dan Meghan sedang berada di kereta yang di bawa kuda yang di kendalikan Toni yang sedang di situ, bersama dua pasukan di depan dan dua di belakang.
"Ah,.. tidak apa kak Meghan" kata Amanda sambil memeluk lututnya.
"Ray ya, dia mengambil sel pengembang yaitu Morph-x yang di kembangkan oleh Aliza Dallena orang berkedudukan pertama di Organisasi Night Darkness, dia Ibu angkat mu ya?" tanya Edward.
"Y.. Ya, beliau meninggal karena di minumkan pil yang di buatnya sendiri yaitu Optik 294,1... karena Almarhum ayah angkat saya" Jelas Amanda.
"Begitu,.. hebat juga si Ray, dapat mencuri cairan Morph-x yang di jaga ketat di lab selatan dimensi" kata Edward yang duduk di depan Amanda dan Meghan.
"Hebat juga kau Edward, kau di asuh oleh Ray the Ripper, tapi kau tidak tahu latar belakangnya" ucap Meghan.
"Maaf, karena aku baru mengetahui nama belakangnya yaitu Fujiwara Ray" kata Edward.
"Fujiwara Ray, terlalu berbahaya untuk kita menganggapnya remeh.. dia tidak ahli menggunakan ninjutsu, dia hanya ahli dalam menggunakan senjata dan itu yang berbahayanya" Jelas Edward sambil menunduk.
"Apakah dia kerabatmu?" tanya Edward.
"Hmf... saat saya bertemu dengan Almarhumah Ibu kandung saya, Fujiwara Mika... dia menceritakan secara diam-diam sedikit tentang klan Fujiwara, klan Bangsawan yang terdapat beberapa keluarga besarnya dulu, bahkan Aika juga menceritakannya sedikit" kata Amanda.
"Serius!? kau berkomunikasi dengan Kara yang menyerang Dimensi Pascal 19 tahun yang lalu!?" tanya Meghan dan menatap Edward yang sedang serius.
"E.. Ehem, silahkan lanjutkan" kata Meghan.
"Ibu saya berdarah keturunan Fujiwara Utama, Ayah saya memiliki darah keturunan murni marga Hasegawa. Mereka menjalin pertemanan sejak masih kecil dan akhirnya menikah lalu lahirlah saya dan kak Andra"
"Apakah kau.. pernah merasakan ada kekuatan dahsyat yang langsung dapat mengaktifkan Silent-mu?" tanya Edward.
Amanda terbelalak lalu mulai berpikir saat dirinya dan Erlan di serang 3 preman.
"Pernah... saya pernah merasakannya" kata Amanda.
"Ray juga pernah bilang dia juga pernah mengalami itu" kata Edward.
"Dan.... aku juga pernah merasakannya" ucap Edward.
"Begitu... saya tidak tahu apa-apa tentang keluarga Hasegawa, yang hanya saya tahu adalah kemampuan teleportasi mereka yang benar-benar di takuti sampai-sampai saya dan kakak saya dapat melakukan jurus teleportasi khas marga Hasegawa karena mengalirnya darah Hasegawa di dalam tubuh kami berdua"
"Katanya, Klan Fujiwara terkenal karena melahirkan keturunan yang hebat dan berotak encer, yang menyebabkan mereka sangat penting dan langka untuk mati, mereka juga terkenal karena dapat memegang segel Kara maupun menyegelnya dengan sangat kuat! Bahkan mereka tidak akan mati meski sebuah Kara di rebut dari segel mereka"
"Dan saya adalah Terano Ryu sekaligus Terano semua Kara, dan kak Andra menyerahkan kendali segel pada saya karena saya sekarang Terano yang sah"
"Mereka di bantai dengan alasan agar kekuatan mereka bisa diambil dan di salahgunakan, bahkan kotak Pandora hampir dalam bahaya karena itu, dan mata Silent murni yang di incar, tapi.. karena bercampur darah Hasegawa di dalam kakak, itu menyebabkan Silent kakak tidak murni seperti Silent saya yang murni dan di incar"
"Saya... tidak terlalu tahu, alasan kuat mereka dibantai, Ibu saya bercampuran oriental, sedangkan Ayah asli berdarah Hasegawa tanpa campuran apapun"
"Katanya... hanya ada beberapa keturunan saja yang berhasil selamat sampai era saat ini di dunia ini. Fujiwara Aika adalah satu-satunya anggota klan Fujiwara bangsawan di abad 2 terbentuknya Klan Fujiwara yang masih hidup sebagai Kara saat ini, setelah kematian Ibu dan Ayah saya 19 tahun yang lalu" Jelas Amanda dengan menunduk. Edward mendengarkan dengan dingin juga serius, Meghan beraut wajah kasihan.
"Tapi tetap saja, saya tidak terlalu tahu siapa lagi keturunan Fujiwara selain kakak saya, saya, dan Ray yang Anda bilang, bahkan saya tidak tahu kalau Ray anggota Fujiwara. Kotak Pandora hanya bisa di segel setiap tanggal emas 5 tahun sekali, hanya itu yang saya tahu Kapten" Jelas Amanda sambil memeluk lututnya dengan erat.
"Begitu ya... " gumam Edward.
"Kapten... "
"Kenapa?" tanya Edward.
"Jika saya diperbolehkan menambahkan, saya menjadi Terano dengan Ryu yang berada di liontin saya, dia tidak berada di tubuh saya karena Ayah saya berpikir akan sangat berbahaya jika menyegel Ryu di saat-saat terakhir nya di dalam tubuh saya, dan menyerahkan kendali segel nya pada kakak" Jelas Amanda.
"Tetap saja, saya tidak boleh dan tidak akan pernah menaruh dendam pada kedua orang tua kami" Jelas Amanda sambil tersenyum dan membendung air matanya.
"Kenapa? juga dengan orang tua angkat mu? mereka sudah membohongi mu dan meminumkan mu Optik 294,1 kan?" tanya Meghan.
"Untuk orang tua angkatku tidak akan, karena mereka sudah merawatku dengan tulus. Kalau Orang tua kandung ku... karena mereka rela menyerahkan nyawa mereka tanpa pikir panjang, walau tahu mereka tidak akan pernah bisa bertemu dengan kakak juga aku" Jelas Amanda.
Edward menatap ke arah lain.
"Toni, sudah sampai kah?" tanya Edward.
"E.. Eh, anu.. perjalanan sekitar 1 jam 30 menit lagi, Kapten" kata Toni.
"Begitu" kata Edward dengan wajah dingin tapi cool.
"Kenapa!? kenapa kau meninggalkanku!?"
"Cari jawabannya sendiri, anak buangan"
"Karena mereka sudah merawatku dengan tulus"
"Hmf... " Gumam Edward melamun sambil memikirkan yang di katakan Amanda dan lainnya.