The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
Season 2 Chapter 68 : Meminta tolong



Rafa


Sebagai contoh, kasih aku foto si Vandro itu


^^^Eh!? buat apa!?^^^


Buat apa lagi!? selain buat dia malu! kayak aib


^^^Contohnya gimana?^^^


Ya gimana kek! foto lagi ngupil kek!


...Chat Off...


Vandro melihat Chattingan Amanda dan Rafa.


"Lalu kenapa kamu terima?" tanya Vandro pada Amanda.


"Anu... itu seperti tantangan Pak! jadi aku ingin membuktikan, foto ngupil pun ngga akan ada yang bilang aib!" kata Amanda.


"Sa... saya kurang mengerti jalan pikirmu" kata Vandro.


Tap! ada yang menghampiri bahu Amanda.


"Halo! lagi pada ngapain! aku ikutan dong!" kata Vanora.


"Ka... kak Vanora?" tanya Amanda.


"Udah! kamu ngga usah ikut campur" kata Vandro sambil menyentuh bahu Amanda untuk mengisyaratkan pergi, Vian di samping Amanda untuk mengikuti Vandro.


"Idih! ngeselin kamu Dro!" kata Vanora tapi berakhir reaksi agak sedih melihat Vandro bersama Amanda.


TING! pesan masuk lagi.


Cepetan! biar bisa di buatin meme sekalian!


WUUSH!!! Badai Perasaan Vandro yang kesal benar-benar di rasakan Amanda, Vian, dan Vanora meski reaksi Vandro biasa saja.


"Rafanza Zevan Ameera.... sudah cukup keterlaluan kau melemparku dengan botol, juga menendang bahuku... benar-benar... " batin Vandro.


Akhirnya Vandro dan Rafa sedang chatingan.


^^^Emangnya kalau ngga bisa?^^^


Ya harus bisa dong!


^^^Ngga bisa, kalau nanti di tahu aku menyebarkan seperti itu, maka posisiku sebagai mata-matamu akan terancam, bagaimana?^^^


"Cih! " batin Rafa.


Ya udah, informasi tentang Apartemen Andra cepetan!


...Chat Off...


"Ini, silahkan kamu kirim informasi sesuai yang saya kasih ya" kata Vandro menyerahkan kembali Ponsel Bima.


"Tentu Pak!" kata Amanda sambil mengetik pesan ke Rafa.


^^^Bentar ya Kak Rafa^^^


DEG!


"Kenapa kau memanggilnya kakak!!?" tanya Vandro.


Kak Rafa?


^^^Mau di ganti yang lain?^^^


"Agar terbilang lebih akrab sih kak" kata Amanda.


"O... Oh" kata Vandro.


"Aku sempat kaget, aku berpikir dia tahu kalau Rafa itu sepupunya.. " batin Vandro.


"Ok, aku kembali ke kamar dulu ya Pak, Kak, Vian" kata Amanda.


"Tentu" kata mereka bertiga bersamaan.


Malam harinya di lokasi Andra...


Markas interpol rahasia Negara 2


"Selamat datang Yang mulia Raja" kata Komandan interpol, Arsya.


"Tentu Komandan Arsya, mereka sudah sampai?" tanya Andra yang memakai jas.


"Mereka sekarang tengah di beranda atap, Yang mulia" kata Arsya.


"Terimakasih"


Di Beranda atap...


"Oh.. lihat siapa yang datang? Raja kita sudah datang rupanya, lama juga kita menunggu kan? Cepheus?" tanya Perseus.


"Hm... Jadi? mau bicarakan apa, Andra?" tanya Cepheus.


"Duduk saja dulu, tenanglah di sini Aman kami tidak menyiapkan apapun untuk menangkap kalian" kata Andra sambil mengarah ke tempat duduk.


Cepheus dan Perseus akhirnya duduk.


"Aku ingin mendapatkan informasi sebenarnya, kenapa orang tua kalian bisa memiliki hubungan dengan orang tua ku, serta Klan kita, bagaimana kondisi klan kita?" tanya Andra.


"Klan kita baik-baik saja, masih di lindungi portal" kata Cepheus.


"Hubungan orang tuaku dan orang tua mu, sebenarnya orang tua kami berdua beda 10 tahun usianya dengan orang tuamu" kata Perseus.


"Cassiopeia dan Andromeda bukan saudara kalian?" tanya Andra.


"Mereka adalah sepupu kami, karena orang tua mereka adalah sepupu orang tua kami" kata Cepheus.


"Begini, aku masih agak penasaran dan tidak yakin kalau orang tuaku kena kecelakaan maut, jadi aku ingin membicarakan ini kepada kalian karena orang tua kalian adalah murid ayah dan ibuku" kata Andra.


"Kami juga tidak terlalu yakin, tapi aku mendapatkan sebuah informasi" kata Perseus.


"Apa?" tanya Andra.


"Kalau sebenarnya Orang tuamu meninggal dunia karena harus menyegel sebuah Arwah" kata Perseus.


"Hah!? jangan bercanda kau!" kata Andra.


"Kau juga sepertinya ada di tempat kejadian saat orang tuamu sedang menyegel, karena kau anaknya, kau juga pasti tahu, kau tidak tahu mungkin karena memori mu terhapus atau sengaja di hapus" kata Cepheus.


"Juga kenapa harus bercanda untuk hal seperti ini!? bahkan orang tuaku sendiri yang melihat kejadian itu, mungkin kau harus bertanya pada orang yang lebih banyak punya waktu dengan orang tua mu, bahkan keluarga besar mu saja tidak dekat dengan orang tuamu karena kedatangan ibumu telah mengubah ayahmu" kata Perseus disusul Cepheus berdiri dan bersiap pergi dengan layang terbang.


"Orang terdekat dengan orang tuamu, kau juga tahu siapa dia bukan? bahkan dia pasti juga tahu tentang Klan kita kan? karena 'orang itu' juga lah yang paling banyak menyimpan rahasia mendiang orang tuamu ketimbang keluarga besarmu, Andra" kata Cepheus.


Andra terdiam.


"Kalau begitu, kami permisi.... Yang mulia" kata Mereka berdua langsung terbang dan pergi menjauh di gelapnya malam seperti menuju terangnya bulan dan bintang.


"Orang terdekat ibu dan ayah... jadi dia ya, apa mungkin? Memori ku.... apa mungkin Ana juga!? Liontinnya.... "