The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
BONUS! CHAPTER 5 bagian 9



"EH!?"


Plok! Plok! Plok! ada suara tepukan tangan.


"Hebat... sangat hebat, besar juga nyali kalian, sudah tidak memiliki keahlian ninja? masih ngotot kesini? sampai ke luar angkasa juga?" tanya Ratri.


"Terlambat" gumam Vanora.


"Kalian sendiri sudah kalah bahkan berani mempertaruhkan nyawa kalian? belum suka kalah?" tanya Vino.


"He.. Hei! kami ini sudah puas kalah tahu! kau sendiri gak puas menang kah!?" tanya Erlan.


"E.. Erlan! apa yang kau katakan?" bisik Amanda.


"Sudahlah! dimana Elena!?" tanya Vanora.


"Elena? Hm... iya ya, dimana dia? hehe" kata Ratri.


"Apa yang sudah dia lakukan pada Elena?" batin Andra.


"Baiklah.. melihat kalian yang punya tekad kuat seperti itu, bagaimana kalau kita bertanding kedua kalinya? aku akan mengembalikan keahlian ninja kalian dan kotak Pandora jika kalian menang" kata Ratri.


"Ja.. Jangan! tidak usah repot-repot neng! kami sudah tahu kalau kau akan menang!" kata Erlan.


"Sudah tahu juga jawabannya" gumam Vino.


"Lagipula... kami juga tidak bisa bertarung karena kau mengambil keahlian ninja kami! bagaimana caranya kami bisa melawanmu!?" tanya Vanora.


"Tenang saja... karena kalian kan punya Elena, benarkan Elena!!?" tanya Ratri sambil mengarahkan kepalanya ke besi-besi pesawat.


"Ra... Ratri bisa melihatku!?" batin Elena.


"Apa... apa maksudmu?" tanya Amanda.


"Jangan kira aku tidak tahu Elena... aku juga tahu!! kalau kau mengambil kotak Pandora dan batu-batu pembangkit yang berisi keahlian ninja mereka!!" Seru Ratri.


"APA!?" tanya mereka berlima.


"Ah.. " gumam Elena.


Flashback...


Saat pesawat Ratri dan Lupin star saling lawan melawan.


"Kekuatan penembus" bisik Elena dan mundur ke belakang dan pergi dari ruang kendali.


Ratri menoleh ke belakang.


Di Ruang penyimpanan...


CKLAK! Elena membuka kotak kaca dan mengambil kotak Pandora dan batu-batu pembangkit yang berisi keahlian ninja semuanya, dengan topengnya... dia bisa menjadi tembus, bahkan tak kasat mata.


Flashback Off...


"Kenapa? kau tidak menunjukkan dirimu saja? jangan bilang kalau kau lupa dan tidak tahu kalau aku punya indera keenam!" tanya Ratri.


"E.. Eh... Em... " gumam Elena.


"Benarkah itu... Kak Elena?" tanya Amanda.


Ratri pergi ke stop kontak listrik dan mengatur sayap pesawatnya menjadi sebuah lapangan.


"Sebaiknya kau tunjukkan dan lindungi teman-temanmu Elena... sebelum Vino memusnahkan mereka semua" kata Ratri sambil menoleh pada Vino.


"HAH!?" tanya Elena.


"Hehe... Morph-x" kata Vino sambil meminum sel Morph-x.


"Waktunya serangan!!!" Vino mengeluarkan serangan berlipat ganda dari telapak tangannya.


"Aaaa!!!!"


"Gawat!! kekuatan penembus!!" Elena langsung memakai topengnya dan memasang perisai yang membuat dirinya, Amanda, Andra, Erlan, Vanora, dan Rangga menjadi tembus pandang.


Lalu dinding besi belakang mereka terbuka karena serangan Morph-x.


ZRAAASH!!!! Angin luar angkasa yang tidak ada gravitasi dan oksigen benar-benar kencang dan menarik mereka berenam.


TAP! Erlan menggenggam besi dan menangkap tangan Andra, lalu Andra menangkap tangan Amanda, lalu Amanda menangkap tangan Elena yang hampir tertarik.


Sedangkan Vanora dan Rangga saling berpegang pada besi.


"Ini!! Ambil kekuatan ninja kalian masing-masing!! dengan begitu... jurus, mata khas, dan lainnya bisa kalian lakukan!" kata Elena memberikannya pada Amanda, Andra, Erlan, Vanora, dan Rangga.


"CK!" Ratri langsung cepat dan menebas wajah Elena dan beberapa besi hingga mereka terlepas.


"AAkh!!!" gumam Elena.


"Kak Elena!!!" Seru Amanda yang melihat Elena terlepas dari genggamannya.


"WAAA!!!" Mereka semua terlepas dan mulai terjatuh dari pesawat ke luar angkasa.