
Tap! Tap! Nera berjalan selepas memberi jawaban kepada Toni dengan wajah yang agak cemberut.
"Ng? Amanda?" tanya Nera dengan pelan dan menghampiri Amanda yang dibalut selimut sambil duduk bermain Handphone di beranda besar wilayah perempuan di Rosement.
"Dor!!" Seru Nera mengaggetkan Amanda.
"Astaghfirullah, Kak Nera? kaget" kata Amanda.
"kamu belum tidur?" tanya Nera.
"Hihi, belum kak soalnya ngga bisa tidur" kata Amanda.
Amanda lanjut meng-scroll HPnya.
"Ng? Geng cakar naga?" tanya Nera.
"Ha? kak Nera tahu tentang Geng itu?" tanya Amanda.
"Ya begitulah, memangnya kenapa? begitu ku tanya raut wajahmu menjadi murung dan ketakutan?" tanya Nera.
"Ng.... Kak Nera, sebenarnya hal ini belum ku ceritakan kepada siapapun, sebenarnya aku pernah diserang oleh segerombolan geng itu saat makan malam bersama senior kantor ku" kata Amanda.
"A... apa!!?? Bagaimana!?" tanya Nera dengan sangat kaget.
"Jadi saat makan malam waktu itu, sesaat kami akan pulang kami mendengar suara ricuh dan seperti orang minta tolong dan kepanikan" kata Amanda.
"Bahkan 2 diantara mereka menghancurkan warung makan itu, disaat seniorku menampar salah satu diantara mereka berdua, ia malah dipukuli dan dilukai" kata Amanda lagi.
"Disitu kemudian, secara tanpa sengaja aku langsung melukai salah satu anggota geng itu dengan,.... um...... Jeet kune Do? lalu aku malah langsung melawan tubi-tubian kepada salah seorang anggota geng itu, sampai membuat leher dan tangannya berdarah dan terluka, dan mengatakan kalau ia akan membalas ku, jadi itu yang membuatku merasa takut" Jelas Amanda yang membuat raut wajah Nera serius dan kaget.
Sementara itu Vandro.....
Tap! Tap!
"Mencari benang merah" batin Vandro.
No. 6
Tok! Tok! Tok! Vandro mengetuk pintu kamar Randi.
"Ya?" tanya Randi sambil membuka pintu.
Setelah membuka pintu tiba-tiba Vandro langsung menutup pintu dan mencengkram leher Randi.
"Woi! apaan ini!? hei! lepasin! K-KDRR!" kata Randi.
"Kekerasan Dalam Rumah Rosement!!!" kata Randi.
"Katakan yang sebenarnya Ran!" kata Vandro.
"A.... aduh!" Rintih mereka berdua.
"Ah, maaf aku kelepasan Ran" kata Vandro.
"Kamu ini sebenarnya kenapa Dro?" tanya Randi.
Lanjut ke Amanda.....
"Begini, hebat ya kamu ternyata Master karate, dan bahkan bisa melawan anggota geng itu, Sabuk hitam lagi!" kata Nera sambil merangkul Amanda.
"Kurasa sih, kamu melakukan sesuatu yang membuatmu agar tidak merasa takut" kata Nera.
"Begitukah?" tanya Amanda.
"Ya! jika kamu memang kuat, berusahalah agar semua yang kau mampu itu memiliki rasa kuat yang membuatmu dapat membantu orang lain, jika kamu memang takut aku bisa lho! jemput kamu di AR group saat kamu pulang bekerja" kata Nera.
"Wah, makasih sih Kak, begitu kulihat dari dekat, kak Nera mirip Figure Kakak-kakak deh" kata Amanda.
"Hahaha, boleh sih asal jangan Figure ibu-ibu" kata Nera.
Kondisi Randi dan Vandro.....
Grep! Vandro mencengkram baju Randi.
"Katakan yang sebenarnya Ran! kamu adalah teman dekat Andra bukan!!?? bahkan sebelum berada di Rosement kan kau sudah kenal Andra saat kuliah! kau pasti tahu kan!?" tanya Vandro dengan serius.
"Hah!? Tahu apa sebenarnya yang kamu maksud Vandro!!?" tanya Randi.
"Ceritakan semuanya kepadaku apa yang terjadi kepada Andra!! kenapa Andra!? apa dia sakit!?" tanya Vandro dengan antusias.
"Ok! tenang dulu Dro! duduk dulu!" kata Randi.
"Sekarang jelaskan dulu, apa yang membuatmu seperti ini?" tanya Randi.
"Ya, kau tahu kan? kalau Andra adalah orang yang berharga bagiku?" tanya Vandro.
"Ya? terus?" tanya Randi.
"Mau bagaimana pun juga, aku senang saat berada bersamanya sebelum ia datang tapi saat ia datang, aku menjadi ngga suka! karena semenjak ia datang, ia membuatku banyak sekali bertanya-tanya apa yang terjadi pada Andra dan apa benar yang ia katakan padaku tentang semua ini! dan itu membuatku Frustasi!" kata Vandro.
"Dan aku bahkan mulai mempertanyakan kembali luka yang berada di kepalanya" kata Vandro.
"Ok! Stop! I see, begini Vandro, sebenarnya, Andra mempunyai kekurangan, ia sama sekali tidak punya ingatan akan masa kecilnya, dan ia juga mempunyai kemampuan langka yang luar biasa" Jelas Randi.
"Ke.... Kemampuan yang luar biasa!? kehilangan memori masa kecil!? maksudnya apa!?" batin Vandro.