
Keesokan paginya saat jam 06.00,...
"Hoaaam! Nda? kamu udah bangun toh rupanya, rumah kamu gede juga ya sampai kek labirin! " kata Nina.
"I, iya...h! ma... makasih!" ujar Amanda dengan lirih, semalaman ia study dan mencari di Laboratorium rahasia ibunya.
"WAAAH! DEMITT! KAK FIKA!! " teriak Nina.
"A, ada apa Na kok teriak!? lho? nda? kok lemes dan matanya bengkak gitu? kan udah mandi kan?" ujar Fika.
"Ah, Aku ngga apa-apa kok Kak Fika, udah mandi tadi, aku cuman ngantuk" Jawab Amanda.
"Yah, wajah saja aku ngantuk, tidur cuman 3 jam siapa sih yang ngga ngantuk kalau gitu? Capek juga setelah mati lampu aku pergi ke bunker dan kembali ke meja komputer dan lanjut Adu sistem ama si Misterius itu, untung aku udah dapat info dari komputernya, Hoaaaam! " batin Amanda dengan menguap dan menutupnya dengan kain jilbabnya.
" Yaudah, kalian makan aja dulu, udah ku siapin Ramen tadi, di situ kalau dingin panasin lagi aja di microwave, pulangnya nanti aku anter pake mobil" ucap Amanda.
"Lho!? sekarang kamu udah bisa bawa mobil Nda? perasaan kamu kayaknya baru aja bikin SIM? " tanya Fika.
"Iya kak"
"Eh! Amanda! Kak Fika! kalian inget ngga? sebelum kita lulus SMP, Amanda kan pernah deket dengan laki-laki lho! kalau ngga salah namanya,..... Erlan, Ya! Erlan! dia satu-satunya paling ganteng dan ahli sepak bola di SMP lho! kamu inget kan Nda? " tanya Nina.
DEG! Tiba-tiba dada Amanda sesak.
"Erlan? Siapa? " tanya Amanda dengan mengerut.
"Kamu? ngga inget!? ngga usah malu Nda! padahal dia orangnya dingin banget, tapi pas sama Amanda, dia hangat dan sangat dekat juga suka bercanda sama Amanda, Akrab banget deh! kalian kan suka pulang sama-sama.Aku, Fans Erlan yang perempuan, dan Fans Amanda yang laki-laki ampe iri lho! Kira-kira suami mu kemana ya Nda? hehe" ledek Nina.
"Aku,... aku ngga inget! siapa Erlan!? Siapa Erlan itu Kak Fika!? Nina!? " Seru Amanda sambil bersandar di tembok dan memegang kepalanya.
"Amanda!? kamu kenapa? Asmamu kambuh!? " tanya Fika.
Amanda!! teriak Nina yang wajahnya tidak terlihat saat Amanda perlahan-lahan menutup mata.
"Amanda, maafin aku ya! aku janji akan kembali! Janji kelingking?"
DEG! Amanda sadar dengan mata terbelalak.
"Amanda! kamu sudah bangun!? " tanya Vandro.
"Pak,... Vandro? ini dimana? jam berapa? " tanya Amanda.
"Ini sudah jam 13.00,kamu tadi ngga sadarkan diri, jadi tadi saya dikabari Fika, dan akhirnya datang ke rumahmu, saya juga sudah membawa Randi dan 2 suster, untuk menangani kamu" jelas Vandro.
"Hah!? aku sudah ngga sadarkan diri selama 7 jam!? gimana aku kekantor!? " tanya Amanda.
"Saya sudah izinkan kamu dari kantor dan menyampaikannya kepada Riri tadi pagi, Asmamu kambuh ya? " tanya Vandro.
"Pak Vandro sudah tahu Asmaku ternyata" batin Amanda.
"Ya sudah, saya mau ke apotek dulu ya, kamu mau nitip? " tanya Vandro.
"Ng, mau apa ke Apotek Pak? " tanya Amanda.
" Mau beliin kamu inhaler"
"Gak usah Pak! nanti saya aja! "
" Kamu itu sakit Nda, si tengil ini juga bilang kan? kalau ia punya Amanah jagain kamu kan? " ujar Nina yang baru masuk.
"Yasudah, saya keluar dulu"
"Ya!"
"Nda! kamu kenapa bisa pingsan? kamu sakit? " tanya Fika.
"Aku, Ha... Hatsyii! ngga apa-a... Hatsyi!... pa" jawab Amanda sambil mengambil tisu.
"Ngga apa-apa tapi kayak gitu, kamu emangnya kenapa kok bisa pusing waktu inget Erlan? " tanya Nina.
"Aku,.... ngga tahu siapa Erlan itu, aku sama sekali tidak ingat! " kata Amanda sambil memegang kepalanya.
"Tidak usah dipikirkan, Nda! kamu lagi sakit! jadi ngga usah berusaha diingat, Pelan-pelan aja! " pesan Fika.
"Iya kak"
"Yasudah, kami pergi dulu ya, istirahat yang banyak" ucap Nina.
"Ok"
Ceklek, Blam!
"Hm, Erlan ya? siapa dia? kayaknya Familiar deh! apa dia yang ada di Foto bersama ibu, itu? " batin Amanda.
"Apa ada hubungannya juga dengan *OND? " batin Amanda.
*OND \= Organisasi Night Darkness
"Aku akan membalaskan dendam ibu kepada para anggota organisasi itu! " ucap Amanda dengan pelan.
"Erlan,.... ya? "