
"Sudah kubilang... " kata lelaki itu sambil melepas wig, masker, serta topinya.
"Seorang pengkhianat dari SAI! Takahashi Aono!" kata Ali.
"Sudah kubilang kalau mau dilepaskan cepat beritahu aku! dimana simbol jam keluarga kerajaan Carna yang kau simpan!? pasti ada padamu kan!?" tanya Aono.
Flashback...
Di pesawat menuju Osaka...
"Amanda, kenapa kau ingin pergi ke Osaka hanya mendengar kalau seniormu tewas?" tanya Ali yang menemaninya.
"Karena dia bukan sekedar senior, melainkan bagaikan saudara. Dia yang mengajariku semua hal dan sabar menghadapi ku yang banyak tanya. Kak Ali ingat, setinggi-tingginya sebuah menara, pasti ada yang lebih tinggi lagi! artinya, sepintar-pintarnya seseorang, pasti ada yang lebih pintar lagi! aku tidaklah pintar seperti yang kau duga... jika tidak ada orang-orang baik di sekelilingku... aku pasti tidak akan pintar dan sesukses sekarang" Jelas Amanda.
"Aku titipkan simbol keluarga Ameera padamu" kata Amanda.
"Eh? kenapa?" tanya Ali.
"Karena, setiap Agen SAI yang menemani keluarga kerajaan akan dititipkan simbol ini untuk menjaganya, aku memilih kak Ali karena aku tahu kalau kak Ali bisa di percaya"
Flashback Off...
"Kalau kuberi tahu, kau mau apa?" tanya Ali.
"Tentu saja, aku ingin menggunakan itu sebagai aset freepass semua jalur transportasi secara gratis, karena adanya aku sebagai tersangka pasti aku sudah di blacklist! tapi dengan simbol keluarga Ameera itu.... aku bisa menggunakannya! lagipula, kenapa Agen SAI bisa ada disini? itu artinya ada seorang bangsawan kerajaan Carna yang ke Jepang" kata Aono.
"Dan aku akan membunuh bangsawan tersebut dengan mendorongnya keluar jendela! seperti pacarku Aiko!" kata Aono.
"Kalau memang begitu, aku tidak akan bilang!" kata Ali.
Sementara itu Amanda dan Putra...
"Eh?! Takahashi Aono adalah mantan Agen SAI!? dan pacarnya bunuh diri!?" tanya Putra.
Di Kantor Departemen Metropolitan....
"Seminggu lalu?" tanya Putra lewat Earphone bluetooth.
"Ya, penyebabnya adalah... karena Aono di pecat dari Badan investigasi utama rahasia dari Carna yaitu SAI, karena Aono banyak melanggar peraturan karena menghabiskan waktu dengan pacarnya. Sehingga pacarnya merasa dialah penyebabnya lalu bunuh diri. Dia mulai benci pada keluarga Ameera yang mempunyai pemerintahan hak atas SAI saat itu" Jelas Komandan Arsya yang bersama sekretaris dan pengawalnya.
"Aono menerima pesan selamat tinggal dari pacarnya itu, lalu bergegas ke sana dan lupa memakai sabuk pengaman dan memakai Ponsel" kata Komandan Arsya.
"Dan saat di perjalanan, dia ditahan Sersan Momosaki dan Letnan Akane" kata Komandan Arsya lagi.
"Berarti itu rupanya dia dendam kepada mereka" kata pengawalnya.
"Mungkin dia merasa dia bisa mencegahnya" kata Sekretarisnya.
"Tapi, berdasarkan petugas setempat, setelah mengirim pesan ke Aono, pacarnya langsung menghubunginya kan?" tanya Arsya sambil melirik sekretarisnya.
"I.. iya, tapi Aono tidak menjawab, jadi pacarnya meninggalkan pesan suara" jawab sekretarisnya.
"Dia menggunakan aplikasi perekam" kata Sekretarisnya lagi dan itu di dengar Putra di Earphone bluetooth.
Di tempat Amanda dan Putra....
"Dia menggunakan aplikasi perekam, jadi isi pesannya dapat di temukan" begitu yang Putra dengar.
"Menghubunginya ya? omong-omong, saat sedang memberi pertanyaan pada Aono, Sersan dan Letnan menerima telepon kan? dan sepertinya Aono kesal sekali" ucap Arsya di telepon.
"Ya, petugas yang ikut membantu saat itu memang bilang begitu dan Aono mendengar bahwa itu bersangkutan dengan keluarga Ameera" jelas Sekretarisnya.
"Mereka berdua, mempunyai kontak jauh dengan Agen SAI karena di percaya oleh keluarga Ameera, makanya dia mungkin mulai menimbulkan dendam akan itu"
"Ke... keluarga Ameera? Jangan-jangan, kalau Aono pernah mendengarnya dan akan mengincar orang yang di percaya keluarga Ameera?! karena mustahil jika dia akan membalas dendam pada keluarga Ameera itu sendiri kan?! dan juga karena dia mantan SAI" Jelas Sekretaris Arsya.
"Ng? keluarga Ameera? siapa? aku tidak pernah menghubungi Momosaki-san dan Akane-san karena kehilangan kontak,... artinya salah satu diantara keluarga Ameera-lah yang menghubungi mereka" batin Amanda.
"Kalau mencari kontak Ponsel Sersan Momosaki dan Letnan Akane mungkin saja dia pernah menghubungi salah satu anggota keluarga Ameera" kata pengawalnya.
"Oh ya, dimana Ali? dari tadi aku sudah menghubunginya tapi tak diangkat" kata Arsya.
"Ali? kak Ali?" gumam Amanda.
TIT!
"Ng pesan?" tanya Sekretarisnya Arsya.
"A.. Anu, Aman-... maksudnya Ratu Aliana mengirimkan pesan pada sekretaris Komandan Arsya" kata Putra.
"Ra... Ratu Aliana!?" tanya Sekretarisnya.
"A.. Aku teman masa kecilnya dulu, dia datang ke Osaka karena tahu kalau Momosaki-san dan Akane-san adalah seniornya telah tiada, mungkin ke Osaka di temani Ali" kata Putra.
"Apakah nomor yang dikirim Amanda tadi itu nomornya Aono? karena Unknown" kata Putra menanyakan.
"Eh? Aono menghubungimu!?" tanya Arsya.
"Jadi kupikir mungkin saja Aono" kata Putra lagi.
"E.. EH?! tunggu, ini nomor Ali!" kata Arsya.
"Ali?! yang menjadi pendamping Amanda ke Osaka?" tanya Putra.
"Benar juga, Ali menghilang dan nomornya tidak dapat di hubungi!" kata Arsya.
"Mungkin Pelakunya tahu bahwa kak Ali adalah anggota SAI yang menemani keluarga Ameera yang ke Jepang! dan menangkapnya, agar dia dapat memaksa kak Ali memberikan simbol keluarga Ameera milikku padanya agar dia bisa Freepass kemanapun dan bebas dari blacklist!" Jelas Amanda.
"Eh?!" tanya Putra.
"Kalau dia ingin memanggilnya, seharusnya tidak jauh! dimana tempat yang seharusnya di kunjungi Pelaku!?" kata Amanda sambil menarik jaket Putra dan berteriak di Earphone bluetooth-nya.
"HEI! APA PEKERJAAN AONO!?" tanya Amanda.
"Te.. telingaku" gumam Putra.
"Y-ya,... kalau tidak salah, dia ahli renovasi" kata Arsya.
Amanda langsung menyalakan Ponselnya dan membuka peta maps.
"Sekolah bahasa Inggris, pusat Pemainan bangkrut, gedung tua, planetarium, gym, restoran duh! banyak yang sudah di renovasi!! percuma! petunjuk yang ada hanya 4 ketukan jari sebanyak 7 kali yang di dengar Putra! Gawat!! dimana mereka!?" batin Amanda.
Di tempat Aono dan Ali...
Aono sudah mempersiapkan pemukulnya untuk berjaga-jaga.
Kembali ke Putra...
"Duh... Ahli renovasi, 7 kali empat ketukan, apa maksudnya!?" batin Amanda.
"Omong-omong, bagaimana suara yang kau dengar, Putra?" tanya Arsya.
"Kalau tidak salah.... Tok-Tok-Tok-Tok-Tok-Tok-Tok, Tok-Tok-Tok-Tok-Tok-Tok-Tok, dan tak berurutan, Tok-Tok-Tok-Tok-Tok-Tok-Tok, Tok-Tok-Tok-Tok" kata Putra.
"EH?!" kata Amanda.
"Loh!? kok bagian pertama kayak pernah dengar!?" tanya Putra.
"Twinkle-twinkle little star!!" kata Amanda.
"Eh?" tanya Putra.
"Twinkle-twinkle little star
How i wonder what you are
Up Above the sky to high
Like a diamond in the sky
Twinkle-twinkle little star
How i wonder what you are!
Jika dalam bahasa Jepang, liriknya akan terdiri dari 7 huruf dan 4 bait!" Kata Amanda.
"Dia menggunakan suara ketukan karena mulutnya di tutup! pekerjaan si pelaku adalah ahli renovasi dan ada Twinkle-twinkle little star! Itu berarti, kak Ali di tahan di planetarium yang telah di renovasi!" kata Amanda.
Putra langsung menyalakan mobilnya untuk pergi menyelamatkan Ali.
"Planetarium itu ada di dekat toilet taman TKP pertama, kami harus cepat!" batin Putra.
Di Planetarium...
BRUK! Ali di pukuli karena tidak ingin bicara.
"Sial, kau tetap tidak ingin bicara?!" tanya Aono.
"Tidak.... seorang Agen sejati tidak akan pernah mengingkari janji! Janjiku adalah mengabdi pada yang seharusnya ku lakukan! dan yang harus kulakukan adalah! tetap memegang tugas serta apapun rahasia yang ada tanpa membongkarnya sedikitpun!" Ujar Ali.
"Cih!"
"Heh... pantas saja, karena kau bukanlah Agen sejati, hah..hah,..." kata Ali yang sudah terengah-engah.
"Baik kalau begitu.... sebagai balasannya, akan ku buat kau tidak bisa bicara lagi!" kata Aono mempersiapkan tongkat kastinya.
DEG!
Aono mulai melayangkan tongkat kastinya.
"Ukh.... Tuan Sembilan! maafkan aku!"