The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
Season 3 Chapter 59 : Hari pertama Ramadhan di Rosement



"Baiklah.. sudah dulu meluknya... kita bahkan sudah pelukan sampai jam 0.00 update nya Episode ini tahu, sebentar lagi juga Author novel ini mau sahur" kata Aika.


"Oh.. maaf"


"Baiklah... kita berpisah di sini, terimakasih sudah memberitahu ku Aika" kata Amanda.


"Ya... "


*******


"Tak ku sangka... Aika mempunyai masa lalu yang kelam" kata Amanda saat bangun.


Tok! Tok! bunyi suara pintu di ketuk.


"Amanda... kau sudah bangun?" tanya Rahmat.


"Sudah kak.... ada apa?" tanya Amanda.


"Sahur dulu,... oh ya.. aku duluan ke sana ya, nanti sama Rafa aja" kata Rahmat.


"Ok... nanti aku sekalian bangunin Rafa-niichan" kata Amanda.


Kamar No. 11...


Tok! Tok!


"Assalamu'alaikum... Rafa-niichan, sahur" kata Amanda.


Ceklek!


"Siap!" kata Rafa.


"Ng.. Rafa-niichan kenapa? kayak mau lamaran kerja" kata Amanda melihat Rafa pakai jas.


"Oh... ngga apa-apa, hehe" kata Rafa.


"Kita akan sahur, Rafa-Nii ganti bajunya dulu" kata Amanda.


Akhirnya Rafa mengganti pakaiannya.


"Sekarang jam berapa?" tanya Amanda.


"Di Ponsel ku sekarang jam 3.15 pagi" kata Rafa.


"Kalau gitu aku mau bantu kak Rahmat!" kata Amanda sambil berlari.


"Tunggu!"


Di dapur...


"Wah.. kak Rahmat, baru aja sampai udah ada 2 menu makanan" kata Amanda.


"Yah.. gitu deh"


"Hoaam!! udah masak apa buat sahur?" tanya Vian.


"Lho? baru bangun si pembuat masalah?" tanya Rafa.


"Hoi! ngajak berantem nih!!?" Seru Vian sambil mencengkram kerah baju Rafa.


"Kalian jangan ribut!" kata Rahmat sambil memasukkan garam ke sup nya.


"Vian, Rafa-Nii... jangan ribut dong, kan sekarang sudah masuk bulan Ramadhan, kan ada hadits Nabi tentang menahan amarah lho" kata Amanda sambil meletakkan piring ke meja.


"La taghdob walakal jannah yang artinya : janganlah marah, maka bagimu surga" kata Amanda.


"Jadi?" tanya Rafa dan Vian.


"Intinya,... kalian ngga boleh bertengkar dan marah" kata Rahmat.


"Bener tuh... selain bikin energi habis, marah juga membuat pahala puasa kita menjadi rusak" kata Amanda.


"Iya deh..." kata Mereka berdua.


"Ho.. Ho.. Ho, sudah pada kumpul disini rupanya?" tanya Pak Andi di susul Randi dari belakang.


"Kakek?" tanya Amanda.


"Pak Andi!?" tanya mereka.


"Oh ya... aku denger, beberapa hari yang lalu, Rafa-Nii di ajar dan di bimbing oleh kakek, memangnya bimbingan seperti apa?" tanya Amanda yang mengantarkan ikan goreng ke meja makan sambil menoleh ke arah Rafa.


"Eh!?"


"Hohoho, iya nak" kata Pak Andi.


"Bener Fa? kau diajar apa sama Pak Andi?" tanya Rahmat.


"Eh!? i.. itu"


"Pasti tentunya yang bermanfaat dan disiplin.. bukan begitu? Nak?" tanya Pak Andi senyum mengerikan.


*Glek* semuanya kecuali Amanda dan Rahmat menelan ludah.


"Ng? ngomong-ngomong, kak Nera, Pak Vandro? kemana?" tanya Amanda.


"Vandro ada urusan pertemuan GM dengan pengurus perusahaan AR Group cabang, jadi untuk sampai 3 minggu ke depan dia ngga di Rosement, kalau Nera lagi ngabisin weekend sama temen-temen SMA nya sampai 1 minggu ke depan" kata Rahmat.


"Baiklah... waktu sudah menunjukkan jam 3.25, masakan sudah siap!" kata Vian.


"Ada Nasi, Sup, Ikan Goreng, sambal, teh, dan kurma... makan!" kata Rafa.


"Eits! baca doa dulu"


Akhirnya mereka membaca doa dan makan sahur bersama, lalu pergi ke mushola untuk Sholat subuh.


"Kak Andra... ngga ikutan sahur bareng? kak Radith juga?" pikir Amanda.


"Good! saatnya tidur!!" kata Rafa.


Grep!


"Enak sekali kau mau tidur??? kau ngga tahu ya? tradisi yang kami agama Islam lakukan setelah sahur dan sholat subuh???" tanya Randi.


"Eh? tradisi apa emang? kok aku bisa ngga tahu Pak dokter?" tanya Amanda.


"Maksudnya apa ini Randi? kita ngga ada tradisi kayak gini" kata Rahmat, Vian hanya penasaran.


"Tentu saja! tradisi Maret!" kata Randi.


"Maret?" tanya mereka.


M \= Melakukan


A \= Amalan


R \= Ramadhan


E \= Era


T \= Tradisi kita


"Gimana? bagus ngga?" tanya Randi.


"Bagus Pak! kreatif!" kata Amanda


"Emang.. Amalan apa aja?" tanya Vian.


"Banyak kok, ada Sholat, Berdzikir, berdoa, baca Al-quran, berbuat baik, termasuk menahan amarah termasuk kan Pak Randi?" tanya Amanda.


"Yes!"


"Terus? sekarang apa yang akan kita lakukan?" tanya Rafa.


..._________...


"Hei! ngga gini juga!!" kata Rafa.


"Udahlah! terusin ya Rafa" kata Vian.


"Masa aku di suruh ngurus kucing-kucing ini!?" tanya Rafa.


"Rafa-niichan! sini!" Amanda sedikit berbisik ke Rafa.


"Jangan sakiti atau mengatakan kucing Kakek Andi! karena kucing-kucing itu milik kakek!" bisik Amanda.


*Glek*!!!


"Mi... Milik Aki-aki itu!!?" batin Rafa bergidik ngeri.


"Jaga baik-baik kucing saya ya Nak Rafa" kata Pak Andi.


"Ramadhan yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya!!!!!"