The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
Season 3 Chapter 108 : Mulai beraksi



"Kak Andra!" Amanda buru-buru menemui ke ruang kerjanya.


"Ada apa Ana? kok kelihatannya panik sekali?" tanya Andra.


"Hosh! Hosh! Hosh! i.. itu! aku! itu! musuhnya Ryu! Musuhnya Aika! Pascal! Dia!" Amanda capek karena lari-lari.


"Kenapa? tenang dulu, duduk dulu tarik nafas yang panjang, hembuskan perlahan" kata Andra, Amanda melakukan yang di katakan kakaknya.


Setelah tenang...


"Jadi apa yang mau kamu bicarakan? musuh Aika? Pascal? maksudnya?" tanya Andra.


Amanda akhirnya menceritakan semuanya di mulai dari permulaan persentasi sampai penyerangan Pascal di rumahnya.


"Begitu ya, jadi Aika mengambil alih tubuhmu dan pergi dari sana?" tanya Andra.


"Begitulah yang aku ingat, aku tidak terlalu tahu, tapi kata Aika... mata tertinggi klan Kitagawa adalah Angry Turquoise, kalau begitu, apa mata tertinggi klan Fujiwara kak?" tanya Amanda.


"Aquamarine Silent, yang membentuk sebuah mata dengan pola yang memiliki mata tertinggi paling terkuat melebihi Angry Turquoise"


"Pak Andi"


"Kakek!"


"Aquamarine Silent, bukankah Nak Andra sudah mengaktifkannya?" tanya Pak Andi.


"Eh?! serius kak!?" tanya Amanda


"Tapi Pak Andi.... "


"Tidak apa, selama tidak membahayakan"


Andra akhirnya berkonsentrasi dan mengedipkan matanya lalu membukanya lagi.



"Eh?!!? jadi... itu yang di namakan Aquamarine Silent?" tanya Amanda.


"Benar, Silent sering muncul di mata penggunanya dengan Mana yang benar-benar besar tanpa di sadari oleh siapapun meski orang itu dapat merasakan Mana sampai ke dasarnya" Jelas Pak Andi.


"Kalau begitu! untuk mengalahkan Pascal, aku juga harus bisa membangkitkan Aquamarine Silent!" kata Amanda dengan bertekad.


"Tidak segampang itu dek, bahkan kakak membangkitkan Silent saja pada usia 23 tahun, kalau boleh tahu... sejak kapan Silent mu beroperasi?" tanya Andra.


"Em... kalau ku ingat-ingat lagi, sekitar usiaku 12 tahun" ujar Amanda.


"Lebih cepat Nak Amanda, tapi lebih kuat Nak Andra karena mampu membangkitkan Aquamarine Silent dan Silent di waktu yang dekat" Kata Pak Andi.


"Kak Andra! Kakek! beritahu aku bagaimana cara membangkitkan Aquamarine Silent!" ujar Amanda.


Andra dan Pak Andi saling bertatapan.


"Ada, Pertama karena memori trauma, yang kedua karena Mana yang besar yang dapat membangkitkan Aquamarine Silent, yang ketiga, karena pertahanan yang kuat dalam tubuh atau sejak lahir sudah mendapatkannya, yang keempat karena kesedihan dan merasa dalam bahaya, maka Aquamarine Silent akan langsung bangkit dan menyerang hal yang dapat membahayakannya" Jelas Pak Andi.


"Jadi... ada 4 jalur ya?" tanya Amanda.


"Itu benar"


"Kalau boleh tahu, kak Andra waktu itu kenapa bisa Aquamarine Silent-nya bisa bangkit?" tanya Amanda.


"Eh? itu... " Pak Andi memberhentikan perkataannya.


"Karena trauma, kakak teringat trauma yang kita alami saat di culik 18 tahun yang lalu" ujar Andra.


"Be.. gitu ya, maaf kak karena bertanya hal yang suram" ujar Amanda.


"Tidak apa, itu bukan salahmu, yang terjadi biarlah terjadi... jadi, apa yang harus kita lakukan Pak Andi? jika Pascal bisa menemukan cara membuka kotak Pandora dan berhasil mencapai bentuk terakhirnya, maka habislah sudah" Kata Andra.


"Kak Andra serius" batin Amanda.


"Kita harus mengambil kotak Pandora dan membukanya lalu menghancurkan energinya, sebenarnya saat kotak itu terbuka, tidak bisa di ambil begitu saja, karena ia harus di serap oleh yang memiliki mata khusus dari setiap klan, contohnya Angry Turquoise dan Aquamarine Silent" Jelas Pak Andi.


"Dua jenis mata itu saja ya?"


Bonus Chapter :


Di awasi


"Len! aku mau cerita!"


"Kalau ngga penting sih ngga usah gondrong"


"Kenapa? ceritain cepat!" kata Alen.


"Iya,... jadi"


Flashback...


"Duh! kalah ya?" gumam Dennis.


TING! Ada LINE masuk ke Ponsel Dennis.


Lidya, kating


Woi! gara-gara kau Farmasi kalah! ngga becus amat jadi HMJ!


"Ni kating kok kurang ajar banget sih?"


Dan begitu seterusnya, Dennis selalu diganggu.


Sampai suatu hari saat Amanda masih menjabat menjadi HMJ...


"Kak, ini berkasnya" kata Dennis.


"Oh, makasih Den... oh ya! kamu harus terbiasa saat jadi HMJ nanti ya" kata Amanda.


"Iya kak! oh ya, apakah kakak kenal yang namanya kak Lidya?" tanya Dennis.


Amanda berhenti mengetik di komputer.


"Iya, kenal... kenapa?" tanya Amanda langsung lesu.


"Ngga apa kok kak"


"Di ganggu Lidya karena kalah dalam memperjuangkan kemenangan farmasi ya?" tanya Amanda.


"K.. Kok kakak tahu?" tanya Dennis.


"Dasar Lidya, si tukang buat onar itu" gumam Amanda.


"Begini, jangan di ladeni saja" ujar Amanda.


"Tapi makin ngelunjak kak" kata Dennis.


"Haah... jika masih ganggu, sebut saja namaku" kata Amanda.


"Eh? memangnya kenapa kak?" tanya Amanda.


"Pokoknya... sebut saja" kata Amanda sambil tersenyum.


**Malam harinya di rumah Dennis.


Lidya, Kating**


Woi! jawab! ngga usah diam aja!


Jadi anak kok lembek banget kek permen yupi!


"Cih! berisik banget! coba aja deh!" gumam Dennis.


Lidya, Kating


Woi! jawab! ngga usah diam aja!


Jadi anak kok lembek banget kek permen yupi!


^^^Amanda Dallena is watching you^^^


Chat Off...


"Hah! capek! emangnya ngaruh?"


TING!


"Huh! pesan apa lagi?!" Dennis melihat.


-Maaf dek! tadi HP kakak di bajak! ngga tahu banget! sumpah!-


"Hah?! di bajak!? kutumu breakdance! kirain aku bodoh apa?! tapi wow! pengaruhnya dahsyat! kak Amanda dulu HMJ seperti apa sih?" tanya Dennis.


Jawabannya pikir saja sendiri