The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
BONUS! CHAPTER 2 bagian 1



Semua tempat, Organisasi, dan cerita yang terdapat di dalam novel ini hanyalah fiktif belaka dan hanya karangan Author saja.... jangan di ambil serius.


Di Jepang kota Osaka....


Malam hari...


"あ。。。それもしずかです"


A... Sore mo shizukadesu


( Ah... sepi juga )


kata Momosaki.


Dia adalah Fukuda Momosaki, Sersan yang bekerja di departemen transportasi kota Osaka Jepang, senior Amanda dulu.


"すみません、おてつだいいただけませんか?"


Sumimasen, otetsudai itadakemasen ka?


( Permisi, apa bisa Anda membantu saya? )


tanya seorang Pria asing.


"どいおごよけんですか?"


Doiu go yokendesu ka?


( Apa yang bisa saya bantu? )


tanya Momosaki.


"さて、こえんちかくのこしゅといれでじょせいがないているのがきこえました"


Sate, koen chikaku no koshu toire de josei ga naite iru no ga kikoemashita


( Yah, saya mendengar tangisan seorang wanita di toilet umum dekat taman )


Kata Pria asing itu.


Akhirnya Momosaki memutuskan untuk memeriksanya.


"こんにちは、ここにだれかいますか?"


Kon'nichiwa, koko ni dareka imasu ka?


( Halo... apakah ada seseorang disini? )


tanya Momosaki.


Sedangkan pria asing itu langsung menyekap mulut Sersan Momosaki dengan sapu tangan. Lalu Momosaki membantingnya dengan bantingan punggung.


"わたしわそれおしっていました! そして、おまえわまちがったあいておえらびました!"


Watashi wa sore o shitte imashita!


Soshite, omae wa machigatta aite o erabimashita!


( Sudah ku duga! dan kau salah memilih lawan! )


kata Momosaki.


Sialnya, Laki-laki asing itu langsung menyetrum kaki Sersan Momosaki dengan taser dan langsung jatuh setengah sadar menatap pria itu.


"いいえ... わたしわまちがっていません"


Ie.... watashi wa machigatte imasen


( Tidak... aku tidak salah)


BRUAK!!!


Sementara itu keesokan harinya di Helvetia...


Di istana....


"Ibu, Yun-chan dimana? aku sedang bermain petak umpet dengannya! tapi susah mencarinya di istana yang luas!" kata Andika yang berumur 10 tahun.


"Wah... maaf Andika, Ibu bahkan tidak tahu ada dimana" kata Amanda yang agak fokus dengan pekerjaannya.


"Baiklah... kalau begitu,... Turquoise!"


"Andika! Sudah sering Ibu bilang jangan menggunakan reaksi mata itu untuk hal seperti ini! jika terlalu sering maka bisa-... " belum selesai Amanda bicara.


"A... Aduh! perih! mataku panas!!" kata Andika.


"Tuh kan, masih belum stabil!" kata Amanda.


"Maaf... huh! andai aja aku punya Silent, pasti lebih gampang... tapi betapa mengerikannya Yun-chan saat mengaktifkannya! aku berjanji tak akan pernah membuatnya marah sebisaku" kata Andika sambil bergidik ngeri.


"Itu benar" kata Amanda sambil memejamkan matanya dan tersenyum.


"Baiklah... sekarang dimana si kembar?" tanya Andika.


"Si kembar sedang latihan pedang Ibu rasa" kata Amanda.


"Baik Bu! makasih! aku akan cari Yun-chan sama si Kembar!" kata Andika.


"Hati-hati Nak"


KRING! KRING!


"Ng? ada telepon dari Putra?" gumam Amanda.


"Assalamu'alaikum Putra? ada apa? apakah ada laporan dari pekerjaan mu sebagai detektif sekaligus walikota? atau terlalu berat?" tanya Amanda.


📞"Maaf mengganggu Amanda, meski kau adalah Ratu pemimpin Carna... kau tahu kalau Sembilan penghuni Rosement no 9 adalah agen dari SAI dan pemimpin divisi kriminal kan?"


"Lalu?" tanya Amanda sambil menandatangani kertas.


📞"Apakah kau pernah mengenal Fukuda Momosaki? Sersan wanita yang bekerja di Departemen Transportasi kota Osaka Jepang?"


"Oh... Sersan Momosaki yang bekerja di Departemen Transportasi Kota Osaka di Jepang kan? aku mengenalnya. Fukuda-san adalah senior ku dulu saat aku sedang berlatih berkendara mobil, ada apa memangnya?" tanya Amanda.


📞"Begini... semalam, di taman pinggiran kota Osaka Jepang, aku mendapat panggilan dari salah satu kenalan di Jepang bahwa di temukan anggota kepolisian yang tewas dan terdapat di kartu ID... Fukuda Momosaki dari Departemen Transportasi"


"A.. Apa!? Fukuda-san!? jangan bercanda Putra!!!?" Seru Amanda.


📞"Kenapa aku harus bercanda untuk hal seperti ini? apakah aku sedang terdengar bercanda!?"


"Aku akan ke sana sekarang!" kata Amanda.


📞"Apa!? bagaimana dengan pekerjaan mu!?"


"Aku akan menyuruh Erlan menyelesaikan selebihnya, dan Jurus Duplikat tubuhku. Ia sedang menjalankan misi dan pasti di wilayah yang dapat di jangkau aku mungkin bisa! aku akan mengurus keberangkatan ku ke Osaka Jepang! rahasia kan kedatangan ku!" kata Amanda.


📞"Tapi... bagaimana caranya!? kau tidak boleh memalsukan pasport mu!


"Aku akan meminta komandan Arsya yang mengurusnya" kata Amanda.


📞"Baiklah.. kami akan menunggu"


"Ok"


TREK! Telepon terputus.


"Ukh... Fukuda-san... " gumam Amanda.