The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
BONUS! CHAPTER 4 bagian 5



"A... Amanda" gumam Elena.


"Kak Elena" Amanda membalas gumaman Elena.


"Maafkan aku, karena aku ini semua terjadi" kata Elena lagi.


"Gak apa,... " Amanda berjalan mendekati Arif yang perisainya menghilang.


"Ayah.. " gumam Amanda.


"Benar juga, akhirnya kita bisa membicarakan hal pribadi sekarang ya" kata Arif.


Andra menatap Arif lalu mengangguk kepalanya sedikit dan mundur beberapa langkah, karena dia tahu, bahwa adiknya lah yang harus banyak berbicara dengan Arif daripada dirinya.


"Terimakasih Andra, Ana,... Afifah bilang kalau kalian berhasil mengalahkan Pascal, terimakasih... kalian memang hebat" kata Arif sambil menutup matanya dan tersenyum.


"Iya... terimakasih" kata Amanda sambil tersenyum.


"Meski aku semacam Polimerase berjenis enzim DNA astral, disini tetap bukanlah duniaku lagi... jadi, aku harus pergi" kata Arif lagi.


Andra sudah terbiasa akan itu, jadi dia menatap Amanda dengan rasa kasihan padanya, Amanda hanya menunduk dan mengangguk.


SRING!! Polimerase Arif mulai kembali terkelupas.


"Aku,.. akan menceritakan yang terjadi semuanya pada Afifah" kata Arif.


"Anu, Ayah! katakan sama Ibu, kalau aku dan kakak gak pilah-pilih makanan! kami memakan makanan yang sehat dan halal! dan kami juga makan secukupnya! terkadang Ramen, Sayur, apapun yang halal dan menyehatkan! kak Andra juga sering memakan masakan ku lho! oh ya... em, kami juga mandi dengan teratur! sholat pada waktunya! dan kak Andra juga sering memakai parfum! benar-benar wangi! aku juga tidak kebanyakan pakai parfum karena tabarruj lho! hehe, Dasar..." kata Amanda, Andra hanya tersenyum sambil menutup matanya tanda mengiyakan.


"Aku dan kak Andra juga tidak melupakan larangan 3 larangan yang di katakan Ibu! Aku maupun kak Andra mempunyai banyak teman yang baik, aku harap kalian berdua bisa melihat dan bertemu mereka nanti. Kami tidak saling membenci, kami tidak bersaing untuk hal duniawi, Teman-teman ku dan kak Andra benar-benar memberikan manfaat buat kami berdua lho!"


Cepheus, Perseus, Cassiopeia, dan Andromeda hanya melihat saja.


"Kami juga tahu kalau dalam islam tidak boleh meminum alkohol karena itu memabukkan,.. po, pokoknya! tidak boleh makan ataupun minum yang memabukkan! kami bahkan gak boros! selalu menyimpan tabungan dan simpanan secara berhemat!" kata Amanda lagi.


"Tentang juga... Ibu juga menyuruh kak Andra untuk mencari perempuan seperti dirinya, dan Ibu menyuruhku untuk mencari Laki-laki seperti Ayah... tapi..." Amanda memutuskan kata-katanya sambil melihat Erlan.


"Ya... Yang penting, Hiks.. Ibu bilang kalau semuanya gak akan berjalan lancar sesuai firasatnya! tapi aku tenang saja! karena aku dan hiks... kak Andra akan berusaha!!" kata Amanda yang menutup matanya sambil air matanya mengalir, sedangkan Andra juga sama.


Perlahan-lahan tinggal polimerase astral Arif saja yang hampir usai di batu Mustika Delima Merah.


"Kak Andra dan aku juga punya mimpi! kami akan menjadi Ninja hebat dan bermanfaat untuk orang banyak! kami akan menjadi lebih kuat dan melampaui para Lord sebelumnya!! kami akan menjadi Shinobi yang lebih kuat dari Ibu dan Ayah!!! Kami juga akan memimpin kerajaan secara adil dan baik!! kami berjanji akan itu!!!" Seru Amanda, Andra hanya menangis diam akan itu, Arif hanya tersenyum bangga pada mereka.


"Ja... Jadi, Hiks... jika Ayah bertemu Ibu nanti, katakan padanya kalau dia tidak perlu mengkhawatirkan kami!!! karena kami berjanji akan melakukan yang terbaik!" kata Amanda.


"Baiklah... aku pasti akan menyampaikannya" kata Arif yang suaranya bergema bersamaan dengan berhentinya redupan batu Mustika Delima Merah.


Amanda dan Andra hanya menangis terbuka setelah Arif pergi, karena mereka tahu.. jika mereka menangis terbuka sedari tadi, maka Arif akan berat hati untuk pergi.