The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
Chapter 19 : Kenyataan dibalik pertemuan



Vandro seakan-akan tidak percaya, "Apa... kau bilang?! adik... kandung?!!"


"Dulu kau bilang, kau tidak punya saudara! kau hanya sendiri! apa maksudnya ini?!" tanya Vandro dengan tinggi suara.


"Dulu juga saya berpikir begitu, tapi semua berbeda setelah saya mengingatnya, dan fakta yang tidak masuk akal rupanya dimiliki oleh 'Amanda', apa kamu meragukan hal itu?"


"Tapi, 'Amanda' tidak tahu bahwa saya adalah kakaknya. Pembicaraan ini juga sampai sini saja dulu, saya tahu kamu punya banyak pertanyaan Vandro" ucap Andra.


"Me-mengingat? maksudnya?!" tanya Vandro.


"Dan juga, apa maksudmu?!membiarkannya tidak tahu fakta! kau, keterlaluan! dia sudah menunggumu untuk menagih jawaban! dan kau mau kau ia terus menunggu?!" tanya Vandro.


"Vandro, aku akan disini bersamamu, sampai kau bersedia untuk pulang"


Tiba-tiba Vandro tersentak mengingat perkataan Vanora.


"Kenapa? apa perkataanmu itu mengingatkanmu akan sesuatu? kaulah yang sangat keterlaluan. Argumenmu tidak Valid karena kau juga membiarkan 'dia' menunggumu selama bertahun-tahun" ujar Andra yang membuat Vandro syok tertunduk.


"Sepertinya Pak Andi... sudah tahu ya? Amanda itu Adikmu, dan Radith juga kan? kau disana bukan? coba jawab!" ucap Vandro menantang Radith, namun Radith hanya diam.


"Tentu Radith sudah tahu karena ia selalu bersama saya, dan untuk di Rosement hanya Pak Andi sebagai pengganti wali kalian. Pak Andi jugalah yang berperan penting dalam kembalinya ingatanku, dan semakin sedikit yang tahu akan lebih baik" Jelas Andra.


"Lalu! kenapa kau tidak memberitahu aku?! apa kau tidak percaya kepadaku Andra?!" tanya Vandro.


Andra menghela nafas sabar, "Huft... Saya cukup percaya padamu sampai menyerahkan perlindungan adikku sendiri yang jati diri sebenarnya berstatus sosial sebagai seorang Putri kerajaan itu padamu. Apa itu tidak cukup untuk mengukur seberapa besar tingkat kepercayaanku kepadamu yang anak didikku sendiri, Vandro? sudah saya bilang, sedikit yang tahu akan lebih baik"


"Sekarang sudah tahu kenyataannya bukan? sekarang tinggal urusanmu, perbaiki kesalahanmu! bawa ia kembali ke tempat ia seharusnya berada Vandro!"


Puk! Puk! Pak Andi menepuk punggung Vandro.


"Saya rasa, nak Vandro sudah berusaha keras dalam menjaga seorang Putri Raja, tapi ia juga harus dalam kesehatan yang total. Saya tahu bahwa nak Vandro juga sudah berusaha keras, apalagi nak Amanda yang sepertinya tidak ingin bergaul karena sebuah trauma tersendiri. Mungkin karena kepergian Ibu angkatnya" Jelas Pak Andi.


"Ya, baik Pak Andi, kirimkan saya detail atas insiden adikku dan Vian. Untukmu Vandro, tugasmu sama sekali tidak berubah. Jaga adikku jangan sampai yang lainnya tahu bahwa ia adalah adik kandungku bagaimanapun juga" perintah Andra mengisyaratkan untuk mengakhiri pembicaraan.


Pip! suara telepon video dimatikan.


Tap! Tap! Tap! Vandro berjalan menuju kamarnya.


"Ng? Vandro? kenapa basah begitu kepalamu?" tanya Rahmat.


Tapi Vandro sama sekali tidak menjawab Rahmat.


"Dro? kau dengar aku tidak? Vandro!" Kata Rahmat.


"Apa sih Mat?! aku habis basahi Rambut! tidak usah memanggilku berulang kali!" seru Vandro dengan wajah kesal, yang membuat Rahmat terkejut.


Blam! Vandro menutup pintu kamarnya.


"Hah!" Vandro duduk di pinggir ranjangnya, sambil mengingat kejadian tadi.


"Nama sebenarnya adalah Aliana Jahzara Ameera, dia adalah adik kandungku"


"Tapi 'Amanda' tidak tahu bahwa saya adalah kakaknya"


"Amanda, adalah adik kandung Andra. Adik dari orang yang berharga dan aku hormati, ini berasa kayak mimpi" gumam Vandro.


"Kenapa? Kenapa banyak sekali pertanyaan didalam benakku? ada kejadian apa yang ngebuat kau dan adik kandungmu sendiri terpisah Andra? beritahu aku!" Gumam Vandro lagi.


"Aku menyampaikan keluh kesahku pada Rahmat tentang Amanda, kukira bakalan membaik, malah memburuk. Amanda juga mempunyai trauma tersendiri, ditambah ia pasti sakit sekali mendengar itu" batin Vandro.


"Pada akhirnya aku sama saja seperti 'mereka' ya? mengecewakan" gumam Vandro dengan tatapan kecewa.


Aku akan membawa Amanda ke Rosement, tempat dimana Amanda seharusnya berada, aku harus tetap bersikap biasa meski tau dia adalah Putri Raja, jika tidak ia akan curiga.