
( Skip pulang ke Rosement ya... biar ngga terlalu bosan )
"Wah... banyak banget" kata Randi yang baru datang dan ikut menurunkan barang-barang dari bagasi.
"Yah... untuk persiapan puasa besok" kata Rahmat.
Akhirnya setelah selesai Amanda sudah berjanji akan menemui Andra.
Bunker lingkar dalam...
"Kak Andra.., maaf kalau aku sering ke sini ya, hehe" kata Amanda.
"Ngga apa-apa... kakak malah senang karena ada teman yang menemani" kata Andra.
"Lho? jadi kak Andra selalu merasa sendirian?" tanya Amanda.
"Ah.. bukan gitu, ngga apa-apa kok, ngga usah di pikirkan" kata Andra.
"Ng.. apakah karena aku disini itu mengingatkan kak Andra pada seseorang, Dasar.... " kata Amanda.
"E... Eh?" tanya Andra.
"Jadi, benar ya?" tanya Amanda.
"Em, begitulah.. kau mirip dengan mendiang Mama kita, kakak ingat saat aku kelas 1 SD.. mama kita sering mendampingi ku belajar, dan sering kali mengajak bercanda.. yah, sekarang hanya menjadi kenangan" kata Andra sambil menunduk tersenyum sedih.
"Kak Andra... jadi ini karena aku? karena aku mirip ibu aku jadi membuat kak Andra sedih ya?" tanya Amanda yang ikut sedih.
"Eh!? bukan itu maksud kakak!" kata Andra.
"Sudahlah... ngga usah di pikirkan, aku kembali ke kamar dulu" kata Amanda.
"Eh!? Em... Ah ya! katanya kamu mau kasih tahu sesuatu padaku kan?" tanya Andra mengalihkan perhatian.
Amanda memberhentikan langkahnya.
"Kak Andra.. kau"
"Oh ya! ayo kak!" kata Amanda dengan senang.
"Mencoba mengalihkan perhatian ku kan? aku tahu" batin Amanda.
Akhirnya Amanda mengajak Andra ke beranda.
Amanda melakukan beberapa gerakan segel tangan.
"Uchuu Ankoku Ninpou!!" Amanda langsung melakukan elemen petir dari jurus yang pernah di ajarkan Andra.
Petir yang di hasilkan memang tidak terlalu besar, tapi cukup untuk mengalahkan 20 orang musuh.
"Hebat... bagaimana kau melakukannya? padahal aku hanya menunjukkan jurus dan segel tangannya kan? apakah itu menguras energi di dalam tubuhmu?" tanya Andra tersenyum.
"Aku meminta tolong kakek, beberapa hari yang lalu! cara mengeluarkan jurus agar tidak menguras banyak Mana, Energi, juga Stamina yang berada dalam tubuh" Kata Amanda.
"Pak Andi?" tanya Andra.
"Hihi... iya, aku meminta tolong beliau,.. karena sebelumnya aku merasakan kalau dia memiliki aura seorang ninja yang berpengalaman!" ujar Amanda.
"Bagaimana reaksinya saat kamu menanyakan dia seorang ninja?" tanya Andra.
"Em,.. kakek tersenyum, dan ternyata ia juga hebat! mirip seperti kak Andra" kata Amanda.
"Tentu saja.. karena Pak Andi lah yang mengajarkan Papa kita, dan aku saat aku ingin menjadi Shinobi hebat" kata Andra.
"Sungguh!!? kalau Kakak saja sehebat itu... apalagi kakek! jujur aku penasaran bagaimana kehebatan beliau!" kata Amanda.
DEG!!!
"Ng? kenapa Kak Andra kaget?" tanya Amanda.
"Eh!!? ngga kok,.. kalau gitu lihat ini!" kata Andra.
Andra melakukan segel tangan dengan cepat.
"Uchu Ankoku Ninpou!"
Andra melakukan jurus mengeluarkan elemen petir yang benar-benar besar dan mungkin besarnya bisa mengalahkan sekitar 65 orang sekaligus.
"Be... besar sekali" kata Amanda.
"Begitu ya? mungkin ini cukup mengejutkan bagimu ya?" tanya Andra.
"Begitulah" kata Amanda.
"Besok puasa kan?" tanya Andra.
"Iya.. puasa, kenapa?" tanya Amanda.
"Puasa ya? bagaimana jika saat puasa kita rutin kan dengan belajar *Katana, dan jurus-jurus lainnya?" tanya Andra.
( * \= katana adalah pedang dalam bahasa Jepang )
"Boleh! baik... aku jadi makin bersemangat!" kata Amanda.
"Aku juga harus mengajarimu agar saat tiba saatnya kau melawan Ryu, kau tidak kalah... Mama, Papa, kapan dan bagaimana cara kalian akan memberitahu sesuatu pada Ana? apa yang ingin kalian beritahu?" batin Andra.