
"Bagaimana Arka?" tanya Arslan.
Arka hanya terdiam sambil membendung air matanya.
"Andai kau di rumah saat itu, Aliza pasti masih ada sampai sekarang" ucap Arslan.
"Diam!!! tidak usah bicara!! kurang ajar!! membunuh seseorang hanya demi Organisasi kriminal! apakah ayah sudah kehilangan akal?!" tanya Arka yang tidak bisa melawan karena tangan yang terikat.
PLAK! Arslan menampar Arka, dan Arka terdiam syok.
"Kau tidak tahu apapun, tidak usah sok tahu dan ikut campur, kau tidak tahu apapun" ujar Arslan.
"Apakah Ayah... tidak mencintai Ibu? jadi rela melakukan hal itu? demi Organisasi kriminal ini?" tanya Arka sambil menunduk terikat.
"A... itu-... " tapi seseorang membuatnya menghentikan bicaranya.
"Waktu habis, Leo... kembalilah ke tempatmu, dan kau wadahku... kita harus memangsa Kara terkuat di dunia ini, Ayo" kata Pascal.
"Tidak!"
"Jika keinginannya semakin menguat, itu membuatku tidak bisa meracuni dan mengambil alih dirinya" batin Pascal.
"Aku tidak peduli lagi.... meski Amanda sudah menemukan keluarga aslinya, dia tetap ku anggap seperti adikku, meski dia membenciku" batin Arka.
"Kalau begitu, aku akan menukar permintaanku dengan nyawa anak perempuanmu" kata Pascal.
"Apa!?" tanya Arka.
"Ya, si Putri Terano itu pasti tidak ingin keponakannya celaka bukan? yah, pada akhirnya meski kau bukanlah kakak kandungnya, dia sudah menanggap keluargamu sebagai keluarganya tapi kau malah tidak memperhatikannya, sekarang waktunya aku mengambil Putrimu" Kata Pascal.
"Hentikan!! jangan sakiti keluarga ku!!" Seru Arka.
"Pada akhirnya kau akan menurut padaku jika tidak ingin ada yang celaka" gumam Pascal.
"Baik"
"Ng?" gumam Pascal sambil berbalik.
"Sebaiknya kau berhenti bicara yang tidak-tidak... aku tidak akan membiarkanmu menyakiti siapapun!!" Arka yang sudah terlalu lemah.
"Kau terlalu keras kepala, sudah lemah masih saja bertingkah"
Tiba-tiba...
JDUAR!!! Ada ledakan diluar.
"Ng?"
"Tuan Pascal! ada serangan ledakan diluar istana!" kata Hawk.
"Selesaikan itu"
Pascal segera pergi ke lantai atas, sedangkan Amanda datang menuju ruang bawah tanah yang dimana letaknya Arka di ikat.
"Kak Arka! bertahanlah!" gumam Amanda.
Akhirnya Amanda sampai di ruang bawah tanah.
"Kak Arka!!!" ujar Amanda melihat Arka diikat melebar.
"Tenanglah! aku akan melepaskan ikatan mu!" ujar Amanda lagi.
"Hehe,... ide bagus, tapi sayang sekali"
TRANG! TRANG! Tiba-tiba rantai yang di gunakan untuk merantai tangan Arka copot dan putus karena tarikan.
"Aaakh!!!" Leher Amanda di cekekik dan terangkat.
"Tapi raga Arka... sudah ku ambil alih!!"
"Pas... cal!!"
"Berani sekali ya? masuk ke wilayah ku! apakah kau lupa? aku berhasil menumbangkan kalian waktu itu! dan kau mempermudah ku, sekarang akan ku ambil Ryu dari tubuhmu!!!" Seru Pascal yang mengambil alih tubuh Arka.
"Henggk!!! Le.. pas!!"
"Mengherankan, kenapa kau bisa masuk dan melewati semuanya? sedangkan di penjuru istana banyak makhluk astral dan beberapa anggota yang menjaga" ujar Pascal.
"Karena dia tidak sendiri!!!!" Teriak seseorang.
DUAK!! Pascal di pukul dengan tenaga Astral dan membuatnya melepas tangannya dari leher Amanda.
"Ana! kau baik-baik saja?" tanya Andra.
"Uhuk! aku baik... tapi dia sudah mengambil alih tubuh kak Arka!" ujar Amanda.
"Jilbabmu jadi kusut karena cekikannya, tapi mungkin kita masih bisa berinsting, kalau Pascal belum sepenuhnya mengambil alih tubuhnya" Kata Andra.
"Kalian benar-benar!! baiklah... karena kalian yang sudah menantang, aku akan memanggik para makhluk astral! kalian tidak akan bisa mengalahkan kami!" ujar Pascal.
Pascal mengangkat tangannya dan melakukan segel tangan.
"Ninjutsu Tenma Tensei!!!"
"Ha... hawanya kuat sekali" gumam Andra melihat sekeliling Istana.
"Aku merasakan para makhluk astral itu menggunakan batu Mustika Delima Merah sebagai tenaga, hawanya benar-benar jahat" kata Amanda.
"Kalian tidak punya pilihan dan harapan!!"