The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
Season 4 Chapter 2 : Serangan



Di Gua pinggiran Dimensi...


Afifah yang sudah di ikat kedua tangannya melebar dengan rantai segel sudah terlihat sangat lemah.


"Mau.. apa kau? kenapa menyerang kami?" tanya Afifah.


"Sudah jelas kan? aku ingin mengambil Ryu dari dalam tubuhmu, aku selalu menunggu saat-saat ini, yaitu segel Ryu yang terletak pada sebuah jiwa akan melemah pada saat kelahiran bayi" Kata Pria berjubah.


"Tahu darimana kau?! dan... apa untungnya bagimu?!" tanya Afifah.


"Karena kau akan mencapai batas mu, maka aku akan memberitahukannya, toh kau juga akan menemui ajal mu sebentar lagi"


"Aku berniat ingin menguasai dan mengambil alih kendali Ryu, untuk menghancurkan dimensi yang aku buat sendiri ini dan membuatnya menjadi sebuah energi besar agar aku bisa membuka kotak Pandora yang menyegel energi ku" Jelas Pria berjubah.


"Heh,.. aku yakin kau tidak akan berhasil melakukan itu, Dasar... " ujar Afifah.


"Oh? kau yakin?" tanya Pria berjubah sambil mendekat dan memasukkan tangannya ke bagian jantung Afifah.


"Dia.... makhluk Astral!?" batin Afifah.


"Ukh!!! Hentikan!!" Afifah tau kalau Pria berjubah itu akan memisahkan jiwanya dengan Ryu.


Dan berhasil, Ryu keluar dalam bentuk naga raksasa berkekuatan tinggi dan mulai menghancurkan dimensi.


"Hah! hah! henti... kan"


"Wah, ternyata dugaan ku benar kalau kau tidak akan mati meski Ryu keluar dari tubuhmu, karena klan Fujiwara memiliki Mana dan kekuatan pertahanan yang benar-benar kuat, dan itulah... sepertinya bagus untuk Ryu yang akan menghancurkan Terano nya sendiri" Jelas Pria berjubah sambil mengendalikan Ryu si Naga dan akan menghancurkan Afifah yang sudah lemah.


Tapi tepat pada waktunya, Arif datang dan menolong Afifah lalu membawanya kembali ke dunia nyata.


"Hm? Jurus teleportasi? baiklah, tak apa... toh kalian tak berguna lagi bagiku, naga besar ini sudah berada dalam kendaliku"


Arif sudah membawa Afifah dengan selamat.


"A... rif"


Arif membawa Afifah ke tempat tidur dimana Ana kecil juga sedang tertidur.


"Tetaplah disini bersama Andra dan Ana" kata Arif.


Afifah melihat Putri kecilnya dan memeluk nya sambil menangis terharu, Arif merasa iba melihat mereka berdua dan menggeram tangannya lalu pergi mengambil pedangnya.


"Arif,.. terimakasih banyak, Hati-hatilah" ucap Afifah.


"Aku akan segera kembali, Pak Andi.. tolong gunakan jurus teleportasi anda dan pergi ke rumah sakit untuk memalsukan kelahiran Putriku" kata Arif.


"Baiklah, jika kau butuh sesuatu katakan saja"


"Aku mengerti"


Di Dimensi Shinobi...


"Hmf... ternyata kau kembali lagi ya? Tuan Shinobi legendaris ke 6?" tanya Pria berjubah.


"Aku tidak akan pernah membiarkanmu menghancurkan dimensi ini dengan membuka kotak Pandora, cukup mengejutkan bagiku, kau seorang Shinobi yang berasal dari klan Kitagawa, bisa melewati pelindung paling rahasia, dan mengetahui segel Ryu yang melemah pada saat kelahiran bayi" ujar Arif.


"Baiklah... waktunya penyerangan!!"


Pertarungan sengit keduanya, tapi Arif selalu rubuh.


BRUK!


"Sudah menyerah dan putus asa baginda Raja? bagus,.. tak perlu lagi aku membuang waktuku untuk hal ini" ujar Pria berjubah saat melihat Arif terduduk terkena serangan.


"Bukan, hanya aku sudah paham tolak perlawanan Mana mu serta Angry Turquoise milikmu" ujar Arif.


"Apa?!"


"Aku selalu menggunakan serangan berbeda saat kita bertarung tadi, dan aku bahkan tidak menggunakan pedang Silent Fujiwara ini sama sekali, baiklah... sekarang, aku sudah siap" Ujar Arif.


"Heh,.. tidak masuk akal!" Pria berjubah mulai menyerang.


Tapi Arif sudah membuatnya tumbang dengan menggunakan energi Astral.


BRUK! Arif meletakkan tangannya di leher Pria berjubah dengan mode Astral.


"Apa ini?! jurus pelepas kendali?!"


"Sekarang, kau tidak akan bisa mengendalikan Ryu lagi"


"Heh... begitu ya? baiklah, tak apa.. lagipula musuh bebuyutan ku akan menjadi milikku"


"Mu.. suh bebuyutan?! maksudnya!?" tanya Arif.


"Kenalkan, namaku Pascal, Ryu itu adalah Ratu Shinobi pada jaman dulu, aku berusaha mengalahkan nya tapi tidak berhasil" Jelas Pascal.


"Itu berarti, jika aku tidak mengalahkannya disini, maka dia akan menjadi ancaman yang lebih besar juga berbahaya daripada Ryu di masa depan" batin Arif sambil memegang tangkai Pedang.


"Kau,.. sudah tidak memiliki harapan apapun! waktunya serangan terakhir!!!" Pascal dan Arif maju untuk melakukan serangan.


Arif berpura-pura akan menebas pedang, tapi dia langsung melakukan jurus teleportasi sebelum Pascal mendapatkan pedangnya.


"Makko Ryudan!! Uchu Ankoku Ninpou!!!"


BRUK!


Flashback Off....


BRUK! Bersamaan dengan itu Amanda terlempar dengan kondisi luka parah.


"Bagaimana? sudah melihat? bagaimana masa lalu Orang tuamu?" tanya Pascal.


"Kurang,.. ajar!"


"Baiklah, sekarang waktunya aku menghabisi Shinobi legendaris ke 5 dan Raja Aliandra, kau bertarunglah dengan Kara mu sendiri!" ujar Pascal sambil menarik Amanda ke dalam alam bawah segel Aika dan mengaktifkan kemarahan Aika.


...__________...


"Ga... gawat, Aika dalam mode Kara, dia menjadi naga besar" ujar Amanda.


Aika melepaskan serangan dari dalam penjara dengan mode astral Amanda hampir terkena, tapi seseorang menyelamatkannya dengan mendorongnya.


BRUK!


"Ukh! siapa?" tanya Amanda melihat seorang Pria dengan membawa pedang yang sama milik klan Fujiwara.


"Lama tidak bertemu ya? Ana?"